Latest Entries »


Salam wildlife!Tahun ini ada Expedisi Internasional menakklukkan 7 puncak tertinggi di dunia yang dilakukan oleh tim 7summits Indonesia.  Istilah Seven Summits pertama kali diperkenalkan oleh Richard (Dick) Daniel Bass, warga negara Amerika Serikat, sekitar tahun 1980. Bass membuat sebuah daftar yang berisi 7 puncak tertinggi di tujuh benua. Daftar ini dikenal dengan “Bass List”. Bass menyelesaikan pendakian seven summit-nya dengan pendakian Everest pada tanggal 30 April 1985. Namun kemudian “Bass List” ini direvisi oleh Reinhold Messner dengan mengganti puncak tertinggi di Australia yaitu gunungKosciuszko dengan Carstenz Pyramid yang terletak di Papua, mewakili wilayah Oceania. Revisi Messner inilah -kemudian dikenal sebagai “Messner List” – yang menjadi lebih populer di dunia. Seven Summit versi Messner List ini pertama kali diselesaikan oleh Patrick Morrow (Canada) pada tanggal 7 Mei 1986, disusul oleh Messner sendiri beberapa bulan berikutnya, yaitu pada tanggal 3 Desember 1986.

7 summits tertinggi di dunia!termasuk indonesia di papua

Step-step perjalanan menuju puncak Everest

1. Mount Everest (29,035ft/ 8,850m), Nepal, Asia, and the world.

2. Aconcagua (22,840ft/6,962m) Argentina, South America.

3. Denali ("Mount McKinley," 20,320ft/6,195m) Alaska, North America

4. Kilimanjaro (19,339ft/5,963m) Tanzania, Africa

5. Mount Elbrus (18,481ft/5,642m) Russia, Europe

6. Vinson Massif (16,067ft/4,897m) Ellsworth Range, Antarctica

7. The seventh summit is in some dispute:Indonesia's Carstensz Pyramid (16,023ft/4,884m) is Australasia's highest mountain.

Sejak pertama kali dicetuskan, Seven Summits selalu menjadi impian para pendaki gunung di seluruh dunia. Upayamencapai tujuh puncak tersebut bukan hal yang mudah, bahkan telah menelan korban puluhan orang pendaki dariberbagai negara. Sampai saat ini baru tercatat 108 orang pendaki dari 33 negara yang berhasil menjejakkan kaki di tujuh puncak tersebut, diantaranya adalah pendaki dari 6 negara Asia, yaitu Jepang, China, Korea Selatan, Singapura, Kuwait dan India.

Dasar Pemikiran
“ Saudara-saudara, kita 350 tahun ikut-ikut, lantas mendjadi orang jang berpikir “penny-wise, proud and foolish”. Jang tidak mempunjai imagination, tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar, tidak mempunjai keberanian – Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa-bangsa jang mempunjai imagination, mempunjai fantasi-fantasi besar, mempunjai keberanian, mempunjai kesediaan menghadapi risiko, mempunjai dinamika ”. (Kutipan pidato Presiden Pertama RI Soekarno, Semarang 1956)

Berangkat dari sebuah mimpi melihat Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang diperhitungkan di mata dunia. Juga perjuangan para pendaki Indonesia terdahulu yang telah berani mempertaruhkan segalanya demi mengharumkan nama Bangsa Indonesia, tetapi belum diberikan kesempatan untuk berhasil dan bahkan ada yang sampai menghembuskan nafas terakhirnya dalam proses pencapaian ke tujuh atap dunia. Tetapi api semangat yang pernah mereka nyalakan jangan sampai padam, perjuangan mereka harus diteruskan, cita-cita mereka telah menjadi cita-cita bangsa, maka kita wajib meneruskannya, kegagalan-kegagalan mereka adalah suatu warisan pelajaran yang tak terhingga.

Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi di sepanjang jalan menuju kesana. Tantangan yang tidak dapat kita lewati tanpa dibekali semangat dan keberanian yang didasari oleh karakter bangsa yang kuat. Semoga cita-cita ini menjadi cita-cita kita bersama, dan perjuangan ini menjadi perjuangan kita – Bangsa Indonesia.

Mengibarkan “merah putih” di puncak – puncak tertinggi di 7 benua mungkin hanya sepenggal kisah petualangan diantara sedemikian banyak dimensi kehidupan. Tetapi, keagungan “merah putih” yang berkibar di puncak-puncak tersebut dapat membuka mata bangsa indonesia dan menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia Bisa !

Enam anggota Wanadri akan mulai mendaki 7 puncak tertinggi di dunia. Pendakian ini akan dimulai april 2010

The Seven Summits
Mimpi para pendaki di dunia

1980 : Richard D. Bass mempopulerkan istilah The Seven Summits.

1981 : Mapala UI dan ITB melakukan Ekspedisi Carstensz.

1984 : UGM dan Mapala UI berhasil mencapai Puncak Carstensz.

1985 : Richard D. Bass berhasil menyelesaikan listnya.

1986 : Don Hasman mendaki Kilimanjaro Pendakian Seven Summits diselesaikan oleh P. Morrow, kemudian disusul oleh Messner sendiri dengan pendakian tanpa oksigen.

1987 : Wanadri dan Mapala UI mendaki Vasuki Parbat (6.792 m), namun tidak berhasil mencapai puncak.

1988 : Wanadri berhasil mencapai Puncak Pumori (7.145 m), Himalaya, Nepal Hendricus Mutter & Vera mendaki Imjatse (6.169 m), Himalaya, Nepal.

1989 : Wanadri mendaki Kanchenjunga (ke-3 tertinggi di dunia), namun tidak berhasil mencapai puncak.

1990 : Mapala UI berhasil mencapai Elbrus (5.642 m), Russia Rob Hall dan Garry Ball berhasil menyelesaikan Seven summits dalam 7 bulan

1992 : Mapala UI mendaki Aconcagua, dua orang pendaki gugur dalam pendakian ini, yaitu Norman Edwin dan Didiek Syamsu.

1996 : Clara Sumarwati mendaki Everest, namun hingga saat ini masih menjadi kontroversi mengenai pencapaian puncaknya.

1997 : Tim Indonesia (Kopassus, Wanadri, Mapala UI dan FPTI) membuktikan prestasi Indonesia dengan menempatkan Asmujiono & Misirin di Puncak Everest. Sekaligus menjadi negara Asia Tenggara     pertama yang berhasil mencapai Puncak Everest.

2004 : Wanadri mencanangkan ekspedisi ke Everest, namun gagal terbentur dana.

2005 : Miroslav Caban, menyelesaikan The Seven Summits tanpa oksigen UPL Unsud berhasil mencapai Puncak Elbrus.

2008 : Franky Kowaas mendaki Kilimanjaro, dalam rangkaian Seven Summits Budi Hartono dan Sieling berhasil mencapai puncak Aconcagua dan Kilimanjaro.

2009 : Budi Hartono dan Sieling mencapai Elbrus Franky Kowaas mencapai Elbrus.

2010 : Wanadri menggagas untuk menyelesaikan The Seven Summits selama 2 tahun, dengan pendakian pertama ke Carstensz pyramid.

Tujuan Expedisi

Umum

  1. Mengangkat dan mensejajarkan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia yang telah berhasil mencapai Seven Summits.
  2. Meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia

Khusus

  1. Mengibarkan “Sang Merah Putih” di puncak tertinggi di tujuh benua.
  2. Mengkampanyekan secara nasional tentang ancaman “global warming” dan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
  3. Mendokumentasikan kisah perjalanan dalam bentuk buku, foto dan film dokumenter,
  4. Mengembangkan studi tentang bagaimana persiapan pendaki gunung tropis menuju pendakian es, bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran sebagai peneliti.
  5. Mempromosikan Carstensz Pyramid dan gunung-gunung tropis lainnya di Indonesia di kalangan masyarakat pendaki dunia.
  6. Memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, khususnya ke negara-negara tujuan pendakian.
  7. Melakukan roadshow ke beberapa kota di Indonesia dalam rangka sosialisasi hasil kegiatan kepada masyarakat.
  8. Merangsang dunia pendakian Indonesia untuk bersaing dengan para pendaki luar negeri

Target Ekspedisi 7Summits Indonesia

1. Menancapkan Bendera Merah putih di puncak mapulu Cartenz Pyramid tgl 22 April

2. Dilanjutkan Tim Alfa akan melanjutkan pendakian ke puncak Kilimanjaro (5892) Tanzania medio Juli-Agustus.

3. Selanjutnya melakukan perjalanan panjang ke puncak Elbrus (5642) Rusia medio Agustus-September.

4. Sasaran keempat adalah puncak Vinson Nassif (4897) Antartika medio Desember 2010-2011.

5. Alaska medio April-Mei 2011

6. diteruskan ke puncak Aconcagua (6962) Argentina medio November-Desember 2011

7. yang terakhir puncak Sagarmatha/Everest (8850) Nepal medio April-Mei 2012.


Reblogged from TMCBlog - Motorcycle News:

Click to visit the original post
  • Click to visit the original post

Bro sekalian, via forum x bhp diketahui bahwa dalam waktu dekat Bajaj India akan merilis Bajaj Pulsar 200SS yang merupakan Versi dari Full fairing dari Bajaj 200NS . . .  Pulsar 200 mengartikan bahwa motor ini sepertinya akan memiliki basis dimesi, mesin dan sasis yang sama dengan Pulsar 200NS . ..  namuan penggalan SS mengartikan Supersport . . . salah satu sebutan untuk motor dengan…

Read more… 162 more words


Salam Wildlife FB Suetoclub mendapatkan tag dari anggota Sueto yang berada di Jogja tentang acara DIENG CULTURE FESTIVAL 2012 alhasil langsung kami posting di blog.

Festival Budaya Dieng III atau lebih dikenali sebagai Dieng Culture Festival (DCF) akan kembali digelar pada 30 Juni hingga 1 Juli 2012. Festival budaya tradisional ini akan dilaksanakan di kompleks Candi ArjunaDataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut Anda akan disuguhi beragam prosesi budaya yang menarik, yaitu:  Karnaval Seni dan Budaya, Pembukaan ”Dieng Culture Festival 2012”, Pergelaran Seni Tari Tradisonal, Pelepasan Prosesi Napak Tilas Ruwat Rambut Gembel (gimbal), Pagelaran Wayang Kulit, Kembang Api, Kirab Cukur Rambut anak Gembel (gimbal), Prosesi Cukur Rambut anak Gembel (gimbal), dan Pagelaran Seni Budaya khas Dieng (festival).

Selain rangkaian prosesi upacara adat dan festival, kegiatan ini juga akan dimeriahkan lomba lari bagi pelajar sejauh 10 km yang bertajuk “Dieng 10 K“. Acara yang baru pertama digelar dalam DFC ini akan diisi kegiatan unik yaitu sebelum lomba lari dimulai, para peserta dan penonton akan diajak untuk minum purwaceng, yaitu minuman khas Dieng berupa kopi yang dipercaya memiliki khasiat penambah stamina.

Prosesi Cukur Rambut Gembel adalah prosesi paling menarik sekaligus acara utama dalam rangkaian acara DCF. Prosesi ruwat akan dimulai dengan acara kirab (arak-arakan) keliling kampung oleh anak-anak berambut gimbal menggunakan kereta kuda (dokar) sebagai kendaraannya. Iring-iringan anak gembel akan dikawal barisan pemangku adat di depan dan para kelompok penari di belakangnya. Rute dimulai dari rumah pemangku adat dan berakhir di kompleks Darmasala.

Anak gembel juga akan dimandikan mengikuti rangkaian prosesi khusus. Setelah itu, barulah rambut gembel (yang menurut mitos adalah kutukan) akan dipotong. Prosesi dilanjutkan dengan membuang atau melarung rambut ke sungai atau ke telaga yang letaknya tidaklah jauh dari Kompleks Candi Arjuna.

Hal menarik dari prosesi ini adalah sebelumnya anak-anak berambut gimbal sudah menentukan permintaan yang harus dipenuhi kedua orang tuanya dan kerabatnya sebagai syarat utama sebelum acara ruwat dilaksanakan. Apabila sang anak gembel belum menentukan keinginannya atau jika seandainya keinginannya tidak dapat dipenuhi maka ruwat rambut gimbal tidak dapat dilaksanakan. Bahkan, saat ini ada keturunan gimbal yang seumur hidupnya berambut gimbal karena dipercaya tidak terpenuhi permintaannya tersebut. Permintaan keturunan gimbal dapat bermacam-macam, mulai dari barang-barang sederhana seperti binatang peliharaan seperti ayam atau kambing, bahkan ada yang menginginkan sepeda atau motor. Ada juga yang meminta benda-benda dengan ciri atau persyaratan khusus. Hal ini memang kadang menyulitkan orang tua dan kerabatnya karena permintaan tersebut tidak bisa ditawar atau ditukar.

DCF terlaksana hasil kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara dan Kelompok Sadar Wisata “Dieng Pandawa” di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batu. Penyelenggaraan DCF III ini sebagai upaya mendongkrak kunjungan wisatawan ke Dataran Tinggi Dieng dan menyongsong Tahun Kunjungan Wisata Jawa Tengah Tahun 2013. Selain itu, acara ini juga untuk mengangkat tradisi seni budaya masyarakat Dataran Tinggi Dieng sekaligus mempromosikan hasil kerajinan khas setempat.

Untuk menuju ke dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah maka Anda dapat mengendarai mobil atau kendaraan umum yang berjarak sekira 3 jam perjalanan dari Yogyakarta atau 25 km dari Wonosobo. Apabila Anda memanfaatkan moda transportasi umum maka Anda dapat menggunakan bus dari Yogyakarta ke Magelang lalu ke Wonosobo. Dari Wonosobo gunakanlah minibus menuju Desa Dieng. Kawasan Dieng dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Desa Dieng. Tersedia parkir kendaraan di sana apabila Anda mengendarai mobil.

Informasi lebih lanjut silakan kunjungi laman berikut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara

Jl. Selomanik No. 35

Telp: 0286-592753; 594913

Email: dinbudpar@banjarnegarakab.go.id

Website:http://budparbanjarnegara.com/2012/05/10/dieng-culture-festival-iii-festival-budaya-dieng-iii/

Refence : http://indonesia.travel/id/event/detail/

Berikut video desrikpsi acara Dieng Culture Festival tahun 2010

Semoga informasi ini berguna bagi pencinta traveller


Soto Ayam Cak Man ini sudah ada sejak tahun 1958 yang berada di Bratang Surabaya. Soto Ayam milik Cak Man memiliki warung yang sangat sederhana, dengan menggunakan rombong, namun beliau berhasil membuat pelanggannya tidak pernah beralih karena khas dari rasa soto ayam kampung yang alami.

Satu mangkuk soto ayam ditambah dengan telur dan taburan bawang goreng diatasnya, hanya dihargai Rp 7.000, harga yang sangat murah dan terjangkau dari semua kalangan, dan untuk minum Anda bisa memesan es teh dan es jeruk. Usahanya kini diteruskan oleh anak pertamanya Cak Man, meskipun demikian, rasa dan resep masih tetap terjaga kualitasnya.

Soto Ayam Cak Man Bratang
Jl Bratang Jaya, Surabaya
Jam buka : 07.00 – 21.00 Wib

(Surabaya, City Guide)
2011-01-15-053-Soto Ayam Cak Man Bratang


Sebagai salah satu wisata kuliner terkenal di Surabaya bagian selatan, ada namanya Tahu Teck Pak Ali yang bertempat di Jl. Dinoyo No. 147A Tegalsari, tepatnya berada di seberang roti Suzana. Dengan Rp. 9000 Anda bisa menikmati tahu tek dengan irisan kentang, lontong, tahu, plus telur dan taoge serta kerupuk yang dilaburi petis spesial juga aroma daun seledri yang ditabur diatasnya. Bagi Anda yang tidak memakai telur, Anda cukup membayar Rp. 9000 saja. Untuk minuman Anda bisa memesan es teh, es jeruk, atau teh botol.

Dengan bumbu racikannya dan cara penyajiannya yang cepat, membuat orang banyak berdatangan. Meskipun tempatnya di pinggir jalan atau PKL, tapi tidak mempengaruhi para konsumen kalangan menengah hingga para artis dan para pejabat untuk datang mencicipi tahu teck bikinan Pak Ali.

Terbukti adanya beberapa tulisan dan tanda tangan disertai foto para artis yang sudah berkunjung terpampang jelas dibalik dinding, salah satunya tim wisata kuliner terkenal TransTV (Bondan).

Karena Pak Ali yang sudah mulai lanjut usia, jadi untuk pelayanan dilakukan oleh anaknya, sewaktu saya kesana, saya melihat Pak Ali hanya duduk sembari sebagai kasir (melayani pembayaran) dengan ramah menyapa para pengunjungnya. Akan tetapi untuk urusan rasa, tahu tek yang sudah berdiri 40 tahun lalu sampai sekarang masih tetap dengan bumbu khasnya, tidak ada yang berubah sedikitpun, kata mereka yang sudah lama menjadi penikmat tahu teck bikinan Pak Ali. Karena semua racikan bumbu langsung ditangani oleh Pak Ali sendiri.

Nama : Tahu Teck-Teck Pak Ali

Kategori : PKL (pedagang kaki lima)

Alamat : Jl. Dinoyo No. 147A Tegalsari, Surabaya Selatan (seberang roti Suzana)

Jam buka : 16.00-01.00 WIB

Fasilitas : Tempatnya sempit, parkir tidak luas

*terima pesanan


Kedai kincir berada di sebelah rel kereta api Ketintang Baru Selatan I. Tempatnya berdinding terbuat dari bambu dan berada di depan kolam Karah menjadikan suasana nya nyaman dan asri. Kedai kincir memiliki menu andalan ikan wader penyet.

Ikan wader merupakan ikan air tawar yang memiliki ukuran kecil-kecil. Ikan tersebut di goreng ksering dan disuguhkan bersama sambal, lalapan ketimun, kemangi, serta lalapan sayur kenikir yang ditaruh dalam sebuah cobek. Untuk sambal, Anda bisa memilih sesuai selera. Disamping itu untuk melengkapi tersedia 3 pilihan jenis nasi. Ada nasi putih, nasi uduk (gurih), dan nasi jagung. Menu lainnya botok patin, udang, tahu tempe, botok tempe teri, dan telur asin. Untuk minuman tersedia pula, es sinom dan es beras kencur, masing-masing harganya Rp.3.000 saja.

Karena pelanggannya cukup banyak, sekarang mereka sudah membuka cabang di jalan Ketintang barat tepat di samping sungai/rolak Gunungsari. Yang di Ketintang barat ini malah buka sampai malam hari. Jadi tak hanya untuk makan siang, untuk makan malam pun wader goreng tetap cocok untuk disantap.

Nama : Kedai Kincir – Warung Wader
Kategori : Depot
Alamat : Jl. Ketintang Baru Selatan I 200, Jambangan, Surabaya Barat
Telp : 031-70973718, 08123067235
Jam buka : 08.00-16.00 WIB
Harga : Sambal Ikan Wader : Rp.6.000
Botok : Rp.3.000
Botok Ikan Patin : Rp. 5.000
Nasi : Rp.3.000

Sumber : http://www.inijie.com/2010/05/18/blusukan-to-warung-wader-kedai-kincir-ketintang/comment-page-2/#comment-33375


Tidak hanya namanya yang spesial, tapi memang menunya yang benar-benar spesial. Sate Kambing Cak Lam yang berdiri tahun 1990 ini memang berbeda dari Sate Kambing lainnya, disamping jumlah pertusuknya yang lebih banyak serta ukurannya pun spesial, jika umumnya satu tusuk terdiri 5 – 8 potong daging, di Special Sate Kambing Cak Lam terdapat 13-15 potong daging pertusuk yang terdiri dari daging dan lemak (gajih) Anda juga bisa pesan sate tanpa lemak.

Dengan ukurannya yang besar tidak membuat daging yang di sajikan tidak terasa alot, hal ini dikarenakan daging yang berasal dari daging anak kambing (cempe) serta cara pengolahan dagingnya. Sate kambing sangat cocok dipadukan dengan gulai kambing, Anda juga bisa memesan disini.

Selain satenya yang jumbo, untuk minumannya juga jumbo loh, seperti es teh, es jeruk dan jeruk hangat nya semuanya berukuran jumbo. Silahkan buktikan dengan datang langsung ke Jalan Tambak Sumur Surabaya.

Special Sate Kambing Cak Lam
Jalan Tambak Sumur Surabaya

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-10-27-061-Spesial Sate Kambing Cak Lam


Warung ini mulai berdiri sejak tahun 1983 berlokasi di Jalan Genteng Durasim atau Gang samping Hotel Weta Surabaya. Menu spesial di sini adalah Rujak Cingur dan Sop Buntut yang bikin pengen balik lagi. Seporsi Rujak Cingur seharga Rp 14.000 an dan untuk Rujak Cingur spesial bisa di dapat dengan harga Rp 25.000 an saja, begitu juga dengan Sop Buntut untuk yang biasa dan spesial harga nya sama dengan Rujak Cingur.

Saat ini warung ini dikelolah oleh Pak Hedri yang mewarisi usaha dari ibu nya, tidak hanya Rujak Cingur dan Sop Buntut, di sini juga masih banyak menu makanan khas Jawa Timur lainnya seperti, Sayur Asem, Sayur Lodeh, Gado-gado, Rawon, dan Nasi Campur yang rata-rata dihargai Rp7.000. Ternyata selain dari masyarakat Surabaya sendiri, warung ini juga dijadikan persinggahan kuliner dari para artis. Warung Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim buka setiap hari kecuali hari minggu di minggu terakhir setiap bulan dan hari besar tutup.

Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Jl Genteng Durasim No. 29, Surabaya
Telp:  031 5358213
Jam buka: 10.30 – 17.30 wib

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-11-17-028-Rujak Cingur dan Sop Buntut Durasim
Pic: ayo cak, blog nasyiah berunna


Siapa yang tidak kenal dengan kuliner sop buntut, pasti Anda semua sudah mengetahuinya. Tapi sop buntut yang kali ini lumayan berbeda dengan biasanya lho. Sop buntut goreng, iya itulah nama kuliner yang satu ini. Bila Anda penasaran langsung datang saja ke TKP yang beralamatkan di Jl. Tegalsari 77 – 85. Dengan harga yang tidak terlalu mahal Anda bisa mencicipi kelezatan kuliner ini.

Menu

Indonesian Foods
Lumpia Bisanta
Sup Buntut Goreng Bisanta

Anggrek Restaurant,
Hotel Bisanta Bidakara
Jl. Tegalsari 77 – 85, Surabaya
Telp: 031 – 5457007,   0811300772
Fax : 031 – 5318928
Web: http://www.bisanta-bidakara.com/facilities.asp

(Surabaya, City Guide)


Jagung Bakar paling enak dinikmati saat malam hari, rasa manis dan pedas manis yang kini lebih mendominasi. Lain hal nya D’Jagungs, merupakan Jagung Bakar yang kini mulai banyak digemari oleh pencinta Jagung Bakar.

Sebagai pendatang terbaru  di Surabaya, yang baru dilaunching tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2010 lalu, namun Jagung Bakar yang satu ini telah menunjukkan sisi lain yang berbeda dari Jagung Bakar pada umumnya, selain Jagung Bakar Manis dan Pedas Manis, D’Jagungs menawarkan berbagai macam rasa, diantaranya :

Menu Jagung Bakar
Rasa Coklat Rasa BBQ Rasa Jeruk Rasa Melon
Rasa Keju Rasa Ayam Bakar Rasa Mangga Rasa Durian
Rasa Balado Rasa Sapi Panggang Rasa Cappucino Rasa Leci
Rasa Pizza Rasa Stroberry Rasa Anggur

Harganya sangat terjangkau, hanya dengan Rp.2000 Anda bisa menikmati Jagung Bakar, akan tetapi jika Anda menginginkan Jagung Serut akan dipatok dengan harga Rp.2500 saja.

Rasanya patut dicoba, meskipun tempatnya dipinggir jalan dengan duduk lesehan, namun banyak juga yang berdatangan untuk menikmati suasana malam di kota Surabaya sambil makan Jagung Bakar bersama teman-teman.

D’Jagungs
Jl Taman Apsari (Samping Kantor Pos Simpang)
Buka : Jam 18.00-24.00 WIB

(Surabaya, City Guide)

Reblogged from TMCBlog - Motorcycle News:

Click to visit the original post
  • Click to visit the original post

Bro sekalian, Tahukah bro jika besok ahad 27 mei 2012 sekitar sore jam 16 lewat 18 menit merupakan salah satu momen yang bisa kita digunakan untuk menentukan arah Kiblat . . . kiblat adalah arah yang digunakan oleh umat muslim dalam melaksanakan Sholat . . . Lho kenapa bisa begitu?

Read more… 200 more words

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.353 pengikut lainnya.