Halo Salam Wildlife Pernah mampir ke kabupaten Subang Jawa Barat?Itung-itung Sueto pernah dua kali lewat Kabupaten ini tapi hanya lewat soalnya waktu itu tujuannya Kabupaten Banten dan dari Bandung menuju ke Cirebon. Pada awalnya Subang menjadi jalur alternatif kami menuju Puwakarta terus Karawang. Jalannya yang naik-turun dan berkelok-kelok  sangat seru apabila dilewati malam hari suasana alamnya juag segar mungkin karena letaknya di kawasan pegunungan. Jadi disini kami coba mencari info salah-satu wisata di Subang seandainya kami lewat sini kemudian hari jadi bisa sekalian tour ke tempat wisata di Subang.

Subang county, West Java province, Indonesia

Image via Wikipedia

Nah!Kabupaten Subang ini dilintasi jalur pantura, namun ibukota Kabupaten Subang tidak terletak di jalur ini. Jalur pantura di Kabupaten Subang merupakan salah satu yang paling sibuk di Pulau Jawa. Kota kecamatan yang berada di jalur ini diantaranya Ciasem danPamanukan. Selain dilintasi jalur Pantura, Kabupaten Subang dilintasi pula jalur jalan Alternatif Sadang Cikamurang, yang melintas di tengah wilayah Kabupaten Subang dan menghubungkan Sadang, Kabupaten Purwakarta dengan Tomo, KabupatenSumedang, jalur ini sangat ramai terutama pada musim libur seperti lebaran. Kabupaten Subang yang berbatasan langsung dengan kabupaten Bandung disebelah selatan memiliki akses langsung yang sekaligus menghubungkan jalur pantura dengan kota Bandung. Jalur ini cukup nyaman dilalui dengan panorama alam yang amat indah berupa hamparan kebun teh yang udaranya sejuk dan melintasai kawasan pariwisata Air panas Ciater dan Gunung Tangkuban Parahu.

Penduduk Subang pada umumnya adalah Suku Sunda, yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Namun demikian sebagian kawasan di pesisir penduduknya menggunakan Bahasa Jawa Dialek Cirebon (Dermayon).

Di Subang ini wisata alamnya banyak lo..Di antara rimbunnya perkebunan Teh, diwilayah Selatan, Kabupaten Subang memiliki sumber mata air panas yang terus mengalir di daerah Ciater. Sari Ater merupakan tujuan wisata yang sangat terkenal karena ke-khasan-nya dan ramai pada saat liburan terutama pada saat liburan Hari Raya Lebaran. Sari Ater selain menyediakan kolam pemandian air panas juga memiliki penginapan – penginapan yang dikenal dengan Saung Kabayan sehingga sangat cocok bagi sebuah keluarga yang ingin berlibur. Kemudian juga terdapat klinik kebugaran (Spa) air panas yang letaknya berdekatan dengan obyek wisata Sari Ater. Selain itu Kabupaten Subang memiliki tujuan wisata alam air terjun yang memiliki pemandangan yang cukup indah dimana hingga saat ini belum dikelola secara serius yaitu Curug Cijalu yang terletak di daerah Sagalaherang dan Curug Cileat yang berada di Kecamatan Cisalak.sebelumnya juga ada Gunung berapi Tangkuban Perahu (su: Tangkuban Parahu) yang memiliki keindahan kawahnya dan udaranya yang sejuk. di bagian subang tengah sampai ke barat ada pantai pondok bali yang setiap tahunnya di gelarfestival ruatan laut, di daerah ciasem juga ada pantai kalapa-kalapa tapi tidak begitu ramai pengunjung karena pengetahuan masyarakat yang kurang. dan di daerah blanakan ada tempat penangkaran buaya, di sana kita bisa melihat buaya dari yang masih bayi sampai ke buaya yg tertua.

Kali ini kami kutip Curug Cijalu saja. Menurut cerita, sebelum diberi nama Cijalu, curug itu biasa disebut Curug Cikondang. Namun ketika seorang pendekar (jawara) datang ke daerah ini ketempat tersebut yang dipercaya oleh masyarakat sekitar mempunyai taji/jalu (siih dalam bahasa Sunda). Sehingga tersebarlah berita bahwa di tempat itu tinggal seorang yang digjaya yang mempunyai taji/jalu. Akhirnya nama Cikondang diubah menjadi Cijalu, Nama ini perpaduan antara dua kata cai dan jalu (bahasa Sunda).

Curug Cijalu memiliki ketinggian lebih dari 70 meter dengan tumpahan airnya mengalir deras membelah bukit di puncak Gunung Sunda, sekitar 1300 meter di atas permukaan laut,  Curug Cijalu ditemani oleh air terjun lain yang dikenal dengan nama Curug Perempuan yang terletak sekitar 100 meter sebelum Curug Cijalu.

Suasana yang asri dan indah, serta didukung dengan berbagai fasilitas tempat yang cukup memadai. Curug cijalu merupakan salah satu tempat ideal bagi para wisatawan yang menyukai  kegiatan berkemah.  Dengan suasana alam yang masih bersih, rimbunan pohon yang menutupi sebagian daerah curug serta kicauan burung yang bernyanyi tiada henti membuat kondisi panorama alam disekitar tempat ini benar-benar terlihat asri, sejuk dan menyegarkan. Sangat tepat untuk dijadikan sebagai salah satu tempat dalam perjalanan agenda tujuan wisata anda bersama keluarga tercinta di Kabupaten Subang Jawa Barat.

Lokasi

Berjarak 37 Km dari kota Subang ke arah Selatan (1 jam perjalanan) atau sekitar 50 km dari Kota Bandung kearah utara (1,5 jam perjalanan).  Sekain itu juga dapat dicapai melalui Purwakarta kurang lebih 25 km ke arah Wanayasa.  Kondisi jalan, umumnya beraspal dan hanya sebagian kecil yang masih berupa jalan batu, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Jika dari arah Wanayasa (di jalan taya yang menghubungkan Subang dan Purwakarta) sekitar 5 km setelah pasar Wanayasa, tepatnya di pangkalan ojek Kampung Legok Barong, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes ambil belokan kanan memasuki jalan desa ke arah Desa Cipancar.  Jarak Curug Cijalu ini dari pangkalan ojek tersebut sekitar 4 km.  Jalan masuk ke curug ini sudah ditandai plang dan petunjuk arah yang jelas.

Curug Cijalu yang sesungguhnya memang tak terlalu jauh dari bumi perkemahan. Sekitar satu kilometer di sebelah timur. Namun, karena diapit dua punggungan memanjang dan terjal, serta terlindungi oleh hutan yang mengagumkan, air terjun itu tak banyak diketahui para wisatawan.

Curug Cijalu ini berada dalam kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang yang sesungguhnya lebih pantas disebut Cagar Alam Gunung Sunda yang memiliki luas 2 Ha dan termasuk di hutan produksi blok Cijengkol KPH Bandung Utara, BKPH Wanayasa, RPH Tangkuban Perahu.  Konfigurasi lapangan umumnya bergelombang dengan curah hujan 2.700mm/th dan suhu udara berkisar 18-26C.

Hanya sepasang air terjun yang tumpahan airnya mengalir deras membelah bukit di puncak Gunung Sunda, sekira 800 meter di atas permukaan laut.

Transportasi

Sarana transportasi umum yang ada adalah ojek atau colt carteran dari Wanayasa.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Purwakarta naik angkot 01 jurusan Pasar Rebo.  Selanjutnya dari Pasar Rebo ini disambung dengan elf jurusan Wanayasa.

Setelah itu memasuki ke perkebunan teh dan kina yang langsung berbatasan dengan kawasan objek wisata.  Selanjutnya di tengah kebun teh sekitar 500 m sebelum
sebelum pintu gerbang bumi perkemahan, akan ditemui sungai dangkal melintang memotong jalan.  Inilah Sungai Cijalu yang mengalir dari hulu Curug Cijalu.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di lokasi wana wisata ini adalah pos jaga, tempat parkir, shelter, tempat sampah, jalan setapak, tempat duduk, mushola dan instalasi air.  Juga terdapat pula lapangan sebagai areal untukcamping bagi para pengunjung. Bagi Anda yang berjiwa petulang sebaiknya datang kesini tak hanya melihat dan berenang, namun juga menginap 1-2 malam untuk merasakan malam disini sehingga akan merasakan sensasi yang luar biasa.

Berikut Videonya dan Selamat Travelling.

About these ads