Tim Sueto Ekspedisi G. Kelud

Yup kali ini artikel Sueto menceritakan perjalanan touring ke G. Kelud…..Perjalanan 2009 ini yang bisa dibilang agak santai, singkat, bermomentlah…pagi2 sekitar jam 5 pagi kami 4 orang sudah bersiap berangkat menuju G.Kelud dari home base tombz raider di sidoarjo….tarik cepat kami melewati jalur Sidoarjo-Tulangan-Mojosari-Jombang-Pare-Ngancar-Blitar-G.Kelud(masih masuk kabupaten Kediri)..soalnya pernah nyoba lewat batu kok tambah jauh…sekitar jam 6 kami pun nyampe di pare dan sarapan pecel kediri..setelah itu perjalanan kembali diteruskan langsung ke G.Kelud berangkat jm7 dari Pare nyampe sekitar jam 8 lebih di pos masuk wisata G. Kelud sambil melepas lelah kami pun main2 dulu di sekitar taman masuk..menunggu beberapa pengunjung berdatangan juga supaya g  kami sendiri.

gerbang pintu masuk

….kelihatan pengunjungnya sudah ramai kami pun masuk beli tiket murah meriah..langsung masuk dan menyusuri jalur aspal yang berliku-berliku…kami pun sempat berfoto-foto sesambil perjalanan menuju puncak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akhirnya kami nyampe di tempat wisata G.Kelud parkir motor dulu..langsung bersiap packing jalan-jalan lihat objek wisata…Sebelum menuju kawasan kawah anak G.Kelud kami melewati terowongan yang panjang kurang lebih 150meterenlah tanpa penerangan…ha2..kelihatannya bahaya klu ad yang colak-colek!!!(Terowongan Ganesha dibuat untuk menembus Puncak Gajah Mungkur Gunung Kelud sepanjang hampir 200 m yang dibangun untuk menuju ke mulut kawah. Konon dibangun pada tahun 1940 oleh Jepang, namun ada yang mengatakan baru dibangun pada tahun 1951).

menyusuri terowongan

Setelah keluar terowongan…wah!!!ini toh yang namanya kawasan G.Kelud..Sejak ada kejadian 5 November 2007 jalur untuk menuju ke kawah kubah lava di gembok agar tidak ada wisatawan yang mendekat…soalnya keadaannya masih berbahaya. Kubah lava sendiri berdiameter 100m dan tingginya 200meter…G. Kelut(1.731m) sering disalahtuliskan menjadi Kelut yang berarti “sapu” dalam bahasa Jawa dan dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet adalah sebuah gunung berapi di Jawa Timur, Indonesia, yang masih aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Blitar, kira-kira 27km sebelah timur pusat kota Kediri.

Kalu dari cerita warga sekitar G. Kelud terbentuk dari sebuah pengkhianatan cinta seorang putri bernama Dewi Kilisuci terhadap dua raja sakti Mahesa Suro dan Lembu Suro. Dengan kesaktian Mahesa Suro dan Lembu Suro, sayembara yang diadakan Dewi Kilisuci disanggupi. Setelah berkerja semalaman, kedua-duanya menang dalam sayembara.  Permintaan terakhir Dewi Kilisuci akhirnya mampu menjebak  keduanya di dalam sumur dan matilah Mahesa Sura dan Lembu Sura. Tetapi sebelum mati Lembu Suro sempat bersumpah dengan mengatakan “Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan dan Tulungagung menjadi danau. Dari legenda ini akhirnya masyarakat lereng Gunung kelud melakukan sesaji sebagai tolak balak supah itu yang disebut Larung Sesaji. Acara ini digelar setahun sekali pada tanggal 23 bulan sura oleh masyakat Sugih Waras.

Di G.Kelud ini juga ada cerita misteri jalan bermagnet tapi sebenarnya cuman ilusi geologi alam. Panjangnya tidak sampai 100 m, berada di jalur utama menuju obyek wisata gunung Kelud. Tepatnya di desa Sugihwaras, kecamatan Ngancar, kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penggal jalan ini oleh masyarakat setempat dikenal sebagai jalan misteri. Pasalnya, jalan itu terlihat naik tapi semua kendaraan yang berhenti di atasnya mendadak bisa bergerak sendiri ke arah naiknya jalan.  Penggal jalan yang dikenal sebagai jalan misteri itu merupakan penggal jalan paling lebar dibanding lainnya. Rupanya pihak pengelola taman wisata gunung Kelud sudah mengantisipasi karena di situlah biasanya para wisatawan bergerombol ingin membuktikan sendiri adanya jalan “naik tapi turun” (atau, jalan turun tapi terlihat naik?). Di atas permukaan aspal jalan juga ada dibuat garis bercat putih sebagai tanda batas dimana “misteri” itu bekerja.

Berlanjut lagi ke perjalanan setelah menyusuri kawasan kubah lava dan pendopo atas..akhirnya kami pun kembali menuju parkiran motor bersiap kembali pulang…sebenarnya masih ada satu kawasan wisata lagi yaitu sumber air panas yang jaraknya sekitar 400meter dari parkiran..tetapi karena waktu itu langit sudah mulai mendung dan gerimis kami pun langsung balik ke parkiran…Ndelalah kok ada arena Flying Fox dan ATV anak2 pun terpacu untuk mencoba Flying Foxnya…Untuk menikmati flying fox dengan jalur bentang sepanjang 100 meter ini pengunjung dikenakan tarif Rp. 10.000,- sekali luncur termasuk diantar kembali ke tempat luncur awal dengan dibonceng sepeda motor. Setelah Ishoma juga kami pun kembali ke Surabaya tapi mampir ke Kediri dulu baru pulang deh…Huh akhirnya kesampaiyan juga setelah 3x gagal menuju G.Kelud. Coba dulu-dulu juga datang waktu sebelum ada kubah lava pasti tambah bagus juga…Tapi yang penting sampailah!!ha2! foto2 nya dibawah sini..