Tim Grajagan

Yuhuuu…Kali kami meneruskan perjalanan dari part1 menuju pantai Grajagan..dari Glenmore ke Grajagan membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 1jam lebih..ini yang ngajak kami juga agak kesasar-sasar tapi yang penting nyampailah kami di pantai…

Glenmore-Grajagan

 

Pantai Grajagan terletak kurang lebih52 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi. Posisi pantainya yang strategis membuatnya menjadi pintu gerbang menuju ke Plengkung(G-Land) Disekitar Pantai Grajagan banyak terdapat goa buatan yang terletak pada ketinggian sehingga kita dapat mengawasi seluruh kawasan. Sepanjang pantai selatan Banyuwangi memang menjanjikan keindahan alamnya yang tiada tara terutama deretan gunung-gunung, perkebunan, pantai, dan lautan yang terbentang luas dari hamparan Samudera Hindia. Diantaranya pantai Grajagan, Plengkung dan pantai lainnya yang ada di TNAP. Grajagan sangat ideal sebagai tempat transit atau sebagai pintu gerbang untuk menuju ke Pantai Plengkung.  Disamping lokasinya tidak terlalu jauh untuk menuju ke TNAP, Grajagan juga sangat indah dan jauh dari kebisingan kota. Dari Grajagan untuk menuju ke Plengkung dibutuhkan waktu sekitar dua jam dengan menyusuri pantai menggunakan perahu sewa, perjalanan itu ternyata hampir sama bila kita menggunakan mobil dengan melewati jalan darat. Hal itu disebabkan jalan makadam menuju keTNAP, kondisinya sangat buruk sekali.

Sambil menikmati panorama pantai, pengunjung bisa melihat-lihat ragam obyek yang ada di kawasan seluas 314 hektar ini, antara lain Goa Coko, petilasan, Goa Sriwulan, jembatan gantung peninggalan masa lalu, puradan Batu Kuluk Minak Kuncar.

Di sekitar pantai ini juga terdapat bermacam obyek yang menyajikan pesona tersendiri. Ada Pantai Peturon yang setiap hari ramai karena sebagai tempat para nelayan menurunkan hasil tangkapannya. Di Peturon, wisatawan bisa berbelanja ikan segar langsung dari nelayan, atau langsung dibakar dan dimakan di tepi pantai.

Dari gardu pandang di puncak bukit, wisatawan bisa menikmati panorama laut bebas berpadu dengan bukit-bukit yang sangat indah. Pemandangan itu juga dapat dinikmati dari tiga buah goa buatan Jepang. Pagi hari, dari Goa Jepang ini pengunjung bisa menyaksikan perahu-perahu nelayan yang berangkat membelah laut lepas untuk mencari ikan. Perahu-perahu itu tersebar di berbagai sudut pandang sehingga menambah keindahan saat memandang ke laut lepas.

Yang tak kalah menarik, wisatawan dapat berperahu sambil memancing di antara keindahan alam sepanjang pantai hingga ke Plengkung. Bila anda beruntung, selama berperahu anda akan menjumpai ratusan burung migran yang indah beterbangan di atas pantai.

Mengunjungi wanawisata Grajagan terasa sungguh mengasyikan dengan segala pesona alam yang mengitarinya. Obyek wisata ini unik karena merupakan perpaduan wisata pantai dan hutan yang ditumbuhi aneka pepohonan dan vegetasi alam, seperti hutan jati, sonokeling, fikus, walikukun, lamtoro gung, randu alam, bambu-bambuan, ketangi, bungur dan bakau.

Grajagan dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melancong ke TNAPdengan menggunakan perahu. Kawasan seluas 314 hektar ini berada di hutan KPH Banyuwangi Selatan, tepatnya di petak 111 BKPH Curahjati atau secara administratif pemerintahan terletak di desaGrajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Wanawisata ini dikelola oleh Kesatuan Bisnis Mandiri – Wisata, Benih dan Usaha lainnya (KBM-WBU) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Di Wanawisata Grajagan, juga tersedia fasilitas berupa penginapan. Pengunjung yang ingin bermalam untuk menikmati keheningan alam dengan paduan deburan ombak yang menggebu tidak perlu khawatir, dilokasi wisata ini terdapat 10 kamar dan 2 rumah berbentuk bungalow yang menghadap kearah laut. Tarifnyapun sangat variartif dan terjangkau antara 100 ribu – 150 ribu. Pelayanan di Wanawisata ini juga non stop selama 24 jam. Tetapi wisatawan yang datang di tempat ini kebanyakan hanya wisatawan lokal, jarang sekali turis bermalam disini, Namun demikian tempat ini tetap layak untuk dijadikan sebagai tempat transit bagi turis yang ingin ke TNAP, imbuhnya.

Setelah menikmati keindahan Wanawisata Grajagan dan keunikan Silvofishery, kurang lengkap rasanya bila tidak sekalian mengunjungi Wanawisata Watu Dodol. Wanawisata yang terletak di kawasan KPH Selogiri, BKPH Ketapang, KPH Banyuwangi Utara ini menyuguhkan keindahan panorama alam yang merupakan perpaduan antara hutan, gunung, tebing, flora dan fauna serta pantai. Obyek wisata ini ditandai dengan adanya sebuah batu besar setinggi lebih kurang 7 meter, diameternya sekitar 3 meter, yang berdiri kokoh secara alami di tengah jalan dekat pantai.

Wanawisata dengan ketinggian antara 10-15 dpl ini menyimpan aneka flora dan dihuni bermacam satwa. Selain tumbuhan khas hutan yang dikelola Perum Perhutani, terdapat pula kembang kuning, laban dan suren. Sementara satwa yang menghuni kawasan ini adalah kera dan lutung berbagai jenis, kijang, anjing ajag, burung rangkok, elang putih, serigala dan ayam bekisar.

Selain itu, ada banyak peninggalan yang memiliki nilai sejarah masa silam, seperti goa Jepang, petilasan Syekh Maulana Ishak dan puterinya, danmakam Patih Mangun Buyut Ringsan serta puterinya yang dikeramatkan oleh sebagian orang untuk mengadu dan berdoa minta berkah.

Terdapat lima goa peninggalan Jepang di puncak bukit. Konon, goa itu dulunya berfungsi sebagai tempat pengintaian, perlindungan, penyimpanan dan lalu lintas distribusi senjata oleh tentara Jepang. Satu dari lima goa itu bahkan tembus pandang, sehingga dapat dipakai untuk melihat panorama laut dan Pulau Bali.

Kawasan wisata ini cocok digunakan untuk arena panjat tebing, tracking atau outbond. Area ini juga sering digunakan sebagai tempat penyelenggaraan lomba menggambar bagi anak-anak. Rencananya, tempat ini akan dibuka untuk berbagai kegiatan lomba, seperti lomba burung. Juga akan dilengkapi dengan kolam pemandian dan penginapan bila studi kelayakannya memenuhi syarat. Air untuk kolam renang itu nantinya akan diambilkan dari sumber air yang terdapat di kawasan ini.

Wanawisata yang terletak di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi ini sangat strategis, karena berada di pintu gerbang kota Banyuwangi, juga dekat dengan Pelabuhan Ketapang, sekitar 5 km. Perum Perhutani juga berencana untuk menjadikan tempat ini sebagai pusat informasi wisata di Banyuwangi.

Wuih akhirnya setelah bersenang-senang sepuasnya di area Grajagan kami pun pulang ke Glenmore singgah lagi semalam pagi nya bengkel dewe nyetel motor biar fit waktu pulang…akhirnya pun balik lagi deh ke Surabaya..Next Sueto pasti membahas perjalanan yang ke Taman Nasional Alas Purwo(TNAP)…

para surfer latihan

Pingin...