Archive for Januari 7, 2011


Yogya Tour(Sueto) Part1


Tawangmangu Fog

Wosh….Perjalanan kali ini Tour menuju yogya…rencana nya waktu itu kedapetan event di yogya…..sembari liburan mampir kerumah temen yang ada di solo…dari Sidoarjo berangkat deh pamitan dulu sama ortu plus pacar…pokoke berangkatny siangan sekitar jm1an..ditengah perjalanan mikir-mikir pingin nyambangi Sarangan dan Tawangmangu…Jadi rute yang tak lewati Sidoarjo-Mojosari-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Caruban-Madiun-Magetan-Sarangan-Tawangmangu-Solo-Yogya…..

Setelah sampai kabupaten Magetan riding style diubah posisi santai sambil menikmati indahnya pemandangan kanan-kiri sampai telaga Sarangan…masih seperti dulu g ada yang berubah plink y perbaikan jalan…Nah iki informasinya tentang telaga Sarangan..

Telaga Sarangan yang juga dikenal sebagai telaga pasir ini adalah sebuah telaga alami yang terletak di kaki Gunung Lawu, di Kecamatan PlaosanKabupaten MagetanJawa Timur. Berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan. Telaga ini luasnya sekitar 30 hektar dan berkedalaman 28 meter. Dengan suhu udara antara 18 hingga 25 derajat Celsius, Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.

Telaga Sarangan merupakan obyek wisata andalan Magetan. Di sekeliling telaga terdapat dua hotel berbintang, 43 hotel kelas melati, dan 18 pondok wisata.Di samping puluhan kios cendera mata, pengunjung dapat pula menikmati indahnya Sarangan dengan berkuda mengitari telaga, atau mengendarai kapal cepat.Fasilitas obyek wisata lainnya pun tersedia, misalnya rumah makan, tempat bermain, pasar wisata, tempat parkir, sarana telepon umum, tempat ibadah, dan taman.

Keberadaan 19 rumah makan di sekitar telaga menjadikan para pengunjung memiliki banyak alternatif pilihan menu. Demikian pula keberadaan pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai suvenir telah memberikan kemudahan kepada pengunjung untuk membeli oleh-oleh. Hidangan khas yang dijajakan di sekitar telaga adalah sate kelinci.

Magetan juga tertolong dengan adanya potensi industri kecil setempat yang mampu memproduksi kerajinan untuk suvenir, misalnya anyaman bambu, kerajinan kulit, dan produk makanan khas seperti emping melinjo dan lempeng (kerupuk dari nasi).

Telaga Sarangan juga memiliki layanan jasa sewa perahu dan becak air. Ada 51 perahu motor dan 13 becak air yang dapat digunakan untuk menjelajahi telaga.

Telaga Sarangan memiliki beberapa kalender event penting tahunan, yaitu labuh sesaji pada Jumat Pon bulan Ruwah, liburan sekolah di pertengahan tahun, Ledug Sura 1 Muharram, dan pesta kembang api di malam pergantian tahun.

Pemkab setempat tengah membuat proyek jalan tembus yang menghubungkan Telaga Sarangan dengan obyek wisata Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar. Proyek pelebaran dan pelandaian jalan curam yang menghubungkan dua daerah tersebut diharapkan selesai tahun 2007.

Obyek wisata ini dapat ditempuh dari Kota Magetan; dan lokasinya tak jauh dengan Air Terjun Grojogan SewuTawangmangu (Kabupaten KaranganyarJawa Tengah).

Pemkab Magetan juga ingin mengembangkan Waduk Poncol (sekitar 10 kilometer arah selatan Telaga Sarangan) sebagai obyek wisata alternatif.

foto2 dulu deh….

Waduk Poncol

Waktu Tour keSarangan Zaman SMA

Terusin Tawangmangu…agak kaget sech ternyata jalannya g sengeri dulu waktu kesini..sudah jauh lebih bagus aspalnya pun masih baru..ini sekitar 2010 bulan2 awal..tapi dinginnya tetep apalagi lewat sana pas waktu ujan…BBBrrrr..kabutnya tebal banget lagi akhirnya mampir ngopi dulu dech di warkop pinggir jalan…Sedikit info Tawangmangu nih..

Tawangmangu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten KaranganyarJawa Tengah. Kecamatan ini ternama karena merupakan daerah wisata yang sangat sejuk.

Tawangmangu dikenal sebagai obyek wisata pegunungan di lereng barat Gunung Lawu yang bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama sekitar satu jam dari Kota Surakarta (Solo). Tempat ini sejak masa kolonial Belanda telah menjadi tempat berwisata. Obyek tujuan wisata utama adalah Air Terjun Grojogan Sewu (tinggi 81 m). Di tempat tetirah ini tersedia berbagai sarana pendukung wisata seperti kolam renang dan berbagai bentuk penginapan. Dari Tawangmangu dapat dimulai pendakian ke puncak Gunung Lawu (Pos Cemorokandang).

Tawangmangu, hanyalah sebuah kota kecil di lereng Gunung Lawu terletak di kawasan Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah berbatasan dengan Propinsi Jawa Timur. Tawangmangu berada pada arel pegunungan yang subur dikelilingi oleh hutan dan perbukitan. Namun demikian kota kecil ini telah terkenal hingga ke manca negara karena kawasan ini merupakan obyek pariwisata yang cocok untuk dijadikan pilihan saat berlibur maupun berdarma wisata.

Selain udaranya yang sejuk, keindahan alam disekitarnya tidak kalah menarik dengan kawasan lain di indonesia, terlebih lagi didaerah ini terkenal dengan produksi pertanian penghasil sayur mayur selain dari keberadaan obyek wisata Air Terjun Grojokan Sewu. Tawangmangu sendiri telah menjadi pilihan bagi orang-orang perkotaan untuk membangun villa-villa, maupun berinvestasi dengan mendirikan hotel-hotel & penginapan.

Untuk mendukung kemudahan dalam mengakses daerah ini, pemerintah telah mengusahakan perbaikan jalur transportasi dengan melakukan perawatan jalan dan pembangunan jalan baru lintas propinsi dari Tawangmangu sendiri yang berada di Jawa Tengah ke arah Magetan Jawa Timur. Dan sampai dengan saat proses pembangunan jalan masih terus berlangsung melewati perbukitan dan melintas di tengah-tengah lahan pertanian yang asri dengan pemandangan elok di kiri dan kanan sepanjang jalan baru ini. Selain pembangunan jalan, pemerintah juga telah melakukan Rebuilding secara total Pasar Tawangmangu yang tadinya berupa pasar tradisional yang kumuh, kini telah berupa bangunan megah Pasar Wisata, diharapkan dengan rehabilitasi pasar ini para wisatawan yang datang ke Tawangmangu dapat dengan mudah dan leluasa untuk berbelanja segala macam jenis oleh-oleh, maupun hasil bumi dengan lebih nyaman. Untuk itu jangan lewatkan kesempatan anda untuk berkunjung ke Tawangmangu. Ada beberapa lokasi yang sering menjadi lokasi tujuan wisatawan domestic maupun mancanegara, baik yang ada di Kecamatan Tawangmangu sendiri maupun daerah lain di sekitarnya yang dekat dapat diakses dari Tawangmangu, yaitu :

1. Grojongan Sewu

2. Air Terjun Pringgodani

3. Puncak Lawu

4. Sentra Tanaman Hias (Desa Nglurah)

5. Bumi perkemahan

6. Flying Fox

 


aspal baru

Puncak lawu

Drizzly Weather

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terus perjalanan saya terusin deh melewati kabupaten Karanganyar…terus menuju Solo…Wush..melewati jalan yang berliku-liku seru deh pokoknya lewat sini…

Iklan

Sebelumnya Ronny Lukito sudah dikenal sebagai seorang pengusaha  sukses dan mumpuni dalam industri tas. Dia adalah pemilik brand tas  Export dan Bodypack. Dibalik usahanya, Ronny ternyata juga seorang  petualang yang suka keluar-masuk hutan. Kegiatan ini kemudian  membuat Ronny dan Mamay menjadi akrab.

“Saya kenal dengan Ronny itu waktu masuk hutan. Ronny yang hobi  berburu, dan saya sebagai penyuplai peluru” jelas Mamay.    Mengetahui bahwa Mamay Salim adalah seorang petualang yang  memiliki profesi sebagai pemanjat tebing, lalu Ronny mengajak  Mamay untuk bekerjasama dan saling melengkapi untuk  mengembangkan sebuah produksi tas. Menurut Kang Mamay, awal mulanya Ronny memiliki ide untuk menciptakan tas khusus bagi kaum laki-laki.

Tas yang dibuat itu khusus untuk para laki-laki petualang” jelas Mamay.   Kerjasama mereka dimulai dengan fasilitas yang sangat terbatas pada saat itu, Eiger hanya mampu memproduksi tas saja dengan dua mesin jahit yang sederhana di Jalan Cihampelas No. 22 Bandung, lokasi yang kini menjadi kantor pusat Eiger.

Waktu itu masih sangat terbatas kita memproduksi tas Eiger ini. Tapi ternyata banyak yang suka!” ungkap Mamay. Selain itu salah satu promosi awal produk tas Eiger dilakukan dengan cara “nebeng” pada tas produk export. Kang Mamay menuturkan bahwa pada waktu itu nama Eiger ditempelkan pada  tas Export yang didisain untuk laki-laki.

Kini Eiger dikenal sebagai perusahaan yang memfokuskan pada bidang manufacturing dan retailing dari berbagai macam peralatan petualangan.  Pemilik perusahaannya adalah Ronny Lukito. Sementara Kang Mamay menjabat sebagai konsultan teknis dan konsultan bisnis.

“Waktu itu Ronny bertanya pada saya ‘apa nama yang cocok untuk produk ini, May?’ saya bilang saja Eiger.” ujar Mamay sambil tersenyum.

Esensi Produk Eiger


Logo Eiger dicetuskan oleh Ronny Lukito. Dalam logo itu dunia digambarkan sebagai lingkaran besar terluar dan berwarna biru. Sementara itu segitiga berwarna biru berarti adventure atau petualangan dan warna dasar yang berwarna merah diartikan sebagai semangat. Dengan demikian, filosofi logo eiger mempunyai arti “The spirit of adventure world.”

Selain filosofi, Eiger juga memiliki prinsip untuk tidak memproduksi tas yang asal jadi saja. Meskipun begitu, tas yang baik tidak hanya terlihat bagus dari model luarnya saja. Menurut Mamay Salim esensi konsep produk-produk Eiger adalah Functional, Durabillity,Comfortable.

“Fungsional ini agar tas yang kita produksi bisa berguna sesuai dengan kebutuhannya. Durable untuk keamanan pada barang yang dibawa, kekuatan jahitan pada tas tidak boleh secara asal kuat saja dan tentunya Comfortable, adalah kenyaman bagi pemakai tas eiger ini. “ jelas Mamay.

“Kualitas harus selalu diutamakan. Satu garis pada tas Eiger ada 26 tangan penjahit. Jika ada barang yang cacat sedikit saja, itu pasti langsung dibuang dan bukan didaur ulang. Terkadang banyak produsen tas yang hanya memikirkan corak dan model tas saja, tetapi sebenarnya tulang punggung dan pundak dari pemakai tas juga harus dipikirkan” lanjutnya.

Kini selain memproduksi tas untuk para penggiat alam bebas, Eiger juga menciptakan tas Rucksacks, Daypacks, Shoulder bags, Waist bags, Travel bags, Lumbar bags, Hydro pack System, Dry bags, Biking Bags, Laptop bags, Multi purpose bags, dll untuk para konsumennya. Dari tas kecil hingga tas besar dengan bermacam-macam fungsi dan kegunaanya  berhasil diproduksi  Eiger berkat esensi produk yang mereka miliki.


Ronny Lukito, pengusaha tas terbesar di Indonesia dulunya adalah seorang anak dari keluarga yang memprihatinkan. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada. Di masa remajanya Ronny tinggal di Bandung. Dia adalah sebuah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri ataupun perguruan tinggi swasta favorit, dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah). Sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi swasta terfavorit di Bandung, namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena terbentur masalah keuangan.

Semenjak bersekolah di STM Ronny terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik kecil, diikat dengan karet dan kemudian dia jual ke rumah-rumah tetangga dengan sepeda motor miliknya. Masa remaja Ronny di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan dan kerja keras yang jauh dari kehidupan serba ada.

Lahir pada 15 Januari 1962, Ronny adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Ia satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga pasangan Lukman Lukito – Kumiasih. Ronny berdarah campuran Buton, Sumatera dan Jakarta itu mempunyai orangtua yang menyambung hidup dengan cara berjualan tas.

“Saya masih ingat pada waktu itu orangtua saya punya toko kecil berukuran 2.5 x 14m. Toko tersebut diberi nama Nam Lung, khusus menjual tas. Itu satu-satunya toko di Kota Bandung yang khusus menjual tas. Waktu itu kebanyakan pedagang membuka toko kelontong yang jual macam-macam barang. Jadi jarang-jarang yang hanya jual satu macam barang seperti ayah saya,” kenang Ronny.

Tas-tas yang dijual toko ayah Ronny merupakan produk-produk dari perusahaan lain dan ada juga hasil jahitan sendiri. Waktu itu orangtuanya hanya punya satu mesin untuk membuat tas.

Saat masih remaja sebenarnya Ronny tak berpikiran untuk menjadi pengusaha. Ayahnya pun tak pernah mengarahkan Ronny agar menjadi pengusaha. Namun setamat STM, ia harus berpikir realistis dalam melihat perekonomian keluarga. Ia kan memprioritaskan membantu orangtuanya jualan di toko.

Sejak tahun 1976, ketika Ronny duduk di bangku STM, toko ayahnya tersebut mulai menjual tas hasil karya sendiri. Saat itu merek tas produknya bernama Butterfly. Nama ini diambil dari merek mesin jahit buatan China yang mereka pakai. Ronny sendiri membantu membeli bahan ke toko tertentu atau mengantarkan barang dagangan ke pelanggan mereka. Malahan, sebelum berangkat sekolah, Ronny jualan susu. Setelah pulang sekolah, Ronny kerja di bengkel motor sebagai montir.

Ia belajar mendengar dan membaca produk apa yang diminati oleh pelanggan Matahari. Ia bertekad menggenjot pertumbuhan bisnisnya. Awalnya omzet totalnya di Matahari Rp 300 ribu sedangkan kompetitornya sudah jutaan rupiah. Awalnya pasar yang digarap adalah Bandung dan sekitarnya dulu.

Ronny terjun sendiri ke daerah-daerah untuk mencari mitra-mitra pengecer baru guna membuka pasar baru. Ia rajin keliling daerah. Dia membuang kemalasan dan sadar bahwa masa depannya ditentukan pada momen itu. Dia berangkat ke kota-kota lain untuk mempromosikan dan membangun jaringan pemasaran.

Walaupun masih dalam tahap awal memulai usaha, ia merasa tidak begitu menguasai pengetahuan dunia usaha dan pemasaran sehingga ia putuskan untuk menggunakan jasa seorang konsultan. Ronny banyak belajar secara privat mengenai pengetahuan manajemen dan juga mengambil kursus manajemen keuangan. Bila ada seminar atau kursus yang menurutnya bagus, Ronny juga berusaha untuk menghadirinya. Membaca buku-buku yang relevan untuk pengembangan diri juga terus dilakukan.

Setelah menikah tahun 1986, dia merekrut marketing professional. Dengan perjuangan yang gigih dan tak mengenal lelah, dia mengetahui peluang pasar karena dia tahu persis luar dalam bisnis tas ini termasuk hal-hal di lapangan, dia tahu kendala apa saja dan lika liku di lapangan. Akhirnya cita-cita Ronny untuk menjadi pemain terbesar di dalam bisnis tas tercapai.

Mulai dari Matahari, Ramayana, Gunung Agung, Gramedia, dan dept. store besar lainnya menjual produk Ronny seperti Eiger, Export atau Bodypack. Kalangan praktisi bisnis tas pasti tahu bahwa kini B&B Inc. milik Ronny merupakan salah satu perusahaan nasional terbesar.

Tak berhenti di situ, sekarang perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain seperti dompet, sarung handphone, dan berbagai jenis produk lain. Salah satu kebiasaan Ronny yang baik adalah kemauannya untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia tak merasa malu atau gengsi untuk bertanya bila memang ia tidak tahu. Dengan cara inilah dia bisa berkembang dan sukses sampai sekarang.


Dunia parawisata mengenal banyak istilah untuk pelaku wisata baik dari jenis wisata maupun dari segi jumlah wisatawan. Istilah Backpaking atau backpacker sebagai subjek adalah istilah umum yang diberikan pada wisatawan yang berpergian dengan menggunakan Back pack , tas yang di gendong di punggung atau Ransel. Turis backpacker umumnya mempunyai ciri-ciri yang membedakan turis jenis ini dengan turis lainnya.

Salah satu nya adalah backpaker umumnya didominasi oleh kaum muda dengan mobilitas yang tinggi yaitu sering berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain, dari suatu daerah ke daerah lain. Karena kebiasaan berpindah-pindah ini maka rasel menjadi pilihan yang sangat praktis. Selain itu Backpacker juga selalu menggunakan hotel atau penginapan yang sederhana dan mereka berwisata ke suatu tempat umumnya tanpa menggunakan jasa Travel Agent atau biro perjalan wisata.

Hal ini sangat berbeda dengan wisatawan jenis Beach Holiday atau Bade Urlaub (bahasa Jerman). Mereka umumnya menginap di suatu hotel berkelas dengan sehari-hari menghabiskan waktu untuk berjemur dan bepergian di sekitar wilayah tersebut tanpa berpindah hotel. Wisatawan jenis ini umumnya menggunakan jasa Travel Agent Overseas atau travel agent lokal.

Ciri khas lainnya, kaum back paker ini jarang sekali datang berkelompok atau dalam sebuah group. Sehingga bila dibedakan dari jenisnya turis ransel masuk dalam kelompok individual tour (FIT) bukan Group Tour (GIT). Sedangkan bila di dilihat dari karakter berwisatanya turis ransel bukan termasuk beach holiday maupun special interest tour, yaitu lebih mirip Round trip (dalam satu pulau) atau overland tour (lintas pulau). Artinya selalu berpindah seperti tour roundtrip/overland tetapi tidak menyenangi satu object tertentu.

Kelompok wisatawan yang tergolong special interest yaitu yang tertarik dan focus hanya pada hal tertentu, misalnya lokomotif tua, gunung api, candi, peninggalan sejarah, jenis pohon dan hewan tertentu. Special interest lebih bersifat ilmiah, hobby atau penelitian. Sedangkan untuk wisatawan roundtrip juga overland tour, program dan akomodasi sudah di atur oleh overseas agent atau lokal agent setempat.

%d blogger menyukai ini: