Sebelumnya Ronny Lukito sudah dikenal sebagai seorang pengusaha  sukses dan mumpuni dalam industri tas. Dia adalah pemilik brand tas  Export dan Bodypack. Dibalik usahanya, Ronny ternyata juga seorang  petualang yang suka keluar-masuk hutan. Kegiatan ini kemudian  membuat Ronny dan Mamay menjadi akrab.

“Saya kenal dengan Ronny itu waktu masuk hutan. Ronny yang hobi  berburu, dan saya sebagai penyuplai peluru” jelas Mamay.    Mengetahui bahwa Mamay Salim adalah seorang petualang yang  memiliki profesi sebagai pemanjat tebing, lalu Ronny mengajak  Mamay untuk bekerjasama dan saling melengkapi untuk  mengembangkan sebuah produksi tas. Menurut Kang Mamay, awal mulanya Ronny memiliki ide untuk menciptakan tas khusus bagi kaum laki-laki.

Tas yang dibuat itu khusus untuk para laki-laki petualang” jelas Mamay.   Kerjasama mereka dimulai dengan fasilitas yang sangat terbatas pada saat itu, Eiger hanya mampu memproduksi tas saja dengan dua mesin jahit yang sederhana di Jalan Cihampelas No. 22 Bandung, lokasi yang kini menjadi kantor pusat Eiger.

Waktu itu masih sangat terbatas kita memproduksi tas Eiger ini. Tapi ternyata banyak yang suka!” ungkap Mamay. Selain itu salah satu promosi awal produk tas Eiger dilakukan dengan cara “nebeng” pada tas produk export. Kang Mamay menuturkan bahwa pada waktu itu nama Eiger ditempelkan pada  tas Export yang didisain untuk laki-laki.

Kini Eiger dikenal sebagai perusahaan yang memfokuskan pada bidang manufacturing dan retailing dari berbagai macam peralatan petualangan.  Pemilik perusahaannya adalah Ronny Lukito. Sementara Kang Mamay menjabat sebagai konsultan teknis dan konsultan bisnis.

“Waktu itu Ronny bertanya pada saya ‘apa nama yang cocok untuk produk ini, May?’ saya bilang saja Eiger.” ujar Mamay sambil tersenyum.

Esensi Produk Eiger


Logo Eiger dicetuskan oleh Ronny Lukito. Dalam logo itu dunia digambarkan sebagai lingkaran besar terluar dan berwarna biru. Sementara itu segitiga berwarna biru berarti adventure atau petualangan dan warna dasar yang berwarna merah diartikan sebagai semangat. Dengan demikian, filosofi logo eiger mempunyai arti “The spirit of adventure world.”

Selain filosofi, Eiger juga memiliki prinsip untuk tidak memproduksi tas yang asal jadi saja. Meskipun begitu, tas yang baik tidak hanya terlihat bagus dari model luarnya saja. Menurut Mamay Salim esensi konsep produk-produk Eiger adalah Functional, Durabillity,Comfortable.

“Fungsional ini agar tas yang kita produksi bisa berguna sesuai dengan kebutuhannya. Durable untuk keamanan pada barang yang dibawa, kekuatan jahitan pada tas tidak boleh secara asal kuat saja dan tentunya Comfortable, adalah kenyaman bagi pemakai tas eiger ini. “ jelas Mamay.

“Kualitas harus selalu diutamakan. Satu garis pada tas Eiger ada 26 tangan penjahit. Jika ada barang yang cacat sedikit saja, itu pasti langsung dibuang dan bukan didaur ulang. Terkadang banyak produsen tas yang hanya memikirkan corak dan model tas saja, tetapi sebenarnya tulang punggung dan pundak dari pemakai tas juga harus dipikirkan” lanjutnya.

Kini selain memproduksi tas untuk para penggiat alam bebas, Eiger juga menciptakan tas Rucksacks, Daypacks, Shoulder bags, Waist bags, Travel bags, Lumbar bags, Hydro pack System, Dry bags, Biking Bags, Laptop bags, Multi purpose bags, dll untuk para konsumennya. Dari tas kecil hingga tas besar dengan bermacam-macam fungsi dan kegunaanya  berhasil diproduksi  Eiger berkat esensi produk yang mereka miliki.