Bagi Anda pengendara motor di ibukota atau kota2 yang sering banjir, siapa sih yang nggak teriak ketika hujan turun dan menggenangi jalan- jalan yang sudah biasa Anda lewati?? Otak kita pasti sudah membayangkan macet, kemungkinan motor mogok, dll. Khususnya para pengendara matik, hujan seperti momok yang ditakuti. Kenapa hujan harus ditakuti? Bukankah hujan memang satu anugerah Tuhan?. Lalu, kenapa sih, para pengendara skutik harus takut dan ekstra khawatir dengan genangan air?? Berikut penjelasannya;

Skutik memiliki ground clearance lebih rendah dari jenis motor lain. Maka ketinggian maksimum genangan air yang boleh dilewati adalah 10cm. Karena bagian bawah tiap skutik dibungkus oleh cover (dek bawah), maka pada saat melewati genangan banjir yang cukup tinggi, air bisa saja masuk ke dalam cover itu dan dalam jumlah yang cukup dapat menimbulkan efek mengambang pada motor. Pada kecepatan tertentu ditambah tingginya genangan air, motor dapat (seakan) mengambang sehingga mengurangi daya cengkraman ban ke jalan. Hal ini berdampak langsung pada terganggunya handling. Bila batas air genangan banjir sudah melebihi boks CVT, resiko kemasukan air sangat besar. Pada beberapa kasus, mungkin hanya menimbulkan efek suara mendecit atau slip beberapa saat setelah melewati banjir. Kalau dibiarkan, sisa air yang mengendap dapat menyebabkan komponen CVT rusak. Jangan lupa, karburator dan lubang knalpot merupakan komponen yang perlu diwaspadai juga. Kalau CVT kemasukan air, motor masih dapat melaju pelan walaupun ada kemungkinan slip. Tapi kalau karburator atau knalpot kemasukan air, efeknya motor bisa langsung mati di tempat. Hal ini dikarenakan kedua peranti tersebut mengarah langsung ke ruang bakar. Itulah sebabnya kenapa lubang knalpot dibuat selalu lebih tinggi dari cover CVT.