macam ban

Bingung mau pake jenis ban with tube (dengan ban dalam) atau ban tubles (tanpa ban dalam)?mendingan kamu baca dulu nih profile dari masing-masing ban.

1.  With tube (dengan ban dalam)
Ban with tube biasanya memiliki bentuk yang agak kotak yang fungsinya memberikan keseimbangan ketika kamu nyelip di antara mobil-mobil, terutama pada kondisi jalan yang lagi macet. Karena bentuknya yang sedikit kotak, ban with tube kurang cocok dan berbahaya buat diajak miring waktu lagi tikungan. Harga ban with tube berkisar antara 100 – 150 ribu, yang dalam kondisi normal bisa tahan sampai 2,5 tahun lebih. Tapi inget loh kondisi ban juga dipengaruhi oleh jarak tempuh dan bagaimana cara kamu memacu motor.
2.  Tubeless (tanpa ban dalam)
Bentuknya yang relatif bulat, cocok buat kamu yang suka melakukan manufer atau cara belok yang cukup ekstrim dalam kecepatan tinggi. Enaknya lagi, ban tubeless gak langsung kempes loh kalau kena paku. Jadi waktu ke tukang tambal ban, kamu tetap bisa mengendarai motor tanpa harus mendorongnya. Harga ban tubelessberkisan antara 200 – 500 ribu. Bahannya lebih tipis dari ban with tube. Untuk pemakaian sehari-hari bantubeless bisa awet sampai 1,5 tahun lebih.
Sedangkan ban “slick” yang tidak mempunyai alur, sebaiknya tidak digunakan untuk jalanan berair atau basah, karena saat melintasi genangan air, ban tidak bersentuhan langsung dengan jalanan, namun “dibantali” dengan genangan air tersebut, sehingga rentan untuk “terpeleset”.
Selain itu, juga terdapat jenis alur bidirectional dan unidirectional. Ban bidirectional dapat digunakan dalam dua arah (orientasi), ke arah depan dan ke belakang. Sehingga motif alurnya cenderung simetris secara vertikal.
Ban ini biasanya didesain untuk penggunaan normal sehari-hari. Sementara ban unidirectional hanya dapat digunakan untuk satu arah (orientasi), tetapi ban jenis ini biasanya memiliki performa yang lebih baik dalam “membuang air”.
Karena di sepeda motor tidak ada kemungkinan memasang roda terbalik, lebih disarankan untuk menggunakan jenis ban unidirectional. Beda halnya dengan kendaraan roda empat, mobil, ban unidirectional cukup merepotkan, karena ban yang sudah terpasang di pelek untuk roda sebelah kanan tidak dapat langsung di gunakan untuk sebelah kiri, karena “arah” ban-nya akan terbalik.
Kasus ini biasanya terjadi pada ban serep. Karena biasanya persediaan ban serep hanya satu, sementara kita tidak dapat memprediksi roda sebelah kiri atau kanan yang akan digantikan.
Buat info tambahan, gak ada salahnya kamu tau soal groove/kembang pada ban nih;
Groove atau kembang pada ban baiknya disesuaikan dengan kondisi jalan yang kita tempuh. Cuaca di Indonesia yang sebentar panas sebentar hujan membuat kondisi jalanan kadang berpasir, kadang berair (becek). Untuk itu, sebaiknya memakai ban dengan groove bertipe composite. Tipe ini memiliki groove horizontal pada sisi permukaan ban dan groove vertikal pada bagian tengah permukaan ban. Fungsi groove horizontal adalah untuk menahan stabilitas motor pada jalan aspal berpasir, sedangkan fungsi groove vertikal adalah sebagai pemecah dan pengalir air pada ban ketika berada pada jalan yang berair (becek).