Archive for April 12, 2011



Mobiado-CPT002-Aston-Martin-Concept-Phone

 

WARWICKSHIRE, KOMPAS.com – Produsen mobil premium, kini  cenderung memproduksi perlengkapan atau gadjet eksklusif buat  penggemarnya. Salah satunya adalah Aston Martin dari Inggris. Perusahaan mobil ini bekerjasama dengan pabrik telepon genggam (hape) mewah asal Kanada, Mobiado untuk membuat “handset” khusus. Kehebatan hape ini: tidak hanya mewah juga canggih. Ciri khasnya, transparan dan direncanakan akan diluncurkan Mei mendatang.

Smartphone dengan desain futuristik ini diberi kode produk CPT002 Aston Martin Concept Phone. Kehebatannya, menggunakan layar sentuh kapasitif dari kristal safir transparan. Untuk mendapatkan penampilan seperti init, Mobiado harus menyertakan langsung baterai, komponen elektronik dan kartu SIM ke dalam hape.

Saat tidak digunakan, hape  dengan sistem operasi Android hanya memperlihatkan logo Aston Martin dan Mobiado, indikator baterai dan kekuatan sinyal provider yang berada di bagian atas. Sedangkan di bagian bawah, berupa titik-titik, mirip pada iPhone, adalah inidkator  untuk memberi tahu bahwa hape ini siap difungsikan (standby).

Keyless
Fitur atau kemampuan menarik dari CPT002 Concept Phone ini, bisa disatukan dengan komputer mobil (Aston Martin tentunya). Karena itu pula, hape pintar ini bisa berfungsi sebagai kunci, sama dengan fitur keyless yang banyak ditawarkan produsen mobil sekarang ini. Tepatnya, untuk membuka pintu, tak perlu repot mencolokkan anak kunci ke lubangnya.

Tanpa perlu mengeluarkannya dari kantung, dan bila pemiliknya dekat dengan mobil, bisa dibuka secara otomatis (hanya menarik pintu). Setelah itu, hape ini juga akan terhubung langsung ke layar informasi mobil.

Lantaran menggunakan sistem operasi Android, hape  ini juga bisa digunakan sebagai GPS yang langsung memperlihatkan lokasi mobil. Fitur jejaring sosial pada hape ini adalah kemampuan mengatur kamera yang disatukan dengan kendaraan, secara periodik membuat foto dan video. Juga bisa memberikan informasi tentang kota yang dilewati dan selanjutnya bisa diunggah ke Twitter dan FaceBook.

Kemampuan menarik lain, setelah diintegrasikan dengan komputer mobil adalah  kinerja akselerometer yang dinilai inovatif. Pasalnya, bila terjadi kecelakaan, akselerometer hape ikut mengoperasikan sistem keamanan pada untuk bekerja lebih efektif. Misalnya, memerintahkan kantung pengaman atau udara bekerja secara berurutan.

Hal yang sama juga diaktifkan untuk sabuk pengaman. Waktu bekerja dan tingkat kekencangan sabuk pengaman menahan tubuh pengemud diatur secara bertahap atau sesuai dengan kecepatahn mobil. Dikabarkan pula, seluruh model Aston Martin, bisa dikawinkan dengan hape mewah dan pintar ini.

Iklan

TROLLHATTAN, KOMPAS.com — Sistem operasi Android Google yang digunakan pada telepon seluler pintar (smartphone) kini sudah merasuk ke sistem infotainment mobil. Alhasil, pengoperasian perlengkapan hiburan di mobil makin mudah: cukup dengan menekan ikon-ikon dan menggeser layar. Hebatnya lagi, berbagai aplikasi memungkinkan mobil dipantau dan diketahui kondisi dari jarak jauh.

Produsen yang sudah mencoba sistem operasi Android untuk mobil adalah Saab dari Swedia. Memang belum dikomersialkan atau dibuat secara massal, namun sudah diperlihatkan ke publik. Tepatnya, sistem infotainment layar sentuh yang diberi nama Saab iQon, sudah dipasang pada mobil konsep terbaru perusahaan tersebut, yaitu PhoeniX.

Mobil yang disebutkan terakhir, penampilannya juga tak kalah menarik, yaitu sport futuristik dengan pintu membuka model gunting, saat ini dipamerkan di Geneva International Motorshow 2011, Jenewa, Swiss.

Bersama modem
Sistem infotainment Saab iQon tersebut dibuat berdasarkan komputer yang sudah disertai dengan modem. Jadi, begitu mesin mobil dihidupkan, otomatis sistem langsung tersambung ke internet. Pengontrolan atau operasionalnya dilakukan melalui layar sentuh 8-inci yang bisa  mengakses “streaming” audio dan video, navigasi online, dan  untuk menyimpan lagu-lagu.

Kehebatan sistem bisa menggunakan aplikasi yang dibuat oleh pihak ketiga. Untuk ini,  Saab menggunakan application programming interface (API). Ya, persis seperti telepon selular pintar dengan sistem operasi Android.

Aplikasi yang dibuat pihak ketiga memperoleh akses bekerja dengan lebih dari 500 sinyal dari berbagai jenis sensor pada mobil. Sensor-sensor tersebut bekerja mengukur kecepatan mobil, lokasi, arah perjalanan goyangan, sudut belok setir, putaran dan torsi mesin, suhu interior dan eksterior, tekanan  udara di sekitar (barometer), sampai posisi matahari.

Dengan menggunakan sistem operasi terbuka  ini—Saab menyebutnya “open innovation“—nantinya sistem  infotainment bisa diperbarui dengan aplikasi terbaru setiap saat, termasuk memanfaatkan sebagai alat komunikasi, telematik, monitor, dan diagnostik. Bahkan, penampilan layarnya bisa disesuaikan dengan selera setiap orang yang mengemudikan mobil.

“Dengan Saab iQon, tidak ada batas untuk melakukan inovasi,” kata Johan Formgren, Kepala Layanan Purna Jual Saab, dan pimpinan proyek komersial untuk iQon. “Kami mengundang komunitas pembuat aplikasi Android global untuk menggunakan imajinasi, keahlian, dan kepintaran mereka,” katanya menambahkan.

Untuk memastikan pengemudi sibuk sendiri dengan mainannya, misalnya “Angry Birds” yang lagingetop sekarang ini, semua aplikasi harus yang akan “ditaruh” di Saab iQon Store dievaluasi dulu.

Dengan cara ini pula, Saab berharap, teknisi dilernya bisa mendiognosis masalah teknis mobil dari jarak jauh, mengetahui data kendaraan, memperbaiki dan memasang opsi atau fitur baru. Ditambahkan, versi infotainment Android yang dipajang Saab sekarang sudah dites, namun masih Beta!

%d blogger menyukai ini: