TROLLHATTAN, KOMPAS.com — Sistem operasi Android Google yang digunakan pada telepon seluler pintar (smartphone) kini sudah merasuk ke sistem infotainment mobil. Alhasil, pengoperasian perlengkapan hiburan di mobil makin mudah: cukup dengan menekan ikon-ikon dan menggeser layar. Hebatnya lagi, berbagai aplikasi memungkinkan mobil dipantau dan diketahui kondisi dari jarak jauh.

Produsen yang sudah mencoba sistem operasi Android untuk mobil adalah Saab dari Swedia. Memang belum dikomersialkan atau dibuat secara massal, namun sudah diperlihatkan ke publik. Tepatnya, sistem infotainment layar sentuh yang diberi nama Saab iQon, sudah dipasang pada mobil konsep terbaru perusahaan tersebut, yaitu PhoeniX.

Mobil yang disebutkan terakhir, penampilannya juga tak kalah menarik, yaitu sport futuristik dengan pintu membuka model gunting, saat ini dipamerkan di Geneva International Motorshow 2011, Jenewa, Swiss.

Bersama modem
Sistem infotainment Saab iQon tersebut dibuat berdasarkan komputer yang sudah disertai dengan modem. Jadi, begitu mesin mobil dihidupkan, otomatis sistem langsung tersambung ke internet. Pengontrolan atau operasionalnya dilakukan melalui layar sentuh 8-inci yang bisa  mengakses “streaming” audio dan video, navigasi online, dan  untuk menyimpan lagu-lagu.

Kehebatan sistem bisa menggunakan aplikasi yang dibuat oleh pihak ketiga. Untuk ini,  Saab menggunakan application programming interface (API). Ya, persis seperti telepon selular pintar dengan sistem operasi Android.

Aplikasi yang dibuat pihak ketiga memperoleh akses bekerja dengan lebih dari 500 sinyal dari berbagai jenis sensor pada mobil. Sensor-sensor tersebut bekerja mengukur kecepatan mobil, lokasi, arah perjalanan goyangan, sudut belok setir, putaran dan torsi mesin, suhu interior dan eksterior, tekanan  udara di sekitar (barometer), sampai posisi matahari.

Dengan menggunakan sistem operasi terbuka  ini—Saab menyebutnya “open innovation“—nantinya sistem  infotainment bisa diperbarui dengan aplikasi terbaru setiap saat, termasuk memanfaatkan sebagai alat komunikasi, telematik, monitor, dan diagnostik. Bahkan, penampilan layarnya bisa disesuaikan dengan selera setiap orang yang mengemudikan mobil.

“Dengan Saab iQon, tidak ada batas untuk melakukan inovasi,” kata Johan Formgren, Kepala Layanan Purna Jual Saab, dan pimpinan proyek komersial untuk iQon. “Kami mengundang komunitas pembuat aplikasi Android global untuk menggunakan imajinasi, keahlian, dan kepintaran mereka,” katanya menambahkan.

Untuk memastikan pengemudi sibuk sendiri dengan mainannya, misalnya “Angry Birds” yang lagingetop sekarang ini, semua aplikasi harus yang akan “ditaruh” di Saab iQon Store dievaluasi dulu.

Dengan cara ini pula, Saab berharap, teknisi dilernya bisa mendiognosis masalah teknis mobil dari jarak jauh, mengetahui data kendaraan, memperbaiki dan memasang opsi atau fitur baru. Ditambahkan, versi infotainment Android yang dipajang Saab sekarang sudah dites, namun masih Beta!