Perjalanan Kami teruskan menuju Cilegon perjalanan sekitar 15-20menit nyampe kota  Cilegon…..Hmm kota yang besar sedikit kaget masak Cilegon ada Cinema 21 Serang sebagai ibu kota tidak ada ha2…Sambil jalan2 dikota menghabiskan malam kami mampir ke foodcourt didaerah komplek KS(Krakatau Steel)

Yahh…sambil melepas lelah di foodcourt di sini juga bisa melihat pemandangan kota Cilegon pada malam hari…malam semakin larut kami pun mulai mengantuk dan bersiap tuk kembali ke Serang sebenarnya masih banyak tempat di Cilegon yang patut dikunjungi  misalnya Bukit Pemancar 

imageDari sini kita bisa melihat pemandangan di kota cilegon dan kawasan industri bahkan rawa danaupun dapat kita lihat dari atas bukit. Udarapagi hari di bukit ini masih segar karena sepanjang perumahanan banyak pohon-pohon besar yang mengitari sepanjang jalan.

Krakatau Junggle Park

imageArena rekreasi di pusat kota ini dikelola olah PT.KIEC yang berada di JL. kalimantan tepat di depan Hotel Permata Krakatu Cilegon. Suasana asri dapat di nikmati bagi keluarga yang ingin berekreasi dekat dengan pusat keramaian kota diwaktu hari libur, di Krakatau Jungle Park terdapat arena Outbond (flying fox, jembatan burma dll),sepeda air, Motor ATV, lokasi memancing ikan air tawar serta camping ground.

Batu Lawang-Merak 
imageBatulawang merupakan sebuah perkampungan yang berada di atas puncak gunung yang berada pada perbatasan kecamatan grogol dan pulomerak berjarak kurang lebih 10 Km dari Merak. Di perkampungan batulawang ini terdapat batu besar jalan yang membe lah antara kedua gunung yaitu gunung batur dan gunung gede yang berbatasan dengan Bojonegara dan Merak.Tepatnya terletak di gunung pengobelan Merak dapat kita lihat celah-celah bebatuan yang sangat besar. sehingga kp. batulawang di ambil dari nama batu yang sangat besar membelah kedua jalan antara gunung batur dan gunung gede yang dijadikan pintu atau lawang.

Selain kita menjumpai batu mirip kodok, ada pula celah-celah gunung dengan kemiringan 80 derajat yang menjulang tinggi yang bisa dilihat dari atas batu lawang. Jika kita berjalan kaki dari arah merak ke batulawang berjarak kurang lebih 3 Km, terdapat sumber mata air yang keluar dari celah batu dengan debit cukup deras pada musim penghujan.

Sumber mata air tersebut mirip dengan air terjun tetpi dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi tetapi dengan air yang cukup jernih. Dengan ketinggian hanya 5 meter dari jalan dari Tempat kita berdiri. Sumber mata air tersebut berasal dari celah bebatuan yang berada di sekitar pegunungan batulawang tersebut. Sepanjang tahun 2009 jalan menuju batulawang dari pasar lama Merak dekat pelabuhan penyebrangan Merak sudah bisa digunakan untuk kendaraan bermotor karena sudah di aspal sampai ke Kampung Batulawang, lain halnya lima tahun yang lalu jalan menuju batulawang masih setapak dan berbatu sehingga sulit dilalui oleh kendaraan bermotor lebih lagi pada musim hujan jalan tersebut sangat licin dan terjal sehingga berbahaya untuk dilewati oleh kendaraan bermotor.

Jika kita hobi dengan hiking ataupun joging, tempat tersebut cocok untuk jalan santai dan sebagai joging trek karena masih berada diatas pegunungan yang berhawa cukup sejuk karena cukup jauh dari kawasan industri di wilayah Cilegon dan sekitarnya, serta bisa melihat pemandangan indah dari atas pegunungan Kampung Batulawang.

WaterBoom 
imageKolam renang yang dahulu di peruntukkan hanya untuk club kolam renang krakatau saja dan sering digunakan sebagai sarana event perlombaan renang baik kota Cilegon maupun provinsi Banten karena sesuai standar Internasional, kini kolam renang permata krakatu yang dahulu bernama Krakatau Country Clubmelengkapi arena bermain air di kolam bagian bawah dan di buka waterboom untuk umum sejak tahun 2009 lalu sebagai sarana rekreasi dan wisata permainan air yang di kelola oleh PT.KIEC.Kolam renang waterboom tersebut terdapat 4 kolam renang, diantaranya 1 kolam dengan kedalaman 1 M untuk arena seluncur air yang dialiri air yang cukup deras pada arena tersebut dengan ketinggian 20 M berbentuk seperti ular terdapat 3 belokan yang terbuat dari bahan fiber berwarna merah dan ketinggian 10 M berbentuk seperti ular terdapat 2 belokan yang terbuat dari bahan fiber berwarna kuning yang ditopang oleh besi baja dengan ketinggian 20 M.

Selain itu terdapat kolam pemandian untuk anak-anak dengan kedalaman 60 Cm di tengah kolam terdapat prosotan air yang diatasnya terdapat ember raksasa yang menampung air yang cukup deras dengan durasi 1,40 Menit secara terus menerus akan menumpahkan diri dan menyebarkan percikan air yang kencang disekeliling arena kolam tersebut.

Kolam pemandian khusus anak-anak terdapat dibawah turunan tangga dari kolam renang Atlit dengan kedalaman 60 cm yang diperuntukkan khusus anak-anak saja dan sebelah utara terdapat kolam pemandian anak-anak dan dewasa yang dibatasi pelampung pembatas untuk memisahkan yang dalam dan dangkal dengan kedalaman 1 M dan 1,5 M. Rata-rata kolam renang waterboom tersebut berbentuk oval tak beraturan berlekuk yang memudahkan pengunjung untuk turun ke kolam karena semakin ke pinggiran kolam maka lantai kolam renang tersebut menjadi landai sehingga anak dibawah 5 tahunpun tidak membahayakan jika akan berenang dan bermain di arena waterboom tersebut karena menyesuaikan dengan kebutuhan pengunjung dari dewasa hingga anak balita.

Rekreasi air ini dapat melihat suatu keindahan dengan penataan lokasi yang cukup apik dan bersih serta dapat menikmati fliying fok yang melintas diatas arena waterboom tersebut serta motor ATV di samping areal kolam renang yang di peruntukan bagi anggota klub renang dan perenang dewasa.

Lokasi waterboom permata krakatau berada di Jl. KH Beji yang berdekatan dengan kantor KIEC Cilegon, jarak dari pintu tol cilegon Timur 7 Km dan dari pintu tol Cilegon Barat 5 KM

Rawa  Arum-Merak

image

Sebuah situs rawa yang belum banyak orang di luar Kota Cilegon tahu bahkan untuk sebagian warga Cilegon yang sudah lama menetap sekalipun, hal ini dikarenakan letaknya yang cukup tersembunyi di antara padatnya rumah penduduk. Rawa Arum merupakan sebuah nama desa di Kecamatan Pulo Merak yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat Pemerintahan Kota Cilegon.

Cukup mudah untuk menuju Desa Rawa Arum dimana letak Situs Rawa tersebut berada yaitu dari arah Kota Cilegon berkendaraan menuju ke arah jalan Raya Cilegon Merak kurang lebih 5 Km atau bagi orang yang melalui Tol Jakarta-Merak keluar di pintu Tol Cilegon Barat lalu mengarah ke arah jalan Pelabuhan Merak sekitar 3 Km dari pintu tol.

Sedikit cerita yang ada di balik asal muasal Situs Rawa Arum terbentuk, berawal ketika gunung Krakatau meletus sekitar tahun 1883 bertepatan dengan tragedi pembrontakan rakyat Cilegon kepada pemrintahan kolonial Belanda yaitu Geger Banten 1883 yang di pimpin Oleh KH Wasid. Rawa arum terbentuk sebagai akibat dari proses alam karena letusan gunung Krakatau yang sebagian sejarah dunia mencatat sebagai letusan gunung yang terbesar setelah Gunung Tambora dengan efek ledakan 100.000 kali bom atom yang di jatuhkan di Hirosima Jepang. Bersamaan dengan meletusnya gunung krakatau, tsunami besar terjadi sehingga menyebakan banjir bandang di beberapa wilayah pesisir yang berdekatan dengan laut yang sekarang di sebut selat sunda dan salah satu tempat yang tenggelam itu adalah desa Telaga Arum. Telaga Arum di perintah oleh seorang Ki Ageng yaitu Ki Ageng Ireng yang masih berkerabat dekat dengan Sultan Pelembang.

Singkat cerita, setelah sekian lama banjir yang menenggelamkan wilayah pesisir selat sunda surut tetapi tidak demikian dengan desa Telaga Arum, masih tetap tergenang oleh air yang kemudian di atas air yang menengelamkan desa Telaga Arum menjadi sebuah rawa yang kemudian di tumbuhi oleh tanaman teratai yang berbunga putih dan menyebarkan bau yang sangat harum sehingga oleh Ki Ageng Ireng rawa itu disebut dengan nama Telaga Arum yang akhirnya sekarang lebih di kenal dengan nama Desa Rawa Arum. Dan oleh Ki Ageng Ireng di genangan yang terbentuk di sebarkan bening ikan sepat siam yang di bawanya dari Pelambang kala itu. Saat ini wilayah rawa tersebut sedang di kembangkan oleh pemerintah Kota Cilegon sebagai tempat wisata air yang cukup bagus. Dikarenakan letaknya yang tidak terlalu jauh dengan pusat kota dan pemandangannya yang bisa di bilang eksotis dengan hamparan air yang cukup luas sekitar 10 hektar dengan latar belakang deretan pegungan. Dengan pertimbangan tersebut rasanya Rawa Arum bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata yang harus di kunjungi.

Gunung Santri
imageGunung santri merupakan salah satu bukit dan nama kampung yang ada di Desa Bojonegara Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang Daerah ini berada di sebelah barat laut daerah pantai utara 7 Kilometer dari Kota Cilegon. Letak gunung santri berada ditengah dikelilingi gugusan gunung-gunung yang memanjang dimulai dari pantai dan berakhir pada gunung induk yaitu gunung gede. di puncak gunung santri terdapat makan seorang wali yaitu Syekh Muhammad Sholeh, jarak tempuh dari kaki bukit menuju puncak bejarak 500 M hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.Kampung di sekitar gunung santri antara lain Kejangkungan, Lumajang, Ciranggon, Beji, Gunung Santri dan Pangsoran. Di kaki bukit sebelah utara di kampung Beji terdapat masjid kuno yang seumur dengan masjid Banten lama yaitu Masjid Beji yang merupakan masjid bersejarah yang masih kokoh tegak berdiri sesuai dengan bentuk aslinya sejak zaman Kesultanan Banten yang kala itu Sultan Hasanudin memimpin Banten. Syekh Muhammad Sholeh adalah Santri dari Sunan Ampel, setelah menimba ilmu beliau menemui Sultan Syarif Hidayatullah atau lebih di kenal dengan gelar Sunan Gunung Jati (ayahanda dari Sultan Hasanudin) pada masa itu penguasa Cirebon. Dan Syeh Muhamad Sholeh diperintahkan oleh Sultan Syarif Hidayatullah untuk mencari putranya yang sudah lama tidak ke Cirebon dan sambil berdakwah yang kala itu Banten masih beragama hindu dan masih dibawah kekuasaan kerajaan pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Pucuk Umun dengan pusat pemerintahanya berada di Banten Girang.

Sesuai ketelatennya akhirnya Syekh Muhammad Sholeh pun bertemu Sultan Hasanudin di Gunung Lempuyang dekat kampung Merapit Desa UkirSari Kec. Bojonegara yang terletak di sebelah barat pusat kecamatan yang sedang Bermunajat kepada Allah SWT. Setelah memaparkan maksud dan tujuannya, Sultan Hasanudin pun menolak untuk kembali ke Cirebon. Karena kedekatannya dengan ayahnya Sultan Hasanudin yaitu Syarif Hidayatullah, akhirnya Sultan Hasanudin pun mengangkat Syekh Muhammad Sholeh untuk menjadi pengawal sekaligus penasehat dengan julukan “Cili Kored” karena berhasil dengan pertanian dengan mengelola sawah untuk hidup sehari-hari dengan julukan sawah si derup yang berada di blok Beji.

Syiar agam Islam yang dilakukan Sultan Hasanudin mendapat tantangan dari Prabu Pucuk Umun, karena berhasil menyebarkan agama Islam di Banten sampai bagian Selatan Gunung Pulosari (Gunung Karang) dan Pulau Panaitan Ujung Kulon. Keberhasilan ini mengusik Prabu Pucuk Umun karena semakin kehilangan pengaruh, dan menantang Sultan Hasanudin untuk bertarung dengan cara mengadu ayam jago dan sebagai taruhannya akan dipotong lehernya, tantangan Prabu Pucuk umun diterima oleh sultan Hasanudin. Setelah Sultan Hasanudin bermusyawarah dengan pengawalnya Syekh Muhamad Soleh, akhirnya disepakati yang akan bertarung melawan Prabu Pucuk Umun adalah Syekh Muhamad Sholeh yang bisa menyerupai bentuk ayam jago seperti halnya ayam jago biasa. Hal ini terjadi karena kekuasaan Allah SWT.

Pertarungan dua ayam jago tersebut berlangsung seru namun akhirnya ayam jago milik Sultan Maulana Hasanudin yang memenangkan pertarungan dan membawa ayam jago tersebut kerumahnya. Ayam jago tersebut berubah menjadi sosok Syekh Muhammad Sholeh sekembalinya di rumah Sultan Maulana Hasanudin. Akibat kekalahan adu ayam jago tersebut Prabu Pucuk Umun pun tidak terima dan mengajak berperang Sultan Maulana Hasanudin, mungkin sedang naas pasukan Prabu Pucuk Umun pun kalah dalam perperangan dan mundur ke selatan bersembunyi di pedalaman rangkas yang sekarang dikenal dengan suku Baduy.

Setelah selesai mengemban tugas dari Sultan Maulana Hasanudin, Syekh Muhammad Sholeh pun kembali ke kediamannya di Gunung santri dan melanjutkan aktifitasnya sebagai mubaligh dan menyiarkan agama Islam kembali. Keberhasilan Syekh Muhammad Sholeh dalam menyebarkan agama Islam di pantai utara banten ini didasari dengan rasa keihlasan dan kejujuran dalam menanamkan tauhid kepada santrinya, semua itu patut di teladani oleh kita semua oleh generasi penerus untuk menegakkan amal ma’rup nahi mungkar.

Beliau Wafat pada usia 76 Tahun dan beliau berpesan kepada santrinya jika ia wafat untuk dimakamkan di Gunung Santri dan di dekat makan beliau terdapat pengawal sekaligus santri syekh Muhammad Sholeh yaitu makam Malik, Isroil, Ali dan Akbar yang setia menemani syekh dalam meyiarkan agama Islam. Syekh Muhammad Sholeh wafat pada tahun 1550 Hijriah/958 M. jalan menuju makam Waliyullah tersebut mencapai kemiringan 70-75 Derajat sehingga membutuhkan stamina yang prima untuk mencapai tujuan jika akan berziarah. Jarak tempuh dari tol cilegon Timur 6 KM kearah Utara Bojonegara, jika dari Kota Cilegon melalui jalan Eks Matahari lama sekarang menjadi gedung Cilegon Trade Center 7 KM kearah utara Bojonegara disarikan dari buku “Gunung Santri Objek Wisata Religius”

 Yahh begitulah karena waktu saya cuman sebentar di Serang ya mending saya istirahat dulu soalnya besok jumat adapi lah hari terakhir saya di Serang….Tapi besoknya saya akan sempatkan berkunjung ke daerah Anyer so…………next trip again!
Sumber : wisatabanten.com