Archive for Oktober, 2011



Produsen motor asal Negeri Sakura, Honda, kembali merilis motor baru yang sedang mereka produksi untuk dijadwalkan mengaspal pada tahun depan. Seperti yang dilansir pada laman visordown.com, Honda akhirnya mengeluarkan gambar perdana dan detil produksi motor versi New Mid yang kini bernama “Integra.”

Produk  HMC ini juga memperkenalkan mesin baru untuk mengisi produk kelas menengah. Mesin ini disebut Honda memiliki torsi besar pada semua putaran mesin (bawah, tengah, dan atas) sehingga mampu dibuat touring dan commuter serta konsumsi bahan bakar irit yang dikawinkan teknologi kopling ganda (dual clutch transmission).

Honda Integra sendiri dijadwalkan akan segera masuk dealer-dealer motor Honda di dunia pada 2012. Sementara itu, dalam rilis pers yang dikeluarkan oleh Honda pada 26 September 2011, motor ini akan mengusung mesin baru 700cc, 4-tak, in-line, 2 silinder, dan dilengkapi oleh cairan pendingin yang akan cocok dengan motor kelas menengah yang kini populer di Eropa. Konsumsi bahan bakarnyapun sanggup mencapai 27 km per liter, lebih hemat 40 persen dibandingkan produk kompetitor.

Mesin baru Honda Integra ini rencananya akan dipasangkan pada tiga model yang didasarkan pada konsep yang berbeda, serta akan diperlihatkan kepada publik pada gelaran pameran motor EICMA ke-69 tahun 2011 di Milan, Italy.

Tapi hingga kini, Honda meminta para pelanggannya untuk bersabar menanti rilis resmi harga Integra ini hingga gelaran EICMA bulan November 2011 dimulai.

  092611-2012-honda-integra-700cc-engine-dct-02

Fitur Utama Pada Mesin  Baru

Higher combustion efficiency and lower friction

  • Berbagai macam teknologi gesekan rendah bahwa bantuan ekonomi bahan bakaryang lebih baik dimasukkan: Untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar melaluipembakaran dikontrol lebih baik sambil menyadari naik kuat di rendah sampai pertengahan rentang rpm, rasio bore-stroke diatur pada 73 × 80mm . Sebuah ruangpembakaran bentuk ideal dan valve timing yang optimal juga berkontribusi untukmencapai pembakaran yang stabil. Pelapisan resin diterapkan pada piston, danbahan aluminium ringan yang digunakan untuk pertama kalinya dalam sepeda motordalam rocker arm mengurangi gesekan-rol

Uneven-interval firing and uniaxial primary balancer

  • Adopsi merata interval menembak dengan engkol 270 ° fasa dan membantupenyeimbang uniaksial utama mewujudkan sebuah mesin dengan nuansa berdenyutmenyenangkan yang juga mengurangi getaran.

Branch intake port inside the cylinder head, valve timing

  • Tata letak port asupan cabang di dalam kepala silinder dipilih untuk hanya memilikisatu saluran asupan untuk dua silinder. Desain ini menciptakan gangguan yang disengaja antara proses intake dua silinder ‘untuk mencapai perubahan tepatdihitung untuk waktu pembakaran. Selain itu, untuk mengubah valve timing antara dua silinder in-line dengan satucamshaft, spesifikasi menyediakan untuk cam dengan dua rutinitas waktu untukkatup intake. Melalui langkah-langkah ini, perubahan pembakaran halus dapatdihasilkan untuk memberikan mesin merasa, menyenangkan berdenyut.

Exhaust emission purification system

  • Untuk memaksimalkan efisiensi pemurnian emisi gas buang sehingga katalis, katalistiga-cara, dapat dimulai segera setelah mesin dimulai, katalis telah ditempatkanlangsung di bawah exhaust port. Desain ini memungkinkan gas pembakaranmelewati katalis sementara gas masih panas. Selain itu, kombinasi dari langkah-langkah, termasuk penerapan sistem elektronik yang dikontrol injeksi bahan bakar(PGM-FI),memungkinkan mesin untuk mencapai tingkat emisi sekitar setengah standar emisiEropa (Euro 3). Kinerja lingkungan yang dihasilkan adalah peringkat di antara yang terbaik di duniatanpa mengorbankan powr mesin, outputnya halus.PGM-FI (Programmed Fuel Injection System) is a Honda registered trademark

Second-generation Dual Clutch Transmission

  • Transmisi Kopling Ganda, yang dikembangkan untuk pertama kalinya oleh Hondauntuk sepeda motor dan diinstal pada VFR1200F, sekarang lebih ringan dan lebihkompak melalui sirkuit hidrolik disederhanakan dan perangkat tambahan desain lainnya. Sebuah fungsi pembelajaran telah ditambahkan ke setiap mode berjalandipilih untuk mendeteksi berbagai berkuda lingkungan dari jalan-jalan kota untukmelewati pegunungan dan secara otomatis melakukan kontrol perubahan yang paling cocok. Meskipun transmisi otomatis, Transmisi Kopling Ganda memberikanpenghematan bahan bakar setara dengan transmisi manual sebagai hasil dari efisiensi transmisi yang sangat baik.

Berikut videonya


Berikut Next posting ini Sueto Tim kembali lagi ke kawah ijen. Memang kebetulan mengisi masa waktu liburan yang senggang rekan-rekan Sueto yang belum pernah ke kawah ijen mengajak untuk mengantarkan dan menjelajah lagi kawah ijen..Mungkin aq pikir ini saatnya menjelajah daerah yang belum terjelajah waktu perjalanan ke kawah ijen terdahulu…

Akhirnya pun berangkat jam 10 WIB dari Surabaya kali ini perjalanan naik mobil berisi 5 orang anggota tim…Saat perjalanan memang terasa lambat tapi hampir sangat santai kami berhenti di kota seperti Probolinggo,Paiton, Situbondo..agaknya perjalanan tidak seperti dulu yang terasa sangat cepat karena naik sepeda motor dan juga mengejar sunrise…Tapi kali ini kami mencoba rute yang berbeda ke kawah ijen lewat Banyuwangi itung-itung jelajah jalanlah..

Sebenarnya ada 2 cara ke kawah ijen lewat Bondowoso bisa lewat Banyuwangi kota bisa tapi  kami pilih Banyuwangi yang belum pernah kami lewati dari kota Banyuwangi setelah subuh terus menuju arah barat sekitar 38km melewati melalui Licin, Jambu, Paltuding (1,600 mdpl). nah dari Paltuding ini jaraknya memang sudah sangat dekat 13km an menuju pusat pendakian kawah ijen tapi jalannya memang sangat curam untuk mobil sekelas Avanza tapi karena dasar tekad extreme yang diusung Sueto tim yah kamipun sampai di post pendakian dengan sedikit bantuan pola jalan dari orang sekitar karena kami memang awam lewat jalan ini jalannya memang kecil, licin(apalagi hujan), berkerikil, juga tanjakan dan turunan berkelok-kelok jadi bagi yang lewat Banyuwangi pakai mobil yang kurang sesuai untuk medan offroad diharapkan hati-hati…Oh iya sebaiknya juga mengisi bensin dulu di pom terakhir di daerah licin karena kalau nantinya mau balik lewat Banyuwangi(13km) lagi atau Bondowoso yang jaraknya lebih jauh sekitar 80km tidak kehabisan bensin..tersedia sih bensin eceran tapi hanya di desa-desa tertentu dan tidak bisa diprediksi stoknya…

Perjalanan dari Banyuwangi memang berbeda kami langsung berhenti di post terakhir pendakian berbeda kalau lewat Bondowoso harus melewati 3 post dulu baru kependakian…Setelah sampai ke tempat rest dan parkiran kendaraan kami prepare dulu dan mendaftarkan diri sebelum  mendaki..Sebelumnya memang saya dikira guide yang mengantar turis karena memang ada salah satu anggota tim yang memang jauh-jauh dari Belanda sih…Disini htm turis lokal Rp4000,- kalau turis interlokal sekitar Rp 75.000,- Check up dan kami siap mendaki..berikut foto-foto saat mendaki..

 

Nah ini sedikit cerita sambil mendaki tanjakan demi tanjakan. Kawah Ijen, terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Wisata ini pernah dipublikasikan dan terkenal Sampai Negara Perancis melalui Tayangan Ushuwaia Adventure yang memperlihatkan Nicolai Hulot sang-penjelajah

Kawah Ijen ternyata mudah untuk dikunjungi melalui Banyuwangi atau Bondowoso. Keunikan yang utama dari wisata Kawah Ijen selain dari pada panoramanya yang sangat indah adalah melihat penambangan belerang tradisional yang diangkut dengan cara dipikul tenaga manusia. Penambangan tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia saja (Welirang dan Ijen). Beban yang diangkut masing-masing per orangnya sampai seberat 85kg. Beban ini luar biasa berat buat kebanyakan orang, manakala belerang diangkut melalui dinding kaldera yang curam dan 800m menuruni gunung sejauh 3km. Penghasilan yang diterima seorang pemikul rata-rata 25 ribu rupiah per harinya, atau sekitar 300 rupiah per kilonya. Seorang pemikul biasanya hanya mampu membawa turun satu kali setiap harinya, karena beratnya pekerjaan. Beberapa ratus meter terdapat sebuah bangunan bundar kuno peninggalan Belanda bertuliskan “Pengairan Kawah Ijen”, yang sekarang disebut sebagai Pos Bundar, sebuah pos dimana para penambang menimbang muatannya dan mendapatkan secarik kertas tentang muatan dan nilainya.
Selama perjalanan kami ditemani seorang penambang bapak ini telah mengantarkan dan menolong kami waktu ada di tanjakan curam Banyuwangi…Selama perjalanan pun kami cerita-cerita jug selama itu pula kami banyak berpapasan dengan pemikul belerang yang ramah bertukar salam. Perjalanan yang kami lalui kali ini tergolong cepat hanya 1 1/2 jam saja mungkin karena kondisi kami yang prima saat ini berbeda kala naik motor waktu itu  bisa 2jam pendakian. Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan berada di depan mata. Sebuah danau hijau tosca dengan diameter 1 km berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Penambang-penambang belerang terlihat kecil dari atas.
Setelah sampai di atas apa yang ada dipikiran saya adalah turun dasar kawah karena rute ini belum kami lewati waktu itu jadi saatnya mencoba. Untuk menuju ke sumber penghasil belerang tsb., kita perlu menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang dilalui penambang. Sapu tangan basah sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan dan saya rasa ini sangat extreme sering kali kami pun tiarap berlindung dibalik batu juga perlu diperhatikan jika asap putih anda masih bisa bergerah sambil menutup hidung tapi kalau sudah asap kuning aduh minta ampun untuk bernafas saja susah apalagi bergerak mata juga sangat perih dan tenggorokan serasa dicekik dan batuk-batuk adakalanya saat seperti ini anda berlindung desikitar batu dan menghirup bau batu sambil menutup mulut dan hidung dengan kain basah untuk mengantisipasi asap kuning yang mencekam.
Didasar kawah, sejajar dengan permukaan danau terdapat tempat pengambilan belerang. Asap putih pekat keluar menyembur dari pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Lelehan 600oC fumarol berwarna merah membara meleleh keluar dan membeku karena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang.
Terkadang bara fumarol menyala tak terkendali, yang biasanya segera disiram air untuk mencegah reaksi piroporik berantai. Batu-batuan belerang ini dipotong dengan linggis dan diangkut kedlm keranjang. Bernapas dlm lingkungan spt. ini dibutuhkan perjuangan tersendiri, para penambang umumnya bekerja sambil menggigit kain sarung atau potongan kain seadanya sebagai penapis udara.
Selain langsung menuju muka danau, berkeliling kaldera dapat dilakukan dengan memakan waktu kurang lebih seharian penuh. Pendakian ke kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian.
Bagi yang mau menginap untuk mengejar perjalanan di pagi hari, pengunjung disarankan menginap di lokasi terdekat di Bondowoso, kota pegunungan yang bersih, atau di Situbondo sebuah kota pantai. Jika anda menyukai suasana perkebunan, tempat yang berkesan untuk bermalam adalah Guest House Perkebunan Kopi PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit. Guest house ini terletak didalam kompleks perumahan perkebunan pada ketinggian sekitar 1,200 mdpl. Selain itu juga tersedia Pondok Wisata di Paltuding yang cukup bersih, atau membuka tenda di bumi perkemahan Paltuding. Temparature rata-rata di sekitar kawah Ijen adalah 13 oC di siang hari dan 2 oC di malam hari.
Setelah selesai berfoto mendokumentasikan moment kami pun langsung turun bukit..perjalanan turunpun kali ini juga terasa cep-at mungkit cuman 45menit kami nyampai dibawah  seperti biasa istirahat dan makan di warung yang ada kemudian lansung pulang ke Surabaya lewat arah Ijen-Bondowoso..Next cerita perjalanan lagi semoga berguna..
Sebelumnya bisa mampir ke perjalanan pertama ke Kawah Ijen di https://suetoclub.wordpress.com/2010/08/01/wonderfull-kawah-ijen-with-sueto/
%d blogger menyukai ini: