Pantai Carocok adalah sebuah objek wisata pantai yang terletak di sebelah barat kota Painan, kabupaten Pesisir Selatan, provinsiSumatera BaratIndonesia. Sekitar 200 meter ke arah barat dari objek wisata pantai ini terdapat sebuah pulau kecil berpasir putih yang bernama pulau Cingkuk.

Kota Painan

 

Kota Painan adalah ibukota Kabupaten Pesisir Selatan sekaligus ibukota kecamatan IV Jurai, jaraknya dari kota Padang hanya ± 75 Km, jika bepergian pakai mobil dengan kecepatan rata rata hanya menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan

Topografi kotanya seperti kue mangkuk, kotanya berada disekeliling bukit bukit hijau dan disebelah baratnya terbentang lautan samudera yang jernih membahana.

Kondisi Geo

Kota Painan diapit oleh dua aliran sungai yaitu Sungai Batang Pinang Gadang dan Sungai Batang Pinang Ketek. Sungai ini berasal dari Timbulun yang mempunyai air terjun sebanyak tujuh tingkat. Melalui Timbulun ini kota Painan dapat dilalui ke Alahan Panjang. Aliran sungai ini bermuara ke pantai Carocok dan pantai Muaro Painan. Dan keduanya menuju ke Teluk Painan yang sangat tenang karena diapit juga oleh Bukit Langkisau dan pincuran boga.

Di Teluk Painan terdapat sebuah pulau bernama Batu Kereta yang apabila pasang surut akan menyatu dengan daratan Painan. Batu Kereta dinamai seperti itu karena konon di puncaknya terdapat sebuah batu yang mirip sepeda (kereta dalam bahasa setempat). Berjarak sekitar 800 meter dari Pulau Batu Kereta terdapat sebuah pulau kecil bernama Pulau Cingkuak,yang hanya dihuni oleh seorang penjaga. Di pulau ini terdapat sisa-sisa sebuah benteng peninggalan Belanda. Pulau ini selain sering digunakan sebagai tempat memancing, juga menjadi obyek wisata favorit.

Agak jauh dari Pulau Cingkuak, sekitar 30 menit menggunakan speedboat, terdapat pulau Aur kecil dan Pulau Aur besar. Sayang, Pulau Aur besar tidak bisa dikunjungi, karena konon katanya di pulau ini berdiam sekelompok kera ganas. Sekitar 30 menit naik speedboat dari Pulau Aur terdapat Pulau Penyu. Di pulau ini terdapat penangkaran penyu dan juga tempat penyu bertelur. Di Pulau ini pula terdapat benteng Portugis.

Sejarah Painan

Menurut penuturan orang tua-tua di Painan dan sekitarnya, nama Painan berasal dari kata ‘paik’ (pahit) dan ‘nian’ (sangat, amat, sekali) yang maksudnya ‘pahit sekali’ (pahitnya kehidupan di daerah Painan yang umumnya terdiri dari rawa-rawa. Ucapan ‘paik nian’ itu merupakan ucapan dari orang-orang selatan Pesisir Selatan yang merantau ke Painan, ditandai dari kata ‘nian’ (sebuah kosakata yang biasa diucapkan oleh selatan dan melayu.

Pada tahun 1523 di Painan sudah berdiri sebuah surau, lembaga pendidikan agama di Minangkabau. Pada abad 16 ini pula, Pulau Cingkuk di Painan menjadi pelabuhan kapal international yang berjaya sebagai pelabuhan emas Salido.

Pada tahun 1660, Belanda pernah berkeinginan untuk memindahkan kantor perwakilan mereka dari Aceh ke Kota Padang dengan alasan lokasi dan udara yang lebih baik namun keinginan ini ditolak oleh penguasa kota Padang hingga akhirnya mereka berkantor di Salido.

Perjanjian Painan pada tahun 1663 yang diprakarsai oleh Groenewegen yang membuka pintu bagi Belanda untuk mendirikan loji di kota Padang, selain kantor perwakilan mereka di Tiku dan Pariaman. Dengan alasan keamaman kantor perwakilan di kota Padang dipindahkan ke pulau Cingkuk hingga pada tahun 1667 dipindahkan lagi ke kota Padang. Bangunan itu terbakar pada tahun 1669 dan dibangun kembali setahun kemudian.

Pantai Carocok

 Pantai ini memiliki pasir yang sangat bersih dan putih, memiliki tepi pantai yang landai sehingga bisa untuk berenang bagi anak anak dan juga orang dewasa, airnya sangat jernih sekali. Kawasan ini berhadapan dengan 2 buah pulau yaitu pulau kereta dan pulau cingkuak. Dari kejauhan juga nampak pulau semangki dengan pemandangan yang indah dan airnya yang sangat bersih.

Selain itu kita juga bisa menaiki bukit sambil berolah raga yakni di Bukik Langkisau, dari puncak bukit ini kita akan dapat menyaksikan pemandangan yang sangat menakjubkan, sekarang ini Olah Raga Paralayang dari puncak bukik langkisau juga sudah menjadi agenda nasional.

pantai-carocok-painan1.jpg

Dilokasi Pantai Carocok ini biasanya juga ada jadwal pertunjukkan organ tunggal, karena disini juga ada sebuah lapangan terbuka yang cukup asyik untuk kita gunakan sambil tidur tidur ditikar dengan sepoian angin laut yang menyejukkan. Malam harinya terutama bagi anak muda penyuka kemping, disini juga bisa dilakukan.

pantai-carocok-painan4.jpg

Disamping kelebihan itu, memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lagi oleh pengelola Objek Wisata Pantai Carocok, seperti kebersihan lingkungan baik di pantai maupun dilingkungan perumahan penduduk menuju lokasi objek wisata, selain itu lokasi objek wisata ini juga berdekatan dengan Tempat Pelelangan Ikan, mungkin dengan telah dibangunnya dermaga baru di selatan Kota Painan, TPI ini mungkin bisa dipindahkan kelokasi tersebut atau ketempat lain. Jikapun TPI masih disana, mungkin kebersihannya perlu ditingkatkan lagi, jangan sampai keindahan pantai carocok terkotori oleh bau ikan yang kurang sedap atau limbah plastik dan kotoran ikan bekas penjual dan penangkap ikan. Areal parkir mungkin juga perlu ditertibkan lagi.

Dan  untuk pengembangan objek wisata kedepan kita tidak perlu lagi mengutip karcis kepada siapapun yang berkunjung ke Pantai Carocok ini, ataupun keobjek wisata lainnya. Untuk mendapatkan biaya sebagai pengelolaan mungkin bisa dengan cara inovasi lain, seperti pajak dari warung makanan/minuman, penyewaan alat alat renang, dsb…. sehingga dibenak pengunjung, jika memasuki objek wisata tidak lagi hal pertama kali yang mengahantui mereka adalah masalah karcis, terlepas dari besar kecilnya harga karcis yang diminta.

pantai-carocok-painan2.jpg

Kepada pengunjung yang mau mengeliling pulau Cingkuk atau Pulau kereta yang berada tidak jauh dari pantai ini, harap berhati hati, karena batu batu karang dipulau ini yang menjorok ketengah lautan sangat licin, kadang kadang ada ombak besar yang datang dengan tiba tiba. Karena itu harap menjaga keselamatan saudara, keluarga dan rombongan lainnya, agar selalu waspada jangan sampai ketenangan, keindahan alam dan kejernihan airnya membuat kita terlena.

Pulau Cingkuk

Disebelah barat Kota painan terdapat sebuah pulau kecil yang sangat dekat dengan daratan,memiliki pemandangan alam yang indah,tenang dan berair jernih.Itulah pulau Cingkuk.

Asal kata nama pulau ini menurut yang tua-tua berasal dari nama seorang panglima dari negeri china Cheng hok.(entah ia entah tidak,saya kan belum lahir).Yang saya tahu di Painan nama pulau kecil itu adalah nama sejenis kera yang berukuran agak besar,berwarna hitam bernama Cingkuk (Cingkuak,bahasa pesisirnya).

Pulau ini sudah menjadi sebuah resort bahari andalan. Luas pulau ini pun lebih kurang 40 hektar. Untuk pergi ke sana sangatlah mudah dan cepat. Anda bisa berangkat melalui kapal cepat yang disediakan.

Anda juga akan berpapasan dengan kapal-kapal nelayan tradisional yang sedang sibuk menangkap ikan atau menebar jaring pukek. Keeksotikan alam tersebut, akan menyadarkan kita akan kebesaran Sang pencipta. Setelah sampai di pulau ini, anda akan disambut dengan bukit yang menjulang di tengah pulau dan deretan bungalo-bungalo yang tersusun rapi seperti semut. Seakan mengucapkan selama datang di Pulau Cingkuk.

Pulau Cingkuk ini termasuk sebuah pulau yang dijaga kelestariannya oleh pemerintah,pulau ini termasuk salah satu cagar budaya.Karena pulau ini pernah dijadikan markas oleh Portugis ketika mula-mula masuk ke Indonesia.

Di Pulau ini dapat dijumpai reruntuhan benteng portugis dan Kuburan orang Portugis yang ada prasastinya.

  

Alam pulau Cingkuk tampak sangat asri dan bersih, serta memiliki hutan dan alam yang belum terusik sama sekali oleh penjahat lingkungan. Hempasan ombak di batu karang, dan suara-suara khas hutan yang terdengar, menjadi daya tarik tersendiri. Pasir putih laksana mutiara di sepanjang pantainya. Laut pun biru dengan ombak yang tenang. Airnya yang jernih, ikan menari-nari di karang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Di tengah pulau ada perbukitan kecil, yang di puncaknya ada sebidang tanah lapang, dan diberi nama Sunset. Di sini, setiap sore Anda bisa menonton matahari tenggelam. Atmosfir Pulau Cingkuk yang tenang, nyaman, dan jauh dari kebisingan kota membuat anda merasa berada di pulau sendiri.

Menjelang malam, anda dapat menyaksikan sunset sambil berenang dipuncak bukit pulau Cingkuk. Untuk penyempurnaan suasana malam anda dapat menikmati makan malam di Lumbo-lumbo Restoran yang ada.

Objek Wisata Lain di Painan

  1. Panorama Bukit Teluk Kabung.
  2. Taratak Sungai Lundang
  3. Kawasan Wisata Mandeh
  4. Pantai Batu Kalang dan Teluk Sikulo
  5. Jembatan Akar
  6. Air Terjun Bayang Sani (Welkum, bekas pemandian zaman Belanda)
  7. Air Terjun Lumpo
  8. Panorama Selayang Pandang
  9. Bukit Langkisau (tempat wisata dan olahraga paralayang)
  10. Pantai Carocok (Painan)
  11. Air Terjun Timbulun Painan
  12. Salido Kecil (bekas pertambangan emas zaman Hindia Belanda)
  13. Pantai Sungai Nipah
  14. Pulau Cingkuk (terdapat benteng Portugis)
  15. Ikan Larangan Talawi
  16. Pulau Kerabak
  17. Pulau Penyu
  18. Pantai Teluk Kasai
  19. Panorama Nyiur Melambai

Akses Menuju Painan Liat Peta

Videonya bisa di Check