Salam wildlife!Perjalanan kali ini Sueto tour menuju Taman Nasional Baluran di Situbondo Jawatimur, mencoba memanfaatkan libur sabtu minggu kami pun adakan tour pembuka awal bulan bulan Desember 2011 dengan tema Greentour. Perjalanan ini kami tempuh dari Surabaya berangkat sabtu malam sekitar jam 11 mlm dengan istirahat di paiton dan tidur dekat pelabuhan ketapang sekitar 2 jam. Berikut rute perjalanannya

  Perjalanan waktu itu dilakukan pada malam hari untunglah ternyata perjalanannya didukung oleh alam cuacanya terang padahal musim hujan pulangnya juga. Dari Probolinggo malam itu sempat ada acara tahunan 1 muharram diperingati oleh warga dengan mengadakan gerak jalan Banyuwangi-Probolinggo kami pikir-pikir jauh juga ya tapi memang pada waktu itu pesertanya kelihatan bersemangat banget. Pada saat kami lewat sekitar jam 1 pagi kelihatan semua acara sudah selesai akhirnya kamipun bisa melanjutkan perjalanan dengan mulus.

Keluar Kabupaten Probolinggo kami menuju daerah paiton berniat bersantai sejenak dengan menonton pertandingan liga inggris disalah satu warung di paiton. Setelah istirahat di rasa cukup kami langsung bertuju ke Baluran dengan express melewati Situbondo akhirnya subuh kami beristirahat disekitar Ketapang memang waktu itu terasa mengantuk banget rekan-rekan akhirnya kami sempatkan tidur selama 2jam.

Setelah pulas tidur kami mulai menuju pintu masuk Baluran. Kami pikir waktu itu tertera di jam kunjung Baluran sekitar jam 8 pagi waktu itu kami datang jam 7 pagi kami kira kepagian ternyata kata penjaganya boleh kapan aja masuk yang penting bayar tiket dan ada penjaganya..ha2..tiket masuk Rp3000,- per orang. Akhirnya tanpa pikir panjang kami masuk dan lupa beli minuman karena memang jarang ada penjual makanan di Baluran. Saatnya mulai menjelajah tapi sebelumnya lihat peta Baluran dulu yang sudah ada.

Baluran ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu gunung Baluran. Gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Baluran berada di 7°55’17.76″S dan 114°23’15.27″E.

Sejarah Baluran

Sebelum tahun 1928 AH. Loedeboer, seorang pemburu kebangsaan Belanda yang memiliki daerah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Mesigit, pernah singgah di Baluran. Beliau telah menaruh perhatian dan meyakini bahwa Baluran mempunyai nilai penting untuk perlindungan satwa, khususnya jenis mamalia besar.

Pada tahun 1930 KW. Dammerman yang menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor mengusulkan perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung.

Pada tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544.

Pada masa pasca kemerdekaan, Baluran ditetapkan kembali sebagai [Suaka Margasatwa]] oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962.

Pada tanggal 6 Maret 1980, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia, Suaka Margasatwa Baluran oleh menteri Pertanian diumumkan sebagai Taman Nasional.

Flora

Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).

Fauna

Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.

Aves

Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).

Mitos

Pada Hm. 80 Batangan – Bekol , terdapat sumur tua yang menjadi legenda masyarakat sekitar. Legenda tersebut menceritakan bahwa kota Banyuwangi, Bali dan Baluran sama-sama menggali sumur. Apabila, sumur di masing-masing kota tersebut lebih dahulu mengeluarkan air dan mengibarkan bendera, berarti kota tersebut akan merupakan sentral keramaian/ kebudayaan.

Memang sih dalam perjalanan kami memasuki TNB kami melihat daerah yang memang benar-benar berbeda dengan kawasan di Indonesia lainnya seperti tempat lain masuk hutan pertama terdapat batu-batu besar yang bagus disekitar hutan dengan rumput savana khas afrika area ini sangat cocok dibuat foto-foto prewed misalnya. Terus di area hutan kedua jalanan seperti hutan basah yang banyak semak-semak belukar medan jalannyapun semakin berat kemudian diteruskan ke area ketiga banyak pohon bambu disini jalanan sudah mulai rata dan membaik disekitar sini nanti ada papan yang betuliskan sumur tua, terakhir adalah area ke 4 adalah padang savana yang luas kalau beruntung anda bisa liat rusa dan banteng, tempat inipun bagus dibuat sesi foto-foto tetapi jangan lupa membawa topi atau pelindung kepala karena kadang-kadang area ini sangat panas.

Setelah sampai Bekol kami istirahat sejenak untuk mengisi tenaga menaiki menara pengintai yang ada di bekol. Tangga demi tangga kami lewati akhirnya kami sampai juga di menara pengintai dari sini kita bisa melihat seluruh area kawasan TNB pantai dan pulau Balipun bisa terlihat.

Setelah puas beristirahat di menara Baluran kami mulai lapar dan berniat mencari makanan dan minuman karena cuaca sudah keliatan panas banget. Perjalanan kami teruskan ke pantai Bama mungkin memang disitu satu-satunya yang kita harapkan ada penjual minuman dan makanan.

Perjalanan dari Bekol kami teruskan menuju pantai Bama wah kalau lihat jalannya sangat seru karena memang jalannanya alami untung saja tidak hujan malah hari itu sangat panas dan saat perjalanan memang terasa benar-benar terdampar di benua afrika mulai dari panasnya, gunung Baluran yang terlihat seperti Kilimanjaro kecil, padang savanannya,  dan hewannya. Kami megalami sedikit fatamorgana karena memang kepanasan dan kehausan makanya kami langsung cepat-cepat mencari oase dipantai Bama.

Setelah sampai pantai kami langsung mencari penjual makanan dan minuman. Karena cuman ada kantin dan kami belum sarapan akhirnya kami mencari makanan berat seperti nasi lauk tetapi disini ada penjual yang berdagang bergantian jadi kalau ada pedagang makanan lain kantin tidak jual makanan begitu sebaliknya padahal waktu itu ramai pengunjung khususnya dari sekolah. Adanya cuman bakso kalau ini sih hanya sekedar camilan akhirnya kita beli minuman saja.

Melihat tipikal pantai Bama ini adalah pantai bakau terdapat fasilitas outbond bisa digunakan untuk bercamping juga waktu itu kami juga lihat banyak wisatawan yang bercamp di pantai ini. Tapi ada dua sisi bertolak belakang dipantai ini pada sisi yang lain pantai ini terlihat sangat bersih dan alami pada sisi lainnya pantai terlihat pantai yang kotor banyak sampah yang tidak terurus dengan benar padahal kalau dilihat di pantai ini ada tempat pembuangan sampah juga sih. Pada dasarnya rata-rata pantai yang sudah ramai pengunjung biasanya keadaan alamnya sudah tidak alami biasanya sudah tercemar tapi kadang-kadang pengunjung juga dengan santainya menikmati pemandangan dengan sampah berserakan dimana-mana seperti acuh-acuh tak acuh dengan keadaan lingkungan sekitar dan hanya ingin berfoto-foto saja.

Karena perjalanan kali ini bertema Greentour kami Sueto tim menghimbau agar wisatawan yang berkunjung dimanapun tempatnya sedianya memperhatikan lingkungan juga demi keindahan dan kelestariaannya. Kami Sueto tim mencoba membersihakan sedikit tempat di Bama yang memang tempatnya cocok untuk sesi foto-foto pemandangan di fotopun nantinya juga tidak akan bagus. Jadi logikanya semakin kotor tempat semakin sedikit pula area yang bisa di buat berfoto.

Setelah selesai berfoto dan istirahat sejenak kami putuskan untuk kembali ke Surabaya tapi sebelumnya mencari makanan dulu disekitar warung pintu masuk Baluran. Saat itu keluar dari Baluran sekitar jam 11 siang kemudian saat perjalanan sempat singgah di pasir putih tidur 1jam. Alhamdulillah cuaca terang dan kami sampai Surabaya sekitar jam 5sore lebih. Semoga info perjalanan ini bermanfaat. See Ya next tour Suetomania.

Mau Promo Travelnya bisa mampir ke link ini https://www.facebook.com/pages/T-Boss-Tour-n-Travel-Partner/500051026760402?ref=hl dan ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/

Lokasi yang menarik dikunjungi di Baluran :

Batangan. Melihat peninggalan sejarah/situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober/November dan berkemah. Fasilitas: pusat informasi dan bumi perkemahan.
Bekol dan Semiang. Pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung.
Fasilitas yang ada: wisma peneliti, wisma tamu, menara pandang.
Bama, Balanan, Bilik. Wisata bahari, memancing, menyelam/snorkeling, dan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli/Agustus; dan sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
Manting, Air Kacip. Sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, habitat macan tutul.
Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, pengamatan burung migran.
Curah Tangis. Kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%.
Candi Bang, Labuan Merak, Kramat. Wisata budaya.

Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Agustus setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Banyuwangi-Batangan dengan jarak 35 km,yang dilanjutkan ke Bekol dengan waktu 45 menit (12 km) atau Situbondo-Batangan dengan jarak 60 km menggunakan mobil.

Kami juga ada video amatir check this out :

Referensi :

http://balurannationalpark.web.id/

Taman Nasional Baluran di Situs resmi Departemen Kehutanan RI

Galeri foto satwa

Peta Taman Nasional Baluran