Menyalakan api unggun adalah sebuah cara yang efektif untuk mencegah hipotermia, dapat mengeringkan pakaian basah  dan gear serta  jika anda terjebak dalam hujan badai.

Ini adalah peralatan yang akan anda butuhkan:

Waterproof Matches

Waterproof Rain Gear

Plastic Freezer Bags

Zippo Lighter Fluid

14-function Pocketknives

Zippo Lighter

Backpacking Stove

Camp-Stove Fuels

Ice Axe

Tinder

1. Pastikan tempat itu legal untuk membangun api di daerah padang gurun di mana Anda berkemah.

2. Masukkan Carry rabuk kering dalam tas, sealable kedap udara ketika backpacking di daerah basah. rabuk ini akan membantu anda untuk membakar  kayu basah. Sebagai  starter pemantik api.

3. Korek api  tahan air dan tahan angin yang ringan, dan menyimpannya  dalam tas, sealable kedap udara sebagai tambahan peralatan.

4. Carilah di bawah langkan berbatu atau di bawah semak-semak untuk kayu kering atau semikering. Kumpulkan kayu yang cukup untuk menjaga api  tetap menyala sebelum anda menyalakan api.

5. Gunakan pasta api-starter/tinder atau kayu untuk menyalakan  api.

6. Pastikan Anda memiliki banyak sumbu atau batang kecil untuk membuat  api kecil anda. Hidupkan api dengan paste starter api/tinder api akan menyala baik tetapi akan terbakar sangat cepat jika Anda tidak menambahkan sesuatu yang seperti kayu kering/semi kering untuk mempertahankan nyala  api.

7. Baringkan peralatan/pakaian yang basah dekat api mengeringkannya sebelum digunakan.

8. Tunggu sampai anda memiliki tempat tidur dari sisa bara api/arang sehingga tempat anda tidur bisa lebih kering sebelum mencoba untuk membakar kayu basah. Anda dapat membuat tempat tidur yang bagus dari arang dengan membakar batang kayu kecil dan menjaga nyala api tetap terpusat.

9. Bersabarlah dalam membuat api, tapi tetap percaya. karena kegiatan ini akan  mengambil banyak waktu untuk menyalakan  api saat keadaan sedang  hujan, tapi dengan pilihan material  yang tepat, segalanya mungkin masih bisa dilakukan.

Petunjuk:

Menguji kelembapan kayu  dengan  mematahkan tongkat atau ranting untuk melihat kekeringan kayu. Jika terasa garing, harus cukup kering di bagian dalamnya supaya bisa digunakan untuk  membakar atau membuat api unggun.

Gunakan pisau untuk meraut kayu atau ranting sampai anda mendapatkan bagian kayu yang kering.

Bawalah kompor backpacking yang baik dan serta gas bakar yang cukup. Jadi fuel stove yang dibawa jadi lebih efektif, karena anda akan jarang memakai fuel stove dan pada saatnya anda akan lebih membutuhkan api unggun di daerah tertentu, karena  pada dasarnya fuel stove memang lebih efisien untuk memasak dan merebus air bukan sebagai penghangat seperti api unggun.

Jangan pernah memutuskan ranting atau cabang dari pohon berdiri, bahkan jika pohon tampaknya sudah mati. Sebaiknya anda hanya menggunakan kayu yang telah jatuh di tanah karena ini termasuk perbuatan vandalisme, dan pastikan bahwa ditempat itu anda diizinkan untuk mengumpulkan kayu/ranting  jatuh di daerah camp yang anda kunjungi.

Jangan biarkan api unggun menyala  jika sudah tidak dipakai apalagi anda berkemah di daerah pegunungan,  Hal ini  akan mengantisipasi kebakaran hutan karena perlu ratusan tahun di daerah pegunungan untuk pulih dari api.

 

Iklan