Archive for Januari 31, 2012



Kalau anda mempunyai kesempatan berjalan-jalan ke kota Bogor dan melewati puncak tidak ada salahnya jika anda mampir ke Telaga Warna. Di Taman Wisata ini anda akan menjumpai panorama alam yang khas dan unik. Selain itu anda dapat menyaksikan fenomena alam yang penuh dengan misteri dan nuansa mistik. Telaga Warna merupakan objek wisata danau kecil yang berada di Kecamatan Cisarua, tidak jauh dari puncak pass. Air danau ini dapat berubah warna-warni sesuai dengan alam saat itu.

Alam pegunungan Puncak yang sejuk dan berkabut, dengan panorama bukit dan tebing serta perkebunan teh yang menghampar di sepanjang jalan masuk ke lokasi telaga menciptakan pesona alam yang AMAZING bakal membuat anda terpesona.

Telaga Warna ini mempunyai nuansa mistik tersendiri, konon menurut masyarakat sekitar, disekitar telaga ini hidup dua ekor ikan purba yang apabila ada orang yang mampu melihat ikan tersebut berenang dan meloncat ke atas permukaan telaga, maka segala cita-citanya akan tercapai dan terkabul. Juga ada Mitos yang berkembang bahwa bagi siapa yang membasuh muka dengan air telaga ini akan selalu terlihat awet muda.

Cerita Rakyat Tentang Telaga Warna

Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat. Negeri itu dipimpin oleh seorang raja. Prabu, begitulah orang memanggilnya. Ia adalah raja yang baik dan bijaksana. Tak heran, kalau negeri itu makmur dan tenteram. Tak ada penduduk yang lapar di negeri itu.

Semua sangat menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak. Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Penasehat Prabu menyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu dan Ratu tidak setuju. “Buat kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anak angkat,” sahut mereka.

Anak itu tumbuh menjadi orang dewasa yang tinggi besar. Karena itu ia dipanggil dengan nama Kebo Iwa, yang artinya paman kerbau.

Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihat istrinya.. Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka terkabul. Ratu pun mulai hamil. Seluruh rakyat di kerajaan itu senang sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah.

Sembilan bulan kemudian, Ratu melahirkan seorang putri. Penduduk negeri pun kembali mengirimi putri kecil itu aneka hadiah. Bayi itu tumbuh menjadi anak yang lucu. Belasan tahun kemudian, ia sudah menjadi remaja yang cantik.

Kebo Iwa memang serba besar. Jangkauan kakinya sangat lebar, sehingga ia dapat bepergian dengan cepat. Kalau ia ingin minum, Kebo Iwa tinggal menusukkan telunjuknya ke tanah. Sehingga terjadilah sumur kecil yang mengeluarkan air.

Prabu dan Ratu sangat menyayangi putrinya. Mereka memberi putrinya apa pun yang dia inginkan. Namun itu membuatnya menjadi gadis yang manja. Kalau keinginannya tidak terpenuhi, gadis itu akan marah. Ia bahkan sering berkata kasar. Walaupun begitu, orangtua dan rakyat di kerajaan itu mencintainya.

Hari berlalu, Putri pun tumbuh menjadi gadis tercantik di seluruh negeri. Dalam beberapa hari, Putri akan berusia 17 tahun. Maka para penduduk di negeri itu pergi ke istana. Mereka membawa aneka hadiah yang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah yang sangat banyak itu, lalu menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisa menggunakannya untuk kepentingan rakyat.

Prabu hanya mengambil sedikit emas dan permata. Ia membawanya ke ahli perhiasan. “Tolong, buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku,” kata Prabu. “Dengan senang hati, Yang Mulia,” sahut ahli perhiasan. Ia lalu bekerja d sebaik mungkin, dengan sepenuh hati. Ia ingin menciptakan kalung yang paling indah di dunia, karena ia sangat menyayangi Putri.

Hari ulang tahun pun tiba. Penduduk negeri berkumpul di alun-alun istana. Ketika Prabu dan Ratu datang, orang menyambutnya dengan gembira. Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang cantik jelita muncul di hadapan semua orang. Semua orang mengagumi kecantikannya.

Prabu lalu bangkit dari kursinya. Kalung yang indah sudah dipegangnya. “Putriku tercinta, hari ini aku berikan kalung ini untukmu. Kalung ini pemberian orang-orang dari penjuru negeri. Mereka sangat mencintaimu. Mereka mempersembahkan hadiah ini, karena mereka gembira melihatmu tumbuh jadi dewasa. Pakailah kalung ini, Nak,” kata Prabu.

Putri menerima kalung itu. Lalu ia melihat kalung itu sekilas. “Aku tak mau memakainya. Kalung ini jelek!” seru Putri. Kemudian ia melempar kalung itu. Kalung yang indah pun rusak. Emas dan permatanya tersebar di lantai.

Itu sungguh mengejutkan. Tak seorang pun menyangka, Putri akan berbuat seperti itu. Tak seorang pun bicara. Suasana hening. Tiba-tiba terdengar tangisan Ratu. Tangisannya diikuti oleh semua orang.

Tiba-tiba muncul mata air dari halaman istana. Mula-mula membentuk kolam kecil. Lalu istana mulai banjir. Istana pun dipenuhi air bagai danau. Lalu danau itu makin besar dan menenggelamkan istana.

Sekarang, danau itu disebut Talaga Warna. Danau itu berada di daerah puncak. Di hari yang cerah, kita bisa melihat danau itu penuh warna yang indah dan mengagumkan. Warna itu berasal dari bayangan hutan, tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun orang mengatakan, warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar di dasar telaga.

Fasilitas

Fasilitas tempat makan, tempat belanja baju, tempat penjualan oleh oleh, ditambah pengaturan jam lalu lintas, sungguh memudahkan pelancong beracara ke sana, soal penginapan, jumlahnya berlimpah.tersedia kamar utk menginap mulai Rp 30 rb sampai 3 juta per 6 jam atau permalam. Juga banyak kegiatan yang bisa dilakukan di area ini seperti foto hunting, bird watching, tracking dan camping.

karena tidak ada restoran yg memadai, lebih enak membawa tikar dan makan sendiri utk kudapa saat bersantai di sana. namun, hati2 juga karena kalau menaruh makanan begitu saja di atas tikar, kera ekor panjang yg menjadi penghuni hutan telaga warna kerap tidak segan menyambar makan kita. namun, banyak juga pengunjung danau itu yg sengaja membawa makanan untuk disebar ke kera-kera tersebut.

Kuliner

Dikawasan puncak juga bisa menikmati berbagai makanan yg dijajah ratusan restoran yg tersebar sepanjang jalur puncak. kita bisa menikmati kudapan di warung atau lapak kakilima, mulai jagung rebus, ubu rebus, bubur ayam,somay, baso, batagor,samapai ayam bakar atau sate kambing.atau makanan cepat saji atau semi fast food, seperti KFC, pizza hut, dan broaster chicken, sambil menikmati pemandangan dari pegunungan dari restoran2 itu. namun di restoran2 itu tidak ada permainan anak-anak, jadi kesitu memang hanya untuk makan sambil menikmati suasana.

kalau ingin makan enak plus anak-anak punya kesempatan bermain-bermain, munkin restoran dulang dapat dipilih. kita bisa memesan menu special, gurame bumbu tauco yg harganya Rp50rb per 0.5 kg. ayam bekakak goreng atau panggang juga menjadi andalan retoran ini dgn harga Rp 45 rb/ekor.
tersedia pula timbel komplet seharga Rp 25 rb per porsi atau nasi liwet komplet dgn harga Rp 55 rb/porsi.

jika ingin mencoba jenis masakan lain, tak ada salahnya mampir ke restorn PONDOK BARONANg di kopo cisarua. resotan 2 lantai ini menyajikan masakan laut ala makkasar. para tamu biasanya memilih utk duduk di lantai atas karena mereka bisa bersantap sembari menikmati pemandangan alam indah. Menu yg patut dicoba, terung bakar unik dan sop ikan kerapu bercita rasa pedas, manis dan sedikit asam, campuran bumbu seperti serai,bawang bombai,dan daun jeruk,membuat nikmat masakan ini, ada juga kepiting saus padang .

Retribusi

Untuk menikmati keindahan panorama telaga warna itu cukup membayar karcis masuk Rp 2000 per orang atau Rp15 rb per orang ( utk warga asing ).sedangkan naik perahu di danau dikenai biaya Rp10rb per orang.
tersedia juga permainan atau fasilitas outbond, semisal flying fox, yg perorangnya dikenai biaya Rp 100 rb. kalao mau berwisata dgn lebih berkeringat, bisa ambil program jelajah hutan dgn biaya Rp100rb per orang, tetapi minimal harus 20 org dalam 1 perjalanan jelajah hutan.

Akses

Untuk ke telaga warna, selain bisa masuk berjalan kaki dari lokasi penjual sayur mayur dan buah buahan tepat di bawah paan nama telaga warna, juga daoat masuk dari jalan setapak melintas kebun teh setelah melalui rimba. lewat jalan ini,kendaraan bisa masuk dan parkir tidak jauh dari danau tersebut.

Transportasi

Jarak tempuh dari Jakarta melalui Cisarua sekitar 1 1/2 jam atau sekitar 80 KM sedangkan dari Bandung sekitar satu 1 jam 45 menit. Dari Puncak Pass melalui jalan setapak ke pintu gerbang kawasan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit.

Ini Videonya :

Iklan

Inilah salah satu obyek wisata alam dikota purwokerto Banyumas, yang sangat terkenal, dan sangat ramai pengunjungnya terutama para kaula muda, TELAGA SUNYI. Telaga sunyi adalah sebuah obyek wisata alam perpaduan antara sungai dan air terjun.yang berada di kawasan hutan Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Untuk mencapai telaga sunyi kurang kebih 3 km arah timur dari wana wisata Baturaden dengan waktu tempuh 15 menit, keindahan yang di tawarkan telaga sunyi sungguh menawan. karena aliran sungai ini membentuk kolam kolam alami sehingga sangat cocok buat berenang atau sekedar bermain air dan juga terdapat sebuah curug yang di bawahnyamembentuk kolam besar dan sangat cocok untuk berenang karena kedalaman curug ini hanya 3 meter. Harga tiket masuknya Rp 5000,-

Udara yang sejuk, air yang jernih bersih serta batu batuan alam yang menawan, di tambah lagi dusekitar telaga penuh dengan pohonan rindang yang merupakan perpaduan alam yang sangat sempurna. Wana wisata Telaga sunyi sangat pas untuk rekreasi bersama keluarga anda, terlebih lagi bersama pasangan. Pada musim-musim tertentu juga dapat dijumpai kupu-kupu yang berwarna-warni. Jadi bila anda sedang berliburan ke baturaden rasanya kurang pas kalau belum mampir ke telaga sunyi.

Di daerah Wisata alam baturaden telaga sunyi sangat populer dikalangan remaja yaitu yang dinamakan Telaga Sunyi . Sesuai dengan namanya telaga ini memang sangat sunyi karena letaknya di tengah-tengah hutan belantara.

biasanya para muda-mudi yang asyik masyuk pacaran dengan suasana yang sepi dan sunyi di pinggir telaga memadu kasih. Keindahan alam Baturaden Purwokerto ini memang sangat menyenangkan hati baik tua maupun muda. untuk sekedar refresing ataupun melepas kepenatan karena tugas sehari-hari, maka baturaden Purwokerto inilah yang sanggup untuk mengobati segala kepenatan.

Berikut foto-fotonya :

Image Besar

Ini Videonya :


Dari jalan raya Cilongok menuju lokasi berjarak 8 km dengan kondisi jalan naik dan berkelok, tapi aspalnya sudah halus. Di sekitar lokasi Curug Cipendok, ada juga wisata telaga yang sungguh menakjubkan yakni Telaga Pucung. Telaga setempat dikelilingi oleh hutan pinus dan damar, sehingga sangat cocok untuk camping ground.

Telaga pucung ini  pertama kali di temukan pada tahun 1997, ketika kami pertama kali melihatnya, telaga ini masih dipenuhi dengan semak-semak dan belum Nampak indah, akan tetapi setelah ditangani dengan serius telaga ini berubah menjadi sangat indah dengan dipenuhi sarana bermain bagi anak-anak.

Telaga ini akan menjadi salah satu andalan Kabupaten Banyumas untuk menyedot wisatawan. Kompleks Telaga Pucung menempati areal seluas tiga hektare (ha), dengan luas telaga sekitar satu ha. Objek wisata di Banyumas mungkin belum banyak yang kenal, sebab baru akan dibuka secara resmi menjadi tujuan wisata pada 8 Agustus 2005.

Daya tarik objek wisata ini adalah telaga dengan air yang cukup jernih dan di sekitarnya dikelilingi hutan yang masih alami. Selain itu, wisatawan juga dapat mendengar suara-suara burung langka seperti elang Jawa yang terbang berputar-putar di atas telaga. Apalagi, bagi pengunjung yang beruntung dapat melihat spesies endemik sejenis monyet berwarna abu-abu yakni rek-rek.

Tempat wisata yang masuk dalam wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuma Timur tersebut mulai dibenahi dengan berbagai fasilitas, karena dijadikan tujuan wisata secara resmi.
KPH Banyumas Timur telah melengkapi dengan tempat parkir, tempat istirahat, dan kamar mandi. Bahkan, Perhutani telah memberi nama-nama pohon langka yang hidup di situ. Tujuannya tidak lain diperuntukkan bagi para pelajar, di samping menikmati alam, mereka juga dapat mengenal tumbuh-tumbuhan langka yang hidup di tempat itu.

Di sekitar Telaga Pucung juga terdapat tempat lapang yang dapat digunakan untuk camping ground. Tempat tersebut sengaja dibuat, dikhususkan bagi anak-anak muda yang suka berpetualang dengan di alam bebas. Telaga Pucung ini semakin memantapkan wisata khas Banyumas yakni alam pegunungan. Dengan bertambahnya objek wisata tersebut, wisatawan yang datang ke Banyumas semakin mendambah daftar alternatif tujuan wisata. Jadi, kalau selama ini Anda ke Banyumas hanya pergi ke Baturaden, akan rugi. Pasalnya, masih ada tempat alternatif lainnya yang tidak kalah asrinya. Yang pasti, wisatawan yang datang ke tempat ini akan merasa damai, karena jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

%d blogger menyukai ini: