Archive for Maret 29, 2012



Edo Rusyanto's Traffic

SUARA Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyedot perhatian ruangan di kantor saya. Pernyataan Golkar yang disiarkan secara langsung di televisi, Kamis (29/3/2012) malam, cukup heboh. Golkar menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Nah loh.
Artinya, Golkar melengkapi sejumlah partai di DPR RI yang menolak rencana pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga BBM. Sebelumnya ada PDIP, Gerindra, Hanura, dan PKS yang menolak. Wah, sidang paripurna DPR RI, Jumat (30/3/2012) bakal seru nih.
Kabarnya, sidang paripurna itu bakal memutuskan apakah harga BBM naik atau tidak. Jika melihat komposisi di atas, jangan-jangan urung penaikan harga BBM. Akh gak tahu deh.
Sejumlah perkiraan bermunculan ketika niat harga BBM bersubsidi dinaikkan dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter. Kalau terkait industri otomotif, tentu saja pertanyaannya apakah bakal menggerogoti volume penjualan atau tidak. Fakta sudah berbicara saat kenaikan harga BBM pada 2005 dan 2008. Ada fluktuasi penjualan.
Terlepas dari itu…

Lihat pos aslinya 34 kata lagi

Iklan

Edo Rusyanto's Traffic

NAMANYA bro Syamsul. Penampilannya sederhana, tapi pemikirannya kerap bikin terbelalak. Memberikan pencerahan.
Kolega saya di Road Safety Association (RSA) itu, baru-baru ini melontarkan pernyataan. “Yang waras ngalah,” seloroh dia, saat kami memberi pemaparan keselamatan jalan di Stream Community, di Jakarta, baru-baru ini.
Dia merujuk pada perilaku pengendara di jalan. Ketika mengendarai mobil atau sepeda motor, lalu berhadapan dengan perilaku arogan, lebih baik mengalah. “Masalah tidak bisa diselesaikan sekejap,” jelas Syamsul.
Emosi tidak bisa diselesaikan dengan emosi. Mirip mengguyur api dengan bensin. Ada baiknya diselesaikan dengan kepala dan hati yang dingin.
Saya jadi ingat sebuah dokumentasi video di youtube. Kolega saya yang lain, bro Riza, Rabu (28/3/2012) malam memberikan saya sebuah link ke youtube. Dalam video tersebut terlihat bagaimana seorang pemotor yang emosi menendang mobil multi purpose vehicle (MPV). Sang pengemudi MPV tak tinggal diam. Dia membalas dengan menabrakan mobilnya ke pemotor. Praktis sang pemotor terseret.
Tak berhenti disitu. Sang…

Lihat pos aslinya 50 kata lagi


%d blogger menyukai ini: