Kali ini Sueto memposting sebuah perjalanan salah satu anggota Sueto yang ada di Yogyakarta. langsung saja kita simak ceritanya.

Hari Minggu, 3 Juni 2012 kemarin, saya dan beberapa teman saya pergi ke salah satu obyek wisata andalan wonosari, yaitu Air Terjun Sri gethuk. Air terjun ini terletak sekitar 40 KM dari kota Yogyakarta, unutk menuju ke air terjun tersebut kita dapat menempuhnya dengan segala kendaraan, mulai bis hingga motor. Akhirnya berangkatlah kami sekitar pukul 08.30 dari kota Yogyakarta.

Rute menuju wisata Sri Gethuk Waterfall

Detail Rute

Tujuan utama kami memang untuk menuju  Air terjun Srigethuk. Untuk rute dari arah Jogja kita lewat jl yogyakarta-wonosari-patuk, setelah sampai pertigaan Gading belok kanan menuju Playen, dari Playen cari jalur menuju Paliyan dengan jarak kira – kira 1,5 km setelah itu para pengunjung akan menjumpai papan penunjuk arah dan pengunjung tinggal mengikuti arah menuju ke Objek wisata Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun Sri Gethuk yang dahulu oleh penduduk disebut dengan Air Terjun Slempret.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 30-45 menit, kami pun akhirnya sampai di pos masuk objek wisata itu. Secara keseluruhan perjalanan terhitung lancar, walaupun perjalanan masih ada jalan yang tidak layak untuk dilewati dengan sepeda motor.

Di pos ini terdapat info mengenai objek wisata yang ada di daerah tersebut. Ternyata dalam satu kawasan wisata tersebut ada 2 objek yang cukup menarik, yaitu Goa Rancang dan Air terjun Srigethuk. Setelah membayar karcis masuk seharga 3000/orang dan 1000/orang (untuk mobil 7000/orang) kami memutuskan untuk menuju ke gua rancang terlebih dahulu sebelum kita berbasah-basah ria di air terjun srigethuk.

Gua rancang ini pintu masuknya sangat besar, berbentuk seperti kubah dengan tinggi sekitar 10-15 meter di mulut pintu masuk terdapat pohon besar yang sudah tua yang saya lupa namanya hahaha, kata pemandu lokal pohon itu dapat berbuah dan buahnya berasa manis gimana gitu.

Gua Rancang

Akhirnya kami masuk lebih dalam ke gua rancanng. Untuk masuk kita harus melewati sebuah lubang yang cukup kecil. Mungkin untuk ukuran Mas Tomb akan lumayan kesulitan untuk melewati lubang ini. Setelah melewati lubang ini, terdapat ruangan sebesar 4×5 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Konon katanya tempat ini digunakan untuk bertapa nya orang sakti jaman dulu. Di dinding gua ini terdapat semacam lambang negara kita yaitu burung garuda yang digambar oleh para pejuang pada masa itu.

Sekilas sejarah tentang gua rancang ini, kata pemandu lokal, dahulu kala ada 3 orang (saya lupa namanya) pergi dari madiun/magetan (saya juga lupa hahah) karena terdesak oleh penjajah. Kemudian 2 dari 3 orang tersebut menemukan gua rancang tersebut. Asal kata dari gua rancang itu ya gua untuk merancanang strategi melawan penjajah. Untuk sejarah yang mistisnya, di dinding gua tersebut terdapat ukiran berupa kunci, yang konon katanya kalau seseorang menemukan makna sejati dari kunci tersbut maka gua rancang tersebut akan langsung menembus hingga pelataran merapi. Yah setelah mendengar cerita ngalor-ngidul dari pemandu lokal tersebut kami berfoto2 terlebih dahulu dan langsung menuju air terjun srigethuk. Oh ya, untuk biaya pemandu lokal tersebut sebenarnya tidak ada patokan harga resmi, kasih saja yang layak sesuai dengan jumlah rombongan kita….

Akhirnya, kami sampai di tempat parkir areal air terjun srigethuk. Air terjun srigethuk ini berupa mata air setinggi sektiar 50 meter terletak di dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul. Meski tak setinggi grojogan sewu di tawamangu, pemandangan di sekitar air terjun tersebut juga tak kalah indahnya. Dikelilingi tebing tinggi dihiasi pepohonan membuat tempat itu semakin teduh walaupun matahari kian tinggi, air sungai berwarna hijau namun jernih di bawah  air terjun pun sangat menggoda kita untuk segera menceburkan diri ke pelukannya, sawah-sawah yang membentang selama perjalanan menuju air terjun pun turut menambah nilai dari objek wiasata yang satu ini.

Rute1 lewat sawah

rute 2 pakai gethek

Akses dari tempat parkir menuju air terjun bisa dilewati melalui 2 jalur melalui sungai dengan getek atau berjalan melewati hamparan sawah hijua keemasan yang sangat sejuk. Akhirnya kami memutuskan untuk melewati sawah terlebih dahulu. Perjlanan darat tersebut kira kira sekitar 500 meter dengan hamparan sawah disekeliling kita dan sedikit menaiki tangga yang  cukup pendek. Setelah kira2 15 menit kita mencapai tujuan utama hari ini, Air Terjun Srigethuk!!

Wah begitu kita sampai air terjun bau air yang terbawa angin sangat sedap, mata pun terbelalak melihat hamparan sungai dibawahnya yang membuat kita ingin menceburkan diri. Tanpa panjang pikir kami segera berubah kostum dan menceburkan diri di sungai tersebut. Sebenarnya sih cukup aneh juga dari tujuan awal yang kita ingin melihat air terjun malah kita nyebur ke sungai dulu dari pada melihat air terjunnya. Tapi sebenarnya view air terjun dari sungai pun cukup menarik kita dapat melihat air terjun secara keseluruhan!! Kita menghbaiskan waktu sekitar 2 jam di sungai dan air terjun itu. Mulai foto-foto, berenang susuri sungai meski nggak jauh-jauh, dan ada juga spot untuk melompat dengan tinggi sekitar 5 meter dari sungai. Seperti yang telah saya tulis diatas, sungai ini ditutupi oleh tebing yang tinggi sehingga jangan khawatir kepanasan saat berenang siang2. Setelah puas berenang kami menepi dan istirahat sebentar sambil membeli beberapa gorengan unutk menemani istirahat siang itu. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke tempat parkir untuk bersih diri, namun kali ini kami memilih naik gethek, sebuah perhu kecil bermesin, setiap orang ditarik biaya 5000 rupiah untuk naik gethek ini. Jika tadi kita bolak-balik naik gethek ini biaya menjadi 7000/orang.

Yah secara keseluruhan, objek wisata ini memuaskan sekali, mulai dari harga yang cukup murah, akses yang mudah, dan objek wisata pun terjaga keindahan dan kebersihannya. Jadi kalau maen ke Jogja jangan hanya muter2 malioboro, benteng vrederbug, tamansari, dan keraton. Masih bnyak wisatadi DIY ini. Oke sekian dulu CatPer dan sekilas review dari saya tentang objek wisata ini. Tetap jalan2 dan tetap bahagia! Salam Wildlife! (gema)

Berikut videonya sebagai bahan referensi :