_MG_1083

Hai Salam Wildlife Sueto!

Perjalanan kali disebut perjalanan tak terduga…Perjalanan yang tak terduga ini di mulai pada tanggal 29 juni 2012 yang berawal dari penculikan saya oleh hilmy sueto pada jumat malam dengan tiba-tiba berdalih mengunjungi neneknya yang sakit di Malang padahal saya sedang asik-asiknya ngewarkop sama teman. Penculikan dilakukan dengan sedikit terburu-buru karena si nenek hilmy akan kembali langsung ke Jember setelah keluar dari rumah sakit. Awal perjalanan saja sudah dimulai dengan kekonyolan yaitu saat setelah dari rumah saya masuk pintu tol sda salah jurusan bukan ambil yang arah ke porong tapi malah ambil arah ke waru akhirnya kami memutar dulu deh 10km untuk kembali lagi memutar ke tol arah porong…..capek deh…

Kemudian perjalanan dilakukan dengan sangat cepat akhirnya kami pagi-pagi sekali tiba di kota Malang dan langsung menuju rumah saudaranya. Setelah itu langsung istirahat sampai siang hari kemudian dihindangkan sarapan penyetan yang super pedas dan maknyus oleh ibunya Hilmy kelihatannya kami dikerjai sengaja emang bikin sambel lombok yang extra pedas nih…hahaha..

Kemudian setelah prepare sorenya kami bertiga merencanakan jalan-jalan tapi kami belum melakukan planning ingin kemana. Akhirnya saya memberi ide bagaimana kalau kita ke air terjun Coban Pelangi di daerah Tumpang saja karena saya sendiri juga belum pernah kesana. Kamipun langsung cus..pergi kesana menuju Tumpang prakiraan perjalanan dari kota Malang menuju Tumpang sekitar 1jam. Sampai di Tumpang kami mengikuti arah ke Bromo nah di sekitar perjalanan kami menemukan lagi tujuan wisata menarik sebelum arah ke Coban Pelangi didaerah Duwet, mungkin lain kali akan kami posting tempat wisata di daerah Duwet itu. Sebelum sampai di Coban Pelangi kami melewati areal rafting bernama Ndayung bisa dikunjungi di link http://ndayung.blogspot.com/2012/05/pingin-tahurafting-pingin-merasakan.html

Sesampainya di pintu tiket Coban Pelangi sebelum masuk kami dikenai tarif per orang Rp5000,- plus parkir mobil Rp3000,- mungkin hari libur kali yah…biasanya per orangnya Rp3000,- Perjalanan masuk areal air terjun terasa sejuk dan asri saat itu kami memang agak sedikit kesorean jadi tidak bisa melihat pelangi di air terjun tapi tak apalah namanya juga mencari pengalaman.

Coban Pelangi sendiri merupakan salah satu wanawisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang, kawasan ini dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS).  Air terjun ini berada di ketinggian 1299,5 m di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas.dan memiliki terjunan air setinggi kurang lebih 110 m.   Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 19 – 23 derajat Celcius. Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi.

Bagi para pendaki Gunung Semeru, air terjun ini tidak asing bagi mereka, karena mobil jeep angkutan umum satu-satunya yang membawa mereka dari pasar Tumpang menuju ke Gunung Bromo akan melewati lokasi ini. Perjalanan naik turun tangga benar-benar kami nikmati. Tiba di air terjun memang wao karena memang baru kali ini saya lihat air terjun sederas ini sampai basah semua…semprotannya kuat banget kelihatannya merek pompa air apapun bakal kalah nih…hahahaha.

Semakin senja semakin mistis nih tempat tapi semakin seru soalnya mau ke arah air terjun harus bertarung dengan lumpur dan air yang dingin dengan semprotan keras si air terjun. Setelah cuci-mencuci di mall eh…di aliran air akhirnya kami bersiap pulang dengan baju basah dan kedinginan….werrrr!

Haripun makin senja kami pun ingin lekas balik ke Surabaya tapi diperjalanan pulang terjadi kejadian prasangka tak terduga lagi jadi waktu turun didaerah perkampungan ada 2 anak mahasiswa kelihatannya habis mendaki semeru mereka mencoba menyalip kami di jalan yang memang kecil kami persilahkan mereka menyalip dengan motor vixionnya tapi tiba-tiba 2orang anak itu hilang keseimbangan dan keluar dari jalan akhirnya menabrak warung penjual bensin dan Duarrrrrrrrrrr!meledak…(lebay yah sebenanya jatuh aja tapi bensin jualan si pedagang pada tumpah)hahaha…akhirnya kami kaget dan sempat berhenti karena tidak merasa menabrak kami jalan ae karena mereka jatuh sendiri. Tiba beberapa saat kemudian kami dikejar warga dikira kami menemper dua pengendara itu terus mereka terjatuh padahal ya tidak dengan sedikit emosi kami kembali ke dua pengendara itu masak kami gak salah terus disalahkan akhirnya sampai langsung terjadi adu mulut keras(padahal ya biasaae)hahahah…Akhirnya dua pengendara tadi ngaku bahwa mereka jatuh sendiri karena kecapeaan tapi kami kasian akhirnya kami mengantar mereka sampai kota Malang ke tempat kosan mereka kelihatan luka-luka memar mereka parah soalne. Tiba-tiba saya teringat film Tuck n Dale vs Evil kejadiannya ya sama padahal tidak melakukan apa-apa tapi dituduh berbuat yang macam tapi filmnya lucukok…hahaha..jadi ngelantur.

Sampai di kos dua mahasiswa tadi kami kami langsung balik ke Surabaya dengan sedikit santai dan berfikir ingin mengunjungi tempat wisata misterius di daerah Duwet tadi..hihihi…sekian tunggu cerita perjalanan lainnya dan terus mengexplore alam Indonesia!

Berikut Foto-fotonya :

_MG_0988

_MG_1022

_MG_1026

_MG_1055

_MG_1063

_MG_1067

_MG_1068

_MG_1101

_MG_1007


_MG_1130

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut Videonya :

Lokasi

Terletak  di Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS8° 1′ 32.27″ S  112° 49′ 1.06″ E

Aksesbilitas

Berjarak seklitar 2 km dari desa Gubuk Klakah atau sekitar ± 32 km sebelah timur kota Malang
Untuk mengunjungi coban yang terletak di Sungai Amprong ini, arahkan perjalanan menuju Tumpang, dilanjutkan menuju Desa Gubug Klakah. Hati-hati karena setelah melewati desa, jalan mulai menanjak dan berkelok.  Air terjun ini berada sebelum masuk pertigaan Jemplang (yaitu pertigaan menuju Gunung Semeru dan Gunung Bromo)  usai melewati Desa Gubuk Klakah disebelah kanan jalan ini akan terlihat jelas gapura bertuliskan air terjun Coban Pelangi

Dari area pintu masuk Coban Pelangi yang berada di atas tebing setinggi sekitar 100 meter, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menurun dan melintasi jembatan. Jarak tempuh jalan ini sekitar 1, 5 km hingga lokasi air terjun berada.

Waktu kunjungan paling pas ke  tempat ini adalah di pagi hari karena kabut sering muncul setelah lewat dari tengah hari. Juga pada musim penghujan pihak pengelola sering membatasi kunjungan hingga pukul 16.00.  Hal ini untuk menghindari munculnya air bah yang datang dari pegunungan di bagian hulu uang acap kali datang.

Tiket dan Parkir

Harga tiket masuk adalah Rp.3.100,-/orang hari libur Rp.5000,- dan biaya parkir adalah Rp. 1000,- (roda 2) dan Rp 3000 (roda 4),