Edo Rusyanto's Traffic

PEMOTOR tanpa helm. Ada di kota dan di desa. Entah karena tak punya, atau tak ada ukuran helm yang pas.
“Cuma dekat aja kok, gak usah pakai helm, polisinya juga kenal semua,” kata seorang pemuda, di Jakarta, suatu ketika. Ada yang janggal dari pernyataan sang pemuda itu?
Ya. ‘Hanya jarak dekat’ dan ‘Polisinya kenal semua’. Lantas, apa hubungannya dengan memakai helm demi keselamatan berkendara?
Jargon jarak dekat tidak perlu pakai helm pelindung kepala adalah salah kaprah. Jika kita sepakat kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, jargon soal jarak itu menjadi gugur.
Perilaku memakai helm agar tidak ditilang polisi juga jargon keliru. Memakai helm demi keselamatan pemotor. Mengurangi risiko fatalitas. Apalagi, nilai kepala kita tak sebanding dengan harga helm atau biaya denda.
Barangkali kesadaran untuk memakai helm saat berkendara masih perlu terus digaungkan. Lalu, dibarengi penegakan hukum atas hal itu.
Soal sanksi tidak memakai helm saat berkendara bisa dilihat…

Lihat pos aslinya 57 kata lagi