Edo Rusyanto's Traffic

TULISAN ini terinspirasi kasus kecelakaan yang termuat di mailing list pemotor Bajaj. Dalam perbincangan, Senin (24/9/2012) pagi, mencuat pertanyaan seperti yang saya tulis di judul artikel ini.
Kecelakaan merenggut adik bro Bagus. Kejadian pada 20 September 2012 di Pemalang, Jawa Tengah itu, bermula ketika sang adik hendak mendahului mobil boks dari sisi kanan jalan. Namun, tiba-tiba dari arah depan muncul truk, brakkk. Duka anak negeri.
Sebagai warga negara dan pengguna jalan, tentu sang adik berhak mendapatkan santunan. Ahli waris berhak menerima santunan itu. Tapi apa yang terjadi?
Ya. Kita semua tahu, santunan Jasa Raharja bagi korban tewas bakal diberikan kepada, orang tua, anak, duda dari suami atau isteri. Tentu saja ahli waris yang sah, yakni dikuatkan oleh bukti hukum otentik seperti surat nikah atau kartu keluarga yang diterbitkan kantor kelurahan atau desa.
Pertanyaaanya, bagaimana jika korban tewas akibat kecelakaan adalah yatim piatu dan belum menikah?
Kalau kita lihat UU No…

Lihat pos aslinya 535 kata lagi

Iklan