Edo Rusyanto's Traffic

SOSOKNYA menjadi mencolok. Maklum, si bongsor roda tiga, Can-Am Spyder,’berdiri’ di tengah-tengah kerumunan roda empat premium. Ada sedan mewah Ferrari, Porsche, Rolls Royce, Bentley, dan jeep Hummer.

Penampakan motor besutan Bombardier Recreational Products (BRP), Kanada itu, menggoda rasa ingin tahu. Motor yang di parkir di mulut The Stones Autograph Hotel, Kuta, Bali tersebut, memang bakal memincut perhatian para pemotor yang melintas.

Padahal, di sudut yang lain juga tampak sosok motor gede (moge) besutan Harley-Davidson. Bahkan, moge berwarna biru metalik itu, diparkir lebih mendekat ke trotoar jalan. Mungkin karena sering wara-wiri di jalan raya, kehadiran Harley-Davidson dianggap biasa saja. Masa sih?

Balik lagi soal duo Spyder. Ternyata, keduanya mewakili dua tipe yang berbeda.

Spyder warna putih yang saya temui Rabu (12/12/2012) siang, adalah tipe otomatisnya. Untuk mengoperasikan Spyder Rotax 990 itu, tinggal gas rem-gas rem ala sepeda motor skutik yang kebanyakan beredar saat ini.

Sedangkan Spyder warna abu-abu adalah tipe biasa…

Lihat pos aslinya 157 kata lagi