Kali ini Cerita dari sahabat Hilmy Suetoclub ..

DSC03242

Maret adalah bulan liburan loh , bayangkan ada liburan yang sangat panjang dari sabtu sampai selasa (4 hari) .. sayangnya untuk 4 hari itu , kami disibukkan untuk tugas dari kampus. akhirnya event SUETO kami adakan hari senin tanggal 11 maret 2013 dengan berangkat selepas shalat isya’ sampai esoknya 12 maret 2013 malam hari. event tersebut adalah perjalanan ke seven source waterfall , dan insya Allah postingan tentang seven source sudah terbit di group facebook sueto.

nah ,, gimana sih rasanya kalo ada liburan sepanjang itu tapi kitanya ga bisa menikmati dengan baik? pasti bete banget kan? hehehe ..

oke , saya hilmy , salah satu dari 4 orang pendiri SUETO ,, berencana mengeksplor wisata yang ada di utara jawa. jujur saja, sampai saat ini SUETO adalah organisasi extreme touring yang sudah dikenal se-Indonesia dengan spesialisasi eksplorasi bagian samudera hindia. tanggal 12 maret 2013 adalah liburan hari terakhir, rencana saya adalah ke pulau bawean di gresik. dan ketika saya planning timeline perjalanannya, waktu yang dibutuhkan tidak bisa sehari.
segera saya kontak hima , calon istri saya , yang kebetulan sedang tidak sibuk untuk hari itu. saya mengajaknya untuk mengunjungi hutan penangkaran mangrove (bakau).
saya tau , dia hanya tau kalo hutan mangrove ada di bosem wonorejo. kali ini saya ingin mengajaknya ke hutan mangrove di pulau madura !!

tujuan kami adalah: NEPA. nepa adalah sebuah desa yang bertempat di wilayah banyuates kabupaten sampang , madura.
disana adalah hutan penangkaran mangrove (bakau) pulau madura.
kami berangkat dari Mulyorejo pukul 11.00 wib, kemudian ke asrama mahasiswa sebentar untuk menyerahkan tugas laporan ke arip. setelah itu kami berangkat dengan kecepatan maksimal 60 km/jam menyisiri utara madura.

kami melewati jembatan terpanjang di Indonesia ..

sampai di bangkalan , kami sempat berputar-putar karena adanya jalur satu arah yang membingungkan ..
fiuhh , akhirnya sampai di daerah ArosBeye pukul 12.45 wib , saya memutuskan untuk beristirahat sebentar untuk sarapan , yupp kami belum sarapan pagi 🙂
di daerah ini kami juga membeli bensin terlebih dahulu .. oke , perlu diketahui perjalanan ini membutuhkan 7,77 liter bensin premium untuk ukuran Supra X 125 , yang artinya butuh setidaknya 35ribu untuk pulang-pergi dan itu nge-press habis waktu sampai surabaya lagi.

setelah sarapan di warung ijo dan sholat dhuhur berjama’ah di mushola tepat dibelakang warung ijo , kami melanjutkan perjalanan , sampai tanjung bumi pukul 14.10 wib kami istirahat sejenak , untuk mengetahui apakah telah sampai di tanjung bumi atau belum , dapat temen-temen extreme SUETO lihat menara mercusuar dan pantai yang tenang , pantai ini merupakan tipikal tanjung , sehingga temen-temen tidak dapat menemukan pasir disini , biasanya setiap menjelang siang hari ada nelayan yang berjalan hampir mendekati menara mercusuar untuk menjaring ikan. perlu diketahui temen-temen extreme SUETO bahwa dari ArosBeye sampai kawasan ini, jalanan cukup rusak, berlubang dan bergelombang.
tanjung bumi merupakan perbatasan kabupaten bangkalan dengan kabupaten sampang.
( INI FOTO PANTAI TANJUNG BUMI )

 

pom bensin ArosBeye

pantai tanjung bumi (4)

pantai tanjung bumi (2)

DSC03267

DSC03248

DSC03244

DSC03241

( INI FOTO MERCUSUARNYA )

pantai tanjung bumi (6)
disini kami melanjutkan perjalanan , sekitar beberapa meter ke arah timur kami menjumpai gapura selamat datang di kabupaten sampang. setelah tugu sampang , kami memasuki kawasan Banyuates .. yupp, kami sampai !!
ada beberapa jalur menuju daerah nepa. tapi, inget ini ..
sebelum naik jembatan panjang , langsung belok kiri .. tepat sesaat awal tanjakan jembatan , belok kiri.
jalurnya lumayan cukup untuk satu mobil saja .. bisa dibayangkan ketika ada dua mobil arah berlawanan ada dijalur ini maka salah satu harus mengalah untuk mundur terlebih dahulu ..
disisi jalan menuju lokasi hutan nepa terdapat sawah ladang , dan disisi kanan dijumpai perahu nelayan. untuk mengitari dan mengamati mangrove (bakau) maka kita harus menyewa perahu kecil milik nelayan.
kali ini kami cukup mengamatinya dari jauh.
ternyata di desa Nepa ini tidak hanya menawarkan wisata bakau , tetapi juga terdapat hutan kera seperti halnya sangai di bali. selain itu juga pantai nepa yg tenang dan bersih ..
three in one nih ceritanya. mengunjungi hutan bakau (rawa-rawa) , dapet bonus hutan kera plus pantai yg bagus banget ..
kawasan ini murni GRATIS , kecuali biaya parkir dan tour guide dadakan 🙂
ceritanya , kami (saya dan calon istri saya) seketika menjumpai orang sekitar (warga desa nepa) di dalam kawasan hutan kera yang meminta uang dengan cara memberi jasa sampai tempat makam. dan kami tidak dapat menolak (memang tidak diizinkan untuk menolak ; sifatnya harus ; memaksa).
hah? makam? yupp!! hutan kera tuh identik dengan makam prabu segoro , konon katanya kera di kawasan ini adalah anak buah dari prabu segoro ini .. hmm , ceritanya koq mirip kera sakti dari gunung hua kow ya? hehehe ..
kami beri 15 ribu untuk jasanya. biaya parkir sebesar 2000 untuk roda dua dan 5000 untuk roda empat.
kesempatan loh , roda tiga dan roda enam tidak membayar , jadi temen-temen bisa bawa becak ato bajaj kesini , GRATIS !!

( INI FOTO2 SAAT BERADA DI PARKIR , MENUJU HUTAN , DI HUTAN )

DSC03240

DSC03243

DSC03250

DSC03261

DSC03258

DSC03255

DSC03262

kami sampai di desa Nepa pukul 14.25 wib. setelah puas di hutan kera , kami menyusuri pantai ini dan berhenti sejenak memandangi ombak dan berbincang mesra (yang jomblo jangan envy loh yaa , hahaha *lirik admin dicky tom*). sebagai catatan , dari desa nepa ada waduk nepa yang berjarak 4KM dari tempat ini , sedangkan ketika saya lihat jam tangan spesial , tepat menunjukkan pukul 15.55 wib. dan sepertinya pada event besar SUETO , saya akan mengajukan tempat waduk Nepa untuk dikunjungi sebelum ke pantai lombang yang terkenal di mata wisatawan asing sebagai surganya pulau madura itu 🙂  *ini mungkin karena mereka tidak mengetahui bersihnya pantai Nepa*

sebagai catatan , pantai Nepa jarang dikunjungi turis ataupun wisatawan karena letaknya yang terpencil dan yang terkenal adalah hutan bakau (mangrove) nya daripada pantai itu sendiri, sehingga hutan kera maupun pantai Nepa benar-benar bersih.

sebelum balik , kami menyempatkan diri untuk mengabadikan momen berdua di pantai Nepa.

( INI FOTO KAMI BERDUA .. SERASI BANGET !! )

BFMRFStCYAAmKGt

kami tepat balik pukul 16.00 wib menuju surabaya. seketika melewati jalan bergelombang dan berlubang tadi , akhirnya ban sepeda motor saya bocor. kemudian kami menuntun sejauh sekitar 1 KM di kawasan tanjung bumi.
kami asharan berjama’ah di klakah , di masjid sekolah SDN Klampis Timur , jalan raya klampis , pada pukul 17.30 wib.

lalu saat kami melanjutkan perjalanan menuju surabaya , kami mendapatkan kabar dari teman kami di surabaya jika surabaya diguyur hujan deras. dan ketika saya memandang awan di daerah barat memang sangat gelap, seketika hujan turun begitu lebat. kami berhenti di masjid jami’ nurus salam daerah Gebang , bangkalan , Madura pukul 18.20 , dengan niat sekalian sholat maghrib. Masjid ini begitu besar dan luas , jika temen-temen ingin istirahat , saya sarankan di masjid ini. halaman parkiran juga begitu luas dan mampu menampung 5 buah bis sekaligus.

Setelah 30 menit kami di masjid tersebut , dan hujan telah dirasa sedikit reda ,kami melanjutkan perjalanan pada pukul 18.50 wib. dan dinner  berdua (bener2 berdua karena kami pengunjung paling terakhir) di rumah makan sebelah bebek sinjay pada pukul 19.15 – 19.45 wib. kami tidak membayar parkir karena pak parkir sudah pulang .. yupp , kami bener2 dateng tepat disaat rumah makan tersebut tutup.

( INI FOTO KARCIS TOL MASUK DARI MADURA DENGAN BIAYA Rp.3000 )

IMG00301-20130319-0051

sampai mulyorejo tepat pukul 21.00 wib disambut minuman energen panas setelah melewati hujan badai bersama ..

hari itu , susah senang kami jalani bersama .. ahh , bersyukur saya memiliki dia 🙂

BFMQce5CYAAfQxI a9e4c4935ffb1bfe0060b7d8085ddb8d

 

 

Iklan