Archive for Mei, 2013



Edo Rusyanto's Traffic

S/W Ver: 85.98.90R

KOLEGA saya terpaksa mengizinkan anaknya mengendarai sepeda motor lantaran terpaksa. Salah satu yang memaksa adalah kondisi transportasi publik yang belum memadai. Angkutan publik dianggap berpotensi membuat si anak telat tiba di sekolah.

“Belum lagi risiko terjebak dalam tawuran antara sekolah,” sergah kolega saya itu, di Jakarta, suatu ketika.

Kemungkinan banyak yang mengalami hal serupa seperti kolega saya itu.

Banyak di antara kita yang menyaksikan anak-anak di bawah umur mengendarai sepeda motor. Mereka bahkan ada yang bertiga dan tidak memakai helm pelindung kepala. Kenapa hal itu terjadi?

Sebelum mencaritahu jawaban pertanyaan di atas, barangkali kita bisa menyimak fakta data yang ada di sekitar kita. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyodorkan fakta mencengangkan. Setidaknya buat pemahaman saya.

Bagaimana tidak, pada 2012, anak-anak di bawah usia 16 tahun yang menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan melonjak drastis. Bila pada 2011 baru 40 kasus, tahun lalu menjadi 104 kasus. Artinya, melonjak 160%…

Lihat pos aslinya 526 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

parkiran motor 2013

SEPEDA motor menjadi alternatif transportasi. Banyak orang memanfaatkannya untuk mengais rezeki. Berangkat dari rumah ke tempat kerja atau ke tempat usaha. Salah satu dari jutaan orang di Jakarta adalah Mas To, kita sebut saja begitu.

Tiap hari dia berangkat dari rumah ke tempat berjualan. Jarak tempuh tak lebih dari 10 kilometer (km). Sepeda motor jenis bebek dengan setia menemani aktifitas Mas To.

“Ini motor operasional. Dipinjami oleh bos. Saya juga dikasih uang bensin Rp 20 ribu tiap minggu,” kata dia saat berbincang dengan saya di Jakarta, Jumat (24/5/2013) siang.

Dia mengaku, uang bensin Rp 20 ribu sudah amat cukup untuk menggelindingkan si roda dua dari rumah ke tempat berdagang. “Kecuali kalau hari libur motornya dipakai buat jalan-jalan, baru deh uang bensin tadi gak cukup,” seluruh Mas To sambil tersenyum.

Sehari-hari dia bersama temannya berdagang makanan dan minuman ringan di kantin salah satu perkantoran. Ada roti bakar, kopi, susu, hingga mie…

Lihat pos aslinya 140 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

PAGI merangkak ke siang hari. Lalu lintas jalan mulai ramai. Beragam kendaraan lalu lalang. Debu beterbangan. Raung knalpot kendaraan membelah hari.

Perhatian saya tertuju pada kerumunan orang di sisi kanan jalan. Antrean kendaraan di depan saya memudahkan pandangan mencaritahu, ada apakah di sisi kanan?

Seorang wanita dewasa berteriak tak henti. Jeritnya menyayat hati. Suaranya mengalahkan suara dari knalpot kendaraan yang melambat.

Beberapa orang sibuk menenangkan sang wanita tadi. Beberapa pria lainnya mengambil koran. Lembaran kertas sumber informasi itu dipakai untuk menutupi sesosok tubuh manusia.

"Dia kelindas kendaraan," ujar seseorang dari sisi kiri jalan. Sang pemilik suara tampaknya menjawab pertanyaan orang di sebelahnya.

Peristiwa itu saya saksikan di Jl Raya Sukabumi mengarah ke kota Sukabumi, Sabtu (25/5/2013) pagi. Kemacetan diduga lantaran ada kecelakaan lalu lintas jalan. Faktanya seperti dibeberkan di atas.

Ya. Tidak ada yang tahu pasti, apa yang akan terjadi esok hari. Termasuk, tidak tahu apakah kita akan menjadi obyek…

Lihat pos aslinya 130 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

izin berkendara

KESELAMATAN mesti menjadi prioritas saat berkendara. Ketika itu terjadi, cita-cita mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis bisa lebih diwujudkan. Suasana jalan yang kental dengan sikap respek diantara sesama pengguna jalan. Tak perlu ada saling serobot.

Kerangka besar keselamatan berkendara melingkupi aspek sosial, ekonomi, budaya, hukum, bahkan politik. Situasi di jalan raya merupakan limpahan dari sistem tatanan masyarakat tersebut. Kalau sistemnya rentan dengan karut marut, kondisi jalan rayanya bisa ikut-ikutan karut marut.

Selain soal kebiasaan, pemahaman atas regulasi, yakni Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) juga menjadi penting. Termasuk soal kebiasaan memberikan izin kepada anak di bawah umur untuk mengemudi kendaraan, entah itu roda dua atau roda empat.

Anak-anak di bawah umur, yakni mereka yang berusia di bawah 17 tahun, masih dianggap belum stabil dalam mengemudi. Bisa jadi lebih mudah terprovokasi oleh situasi di sekelilingnya sehingga bukan mustahil bisa membuyarkan konsentrasi. Belum lagi secara teknis…

Lihat pos aslinya 270 kata lagi


IMG_7573

Yup Kembali lagi ke perjalanan touring sehari dengan tim sueto…Kali ini tujuannya adalah Coban Trisula yang terletak di  desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo kota  Malang jawa timur. Singkat cerita perjalanan kami mulai berangkat sabtu malam minggu kemudian istirahat di Malang dulu baru paginya kami berangkat ke Coban Trisula. Meskipun sudah banyak yang tahu tempat ini tapi tim sueto belum pernah mengunjungi tempat ini dan memang destinasi ini menjadi pilihan karena jalannya untuk menuju ke coban Trisula ini sedikit extreme.

Perjalanan ke Coban Trisula ini sebenarnya searah dengan Coban Pelangi tetapi kami ingin hunting jalan dulu supaya kenal area ini dengan lewat poncokusumo dulu kemudian lanjut menuju Coban Pelangi dulu terus setelah melewati Coban pelangi baru atasnya lagi Coban Trisula tapi jangan salah tempatnya memang tidak seramai Coban Pelangi kadang-kadang kalau hari libur sama pemda setempat di tarik tiket masuk 5000ribu tidak tahu buat apa, padahal kalau hari biasa juga gratis itu belum termsuk ongkos parkir.

Karena arah masuk ke Coban Trisula begitu tertutup oleh semak-semak jadi sebenarnya kami sempat hampir ke bablasan arah Ranu Pani. Akhirnya setelah bertanya dan kembali akhirnya ketemu juga kami pun parkirkan motor kemudian langsung tracking menuju Coban Trisula.

Track ke Coban Trisula ini gak seberapa jauhkok dari jalan utama kira-kira 600 meter tapi perlu diwaspadai tracknya sangat licin kadang-kadang bisa dibuat plesetankok. Trus tracknya penuh lika-liku juga di awal track ada dua jalur yang kadang sering membuat wisatawan bingung tapi gak terlalu masalah kok kalau kita sudah sering jalan-jalan feelnya pasti tau mana jalan yang benar :).

Yup tak lama kemudian kami sampai ternyata ada 3 destinasi air terjun disini Coban kedua adalah air terjun kedua yang mempunyai tiga kolam besar yang menampung aliran air dari Sungai Lajing. Air terjun kedua itu hanya setinggi 2,5 meter, namun pesona keindahan yang menyelimutinya membuat wiatawan merasa kagum atas keindahan coban trisula dan saya sendiri benar-benar kagum karena Coban Trisula ini termasuk tipikal air terjuan yang unik. Kemudian Coban Pertama atau air terjun utama, pengunjung harus mendaki bukit kecil yang ditumbuhi pepohonan tropis dengan akar-akarnya yang dapat dijadikan pegangan. Air terjun utama setinggi 35 meter tersebut tampak megah dan anggun, memecah aliran sungai menjadi butiran-butiran putih yang menyejukkan dan tertiup angin menerpa wajah pengunjung. Berbeda dengan air terjun pertama dan kedua, air terjun ketiga lebih tersembunyi letaknya, untuk mencapainya kita harus kembali menuruni bebatuan licin dan terjal, keindahan yang ditawarkan juga tak kalah menarik. Air terjun ketiga itu hanya setinggi 11 meter tapi bagus cuman kami tak sempat untuk mengabadikan air terjun yang terakhir karena keterbatasan waktu. Tapi mungkin next time bisa dicoba lagi.

Coba dilihat saja foto-fotonya berikut ini

IMG_7315

IMG_7319

IMG_7322

IMG_7374

IMG_7375

IMG_7388

IMG_7393

IMG_7428

IMG_7438

IMG_7476

 

IMG_7527

 

IMG_7529

IMG_7533

 

IMG_7348

IMG_7356

IMG_7391

IMG_7401

IMG_7444

IMG_7508

IMG_7516

IMG_7556

IMG_7571

 

 

 

 

 


IMG_7121

Salam Wild Life!Perjalanan kali ini Maret 2013 dimulai lagi….Yup berawal dari keinginan untuk mengisi liburan saya di Ibu kota Jakarta. Kalau di Jakarta tak sekalian jalan-jalan itu ya mubazir dong. Oleh karena itu saya kali ini memilih destinasi touring akhir weekend. Sebenarnya ada beberapa tempat yang akan dituju tapi karena keterbatasan waktu dan transport akhirnya saya pilih yang bisa di tuju saja sekalian mengilhami jalan yang ada.

Pada akhirnya terpilih Situs Gunung Padang yang ada di kabupaten Cianjur untuk dijadikan tempat tujuan tour. Sebenarnya saat di Jakarta saya tinggal di Pondok Gede tapi kali saya berangkat minggu pagi  dari Kemayoran karena malam mingguan di daerah situ.

Paginya saya langsung berangkat sekitar jam 6 kurang dari Kemayoran-Cibubur-Cileungsi-Cianjur kurang lebih sekitar 120km perjalanan melewati daerah pegunungan yang udara paginya sejuk. Kalau ada point yang bagus langsung berhenti untuk mendokumentasikan.

Berikut foto-foto perjalanan arah Cianjur lewat mande :

IMG_7098 IMG_7122

 

landscape22

Setelahnya sampai kota Cianjur saya istirahat sebentar sambil menentukan track yang akan diambil untuk menuju situs Gunung Padang. Berikut tracknya Cianjur pilih arah ke selatan arah pantai sindangbarang ikuti saja arah ke Cibeber terus menuju Cempaka nah nanti diantara jalan ini ada plakat arah situs Gunung Padang. Sebenarnya ada track yang lebih mudah yaitu dari Cianjur kota Menuju waru Kondang arah Sukabumi nanti dipinggir jalan ada plakatnya juga situs Gunung Padang tapi pada akhirnya pulang saya juga keluar di track ini kok ternyata.

Jalanan yang saya lalui :

PetaCianjur_06

Saya pilih track arah cibeber karena tracknya lebih extreme saja, tanjakan berbatu tapi melewati pemandangan kebun teh yang bagus meskipun waktu itu saya sempat tersesat selama satu jam karena banyak pilihan jalan pintas di track ini. Tetapi anda harus sering tanya jika meliwati jalur ini supaya tidak tersesat. Selama 1 jam saya keliling-keliling komplek perkebunan teh dengan jalan yang tidak layak dilalui oleh motor matic hehehehe….Akhirnya dengan susah payah dan tanya-tanya warga sekitar tembus juga ke jalanan kecil aspal bagus arah situs Gunung Padang.

Sedikit foto area perkebunan teh :

IMG_7131 IMG_7137 IMG_7138

Prediksi hari udah agak siang dan mendung sudah menandakan akan hujan. Langkahkupun kian cepat untuk menelusuri kawasan wisata Gunung Padang. Sesampainya disana memang tempat ini sudah sangat ramai pengunjung sedikit diluar prediksi, kemudian membayar tiket masuk dan melewati tanjakan yang lumayan curam meskipun jaraknya tak jauh untuk mencapai ke atas. Untuk layout dan sejarahnya  pembaca sekalian bisa melihat gambar di bawah ini :

Situs Gunungpadang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan CampakaKabupaten Cianjur.Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan WarungKondang, dijalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks “bangunan” kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Untuk info linknya mampir aja disini :

[sunting]

  1. ^ a b Situs Peninggalan Zaman Megalitikum di Gunung Padang Kian Terbengkalai. kapanlagi.com Edisi 08 September 2005
  2. ^ a b Jafar M. Sidik. Menerawangi “Indonesia Tua” di Gunung Padang. Antara daring. Edisi 17 September 2009
  3. ^ Rolan Mauludy dan Hokky Situngkir Musical Tradition in Megalithic Site of Indonesian Gunung Padang?
  4. ^ “Paparan Tim Katastrofi Purba”. Sekretariat Negara, 7 Februari 2012
  5. ^ Situs Gunung Padang Diteliti Lebih Dalam National Geographic, 20 Maret 2012
  6. ^ “Mimpi Nobel Andi Arief untuk Gunung Padang”. Tempo. 27 Agustus 2012
  7. ^ Padang Mountain and Its Megalithic Stones CNN,26 April 2012
  8. ^ “Situs Gunung Padang Lebih Tua dari Piramida Giza”. November 3, 2012.
  9. ^ U.S. Lab Validates Indonesian Ancient Structure Theory Xinhua.net, November 5, 2012
  10. ^ “Laporan Resmi: Situs Gunung Padang Punya 100 Undakan dan Luasnya 25 Hektar”. June 27, 2012.
  11. ^ “Tim Terpadu Riset Mandiri: Gunung Padang Truly Extraordinary”. June 28, 2012.
  12. ^ Batu Beraksara Di Situs Gunung Padang detik.com 5 Mei 2012
  13. ^ Budi Brahmantyo. Keagungan Situs Megalitik Gunung Padang. Pikiran Rakyat. Edisi 20 Januari 2006.
  14. ^ “Situs Gunung Padang Diteliti Lebih Dalam”. National Geographic, 24 Maret 2012
  15. ^ “Rupa Misterius Situs Gunung Padang Segera Terkuak”. detik.com, 12 Desember 2012
  16. ^ Ancient Indonesian structures are man-made: researchers ABC Radio Australia, April 9, 2013
  17. ^ “Konstruksi Gunung Padang Dirancang Arsitek Purba Ulung”. National Geographic, 24 Januari 2013
  18. ^ Discovery of Ancient Sites in Java, Indonesia from 10.000 BC Indian Defence, April 3, 2013
  19. ^ “Gunung Padang, Mahakarya Peradaban yang Hilang”. vivanews.com, 3 April 2013
  20. http://www.rmol.co/read/2013/04/26/108065/Tiga-Presiden-Indonesia-Pernah-Kunjungi-Situs-Gunung-Padang-

Akhirnya sampai juga dan langsung segera mendokumentasikan area wisata situs Gunung Padang ini sambil sekalian istirahat sejenak wuih karena perjalanannya extreme gara-gara blusukan ke kebun teh..terus melihat kegiatan rohani orang-orang sekitar di situs gunung padang ini terus akhirnya hujan pun datang dan segeralah saya pulang menuju ke Jakarta sambil hujan-hujan. Pulangnya arah Jakarta saya memilih track Cianjur-Puncak-Bogor-Jakarta dengan arah keluar dari situs di arah sebaliknya karena jalannya lebih bagus lewat arah jalan Cianjur-Sukabumi tembus WaruKondang sekitar jam 3 dan ternyata ban bocor depan-belakang akhirnya cari bengkel kemudian langsung dilanjutkan menuju jalanan Puncak-Bogor-Cibinong-Jkt dengan hujan yang merata saat itu kondisi jalanan yang macet maklum hari libur  dan alhasil selamat sampai Pondok Gede sekitar jam 8 malam weh perjalanan pulang yang sungguh melelahkan haha…

petaAkses_TNGGP

Mudah-mudahan bisa lanjut touring lagi ketempat berikutnya, salam wildlife!

Silahkan dilihat foto-fotonya :

IMG_7036 IMG_7043 IMG_7055 IMG_7079 IMG_7081 IMG_7093

IMG_7139 IMG_7142 IMG_7144 IMG_7145 IMG_7146 IMG_7152 IMG_7153 IMG_7171 IMG_7174 IMG_7174 IMG_7177 IMG_7180 IMG_7181 IMG_7185 IMG_7187 IMG_7189 IMG_7190 IMG_7191 IMG_7192 IMG_7196 IMG_7197

%d blogger menyukai ini: