Edo Rusyanto's Traffic

suara pembaruan transportasi mei 2013

TERLALU tinggi risiko yang dipikul jika para pengemudi angkutan umum dalam kondisi tidak layak mengemudi tapi masih diperbolehkan membawa kendaraan. Nyawa para penumpang dan sang pengemudi itu sendiri dipertaruhkan.

Kementerian kesehatan (kemenkes) pada 2012 menemukan fakta cukup mengejutkan. Terjadi lonjakan jumlah sopir angkutan umum yang tidak layak mengemudi. Fakta itu mencuat saat kemenkes menggelar pengujian bagi sopir angkutan mudik Lebaran. Unsur utama yang diuji kemenkes adalah kadar alkohol dan amfetamin pada diri sang sopir.

Pada 2012, kemenkes melakukan pengujian kepada 2.065 sopir. Hasilnya, 10% masuk kategori tidak layak mengemudi. Padahal, setahun sebelumnya, saat menguji 711 orang, mereka yang masuk kategori tidak layak mengemudik sebesar 4%. Sebaliknya, yang masuk kategori layak mengemudi melorot dari 84% menjadi 64%. Sedangkan sopir yang masuk kategori layak dengan catatan sebanyak 26% atau melonjak drastis jika dibandingkan tahun 2011 yang masih sebesar 12%.

Menurut kemenkes, defenisi Layak Mengemudi adalah jika tekanan darah sang sopir dalam kondisi…

Lihat pos aslinya 114 kata lagi