Edo Rusyanto's Traffic

beban berlebih motor jakarta

SUATU siang di Jakarta yang terik. Suhu panas merayap hingga ke balik jaket. Soal peluh, jangan ditanya. Asal belum sampai dehidrasi, suasana hirup pikuk di jalan raya masih bisa dinikmati.

Lalu lalang kendaraan di Jakarta nyaris tak pernah reda. Kota berpenduduk sekitar 9,5 juta jiwa itu, bak magnet raksasa. Menyedot banyak perhatian penduduk di sekitar kota berumur 486 tahun itu.

Setiap hari, sekitar satu juta warga kota satelit Jakarta berduyun-duyun menyerbu kota. Mulai dari yang sekadar beranjangsana sosial, mengais rezeki, hingga kunjungan politik.

Mereka berdatangan dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Bahkan, mungkin kota-kota lain atau dari negara lain. Maklum, Jakarta adalah urat nadi perekonomian Indonesia. Ada gula ada semut.

Para penglaju mayoritas memanfaatkan kendaraan bermotor saat memasuki Jakarta. Mulai dari roda dua hingga roda empat super mewah. Tentu, sebagian memanfaatkan angkutan umum.

Diantara beragam kendaraan bermotor tersebut, terselip sebuah sepeda motor dengan beban yang cukup besar. Beberapa karung menumpuk…

Lihat pos aslinya 171 kata lagi

Iklan