IMG_1125

Hi Salam Wildlife!Waktu memasuki liburan cuti bersama buat puasaan saya memulai perjalanan turing lagi menuju daerah nongkojajar, Pasuruan, Jawa timur sebelum lebaran lumayan  buat melatih stamina saat puasa menuju destinasi baru yaitu coban waru saya penasaran apakah tempatnya bagus.

Berangkat sekitar jam 1 siang terlanjur panas sudah perjalanan kami biasa dari Sidoarjo ke Surabaya dulu menjemput kekasih kepingin ikut dia. Dari Surabaya temponya sangat panas memang sedang panas-panasnya puasa di minggu akhir tapi terbalas panasnya sampai di Nongkojajar masih masuk wilayah kabupaten Pasuruan hawa berubah drastis jadi dingin. Kami pertama sempat kesulitan menuju cuban waru karena memang tidak ada petunjuk yang jelas hanya saja kami berhenti saat sampai nongkojajar dan memasuki desa wonosari kayukebek kemudian jalan terakhir adalah bertanya jalur keberadaan air terjun.

Ternyata Jalur menuju Cuban Waru tak seperti yang kami harapkan untungnya kami bertemu seorang kakek yang baik hati mau mengantar kami dan menjaga motor saya karena sesudahnya kami diantar dengan anak kecil mungkin umurnya sekitar 8-9 tahun dari penduduk desa setempat untuk menuju Cuban waru.

Sebelum menuju Cuban Waru kami diceritakan tentang bahaya-bahaya disekitar area ini katanya banyak curanmor didaerah ini, pantas saat masuk desa ini ada pintu gerbangnya yang ditutup pada jam-jam tertentu untuk mengantisipasi kegiatan curanmor, terus kejadian minggu lalu ada beberapa anak seumuran SMP bermain di sekitar Cuban dan meninggal terperosok aliran air mungkin sejak kejadian itu Cuban waru ini tampak sepi pengunjung.

Saya jadi makin penasaran tempatnya akhirnya si kakek menjaga motor saya dan saya diantarkan oleh anak kecil menuju ke Cuban Waru. Perjalanan menuju Cuban waru ini hanya bisa dilewati setapak dengan berjalanan kaki melewati perkebunan dan lereng-lereng bukit. Tak jauh memang tapi sungguh terasa karena pada saat itu memang masih berpuasa. Sampai ditengah  perjalanan  mampir ke sebuah gubuk kecil ternyata rumah si anak kecil itu tadi memanggil kakaknya kemudian perjalanan dilanjutkan dan kamipun diantar sampai di cuban waru tapi dari bagian atas cuban sebenarnya ada jalan untuk menuju ke bagian bawah cuban tapi kami ingin liat situasinya dulu.

Selayang pandang kami melihat cuban waru ini kelebihannya adalah aliran airnya sangat unik dan sebenarnya kita bisa menikmati cuban dari atas dan dari bawah tapi ada sesuatu yang membuat kami sangat kecewa aliran airnya sudah kotor tercemar berwarna kecoklatan dan mengeluarkan busa tak lagi jernih sungguh disayangkan pesona alam yang sebenarnya bagus tapi dirusak oleh manusia itu sendiri. Kami melihat masih banyak sisa-sisa sampah plastik di area cuban waru ini mungkin pada awalnya tempat ini banyak dikunjungi wisatawan tapi karena aksesnya yang susah dan ada kejadian anak SMP yang meninggal di cuban ini kelihatannya jadi angker tempat ini tapi dilain masalah memang aliran airnya sudah tak layak di nikmati karena sudah kotor kata anak itu tadi aliran ini berasal dari hulu penggunungan tengger di atas. Betul memang saat kami sempat kesasar ke atas banyak anak muda yang membuang sampah sembarangan dikali juga hasil cucian rumah tangga yang terbuat lewat aliran air menuju cuban waru ini. Sebenarnya kami berkeinginan mendokumentasikan gambar dari bawan cuban waru ini tapi karena kami masih melanjutkan perjalanan ke batu untuk buka bersama dan hari mulai petang kami pun kembali ke dimana motor kami, saya titpkan. Sampai bertemu lagi ke cerita perjalanan lainnya ya….

Berikut foto-fotonya :

IMG_1138

IMG_1143

IMG_1145

IMG_1153

IMG_1166

IMG_1170

IMG_1172

 

IMG_1178

IMG_1181

 

IMG_1189

IMG_1198

 

 

 

 

 

 

IMG_1185

 

Catatan :

Bagi saya ini sungguh keadaan yang sangat disayangkan melihat keindahan alam yang bukan sebenarnya tapi inilah efek nyata dari perbuatan manusia. Kalau dipikir keadaan seperti ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Cuban Waru saja tapi banyak juga di tempat-tempat wisata lainnya. Bagi penikmat wisata  dimana kita berada kita harus selalu menjunjung GreenTour Adaptations paling tidak kita juga bisa mengajari bagaimana penduduk setempat memperlakukan alam sekitar dengan bersih misalkan dampak kerusakan lingkungan itu tidak ditimbulkan oleh wisatawan yang berkunjung tapi oleh penduduk setempat di area wisata tersebut.