Archive for Agustus, 2013



Edo Rusyanto's Traffic

rio laka 2013

JALAN raya penuh dinamika. Terkait kecelakaan lalu lintas jalan, pilihannya sulit, bisa menjadi obyek atau subyek.

Selaku obyek, seorang pengguna jalan menempati posisi sebagai korban. Sedang subyek adalah mereka yang memicu kecelakaan.

Pengalaman kolega saya, bro Rio Winto, Selasa (30/7) malam, patut menjadi pembelajaran para pengguna jalan. Konsentrasi dan kewaspadaan saat berkendara tak pernah boleh hilang. Sekalipun, saat sudah waspada sang petaka bisa menghinggapi seseorang.

Kolega saya itu bercerita, dirinya tertimpa kecelakaan sepeda motor sepulang kerja dalam perjalanan ke rumah. “Awalnya, saya jatuh akibat helm saya terkena lemparan batu dari motor di depan yang sudah jatuh lebih dahulu akibat masuk lobang di daerah sumber artha, Kali Malang,” urai bro Rio dalam layanan black berry messenger (BBM), Rabu (31/7/2013) pagi.

Dia melanjutkan, setelah kejadian, dirinya dibawa ke UGD RS Budi Lestari, Bekasi Barat. Kondisi badan dan kepala bro Rio dinilai tidak cedera. “Hanya kedua kaki saya memar (bengkak) karena tertimpa sepeda…

Lihat pos aslinya 48 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

KONDISI darurat alias force majeur kadang membuat seseorang bertindak di luar akal sehat. Lazimnya force majeur, hal itu di luar batas kemampuan manusia. Lantas apa hubungannya dengan bersepeda motor?

Begini. Coba lihat sekeliling kita. Banyak pengendara sepeda motor yang wara-wiri satu motor dengan tiga atau empat penumpang. Tentu, salah satu di antaranya adalah sang pengemudi alias pengendara yang mengendalikan si kuda besi.

Pemandangan yang mudah kita jumpai adalah, satu sepeda motor diisi oleh tiga anak remaja. Atau, terdiri atas, dua orang dewasa dan satu anak-anak. Bahkan, dua orang dewasa dan dua anak-anak. Mereka berhimpitan dengan dalih terpaksa. Entah terpaksa karena alasan ekonomi atau terpaksa lantaran tak ada alat transportasi lain.

Tak sedikit pemandangan tersebut dilengkapi dengan para penumpang yang tak memakai helm. Bahkan, dijejali dengan bawaan sejumlah barang. Makin himpit-himpitan deh.

Saat sang pengendara yang bertugas mengendalikan si roda dua kurang leluasa, bukan mustahil menjadi tidak sigap. Tidak lentur dalam…

Lihat pos aslinya 117 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

Faktor manusia masih paling dominan dalam memicu kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Selain faktor manusia, ada faktor lain, yakni jalan, kendaraan, dan alam.

Lebih dari separuh kasus kecelakaan di Indonesia pada 2012 dipicu oleh faktor tersebut. Tahun lalu, tiap hari rata-rata terjadi 300-an kecelakaan yang merenggut rata-rata 80-an jiwa per hari.
Dari keseluruhan faktor manusia, salah satu aspeknya adalah mengantuk. Kondisi mengantuk saat berkendara juga memicu kecelakaan saat arus mudik dan balik Lebaran. “Saat mengantuk membuat seseorang tidak berkonsentrasi. Obat mengantuk hanya satu, yakni tidur,” ujar dokter Andreas Prasadja, sleep psyshician RS Mitra Kemayoran, dalam diskusi ‘Ngantuk Berkendara=Maut’ yang digelar Independent Bikers Club (IBC), di Jakarta, Senin (29/7/2013).

Selain Andreas Prasadja, pembicara dalam diskusi itu adalah Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP (Pol) Irvan Prawira Satyaputra. Sedangkan dari kalangan industri adalah Hari Sasono, sekjen Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi).

AKBV Irvan mengimbau agar para pemudik…

Lihat pos aslinya 219 kata lagi

%d blogger menyukai ini: