Edo Rusyanto's Traffic

PERNAH suatu malam sekitar delapan tahun lalu, saya ditabrak dari belakang. Dalam gerimis dan dinginnya malam, motor di belakang saya menyeruduk mencium spakbor motor. Kami terjatuh. Tangan dan kaki lecet-lecet mencium aspal yang licin diguyur gerimis.

Tabrak belakang atau depan belakang menjadi pemandangan sehari-hari di Jakarta dan sekitarnya. Hal itu terjadi karena beberapa hal. Setidaknya ada dua penyebab, yakni pengendara di depan mengerem mendadak atau pengendara di belakang tidak berkonsentrasi.

Saat pengendara di depan kita mengerem mendadak tentu bukan tanpa sebab. Misal saja karena sang pengendara hendak menghindari obyek bergerak atau jalan berlubang. Terlepas dari hal itu, jaga jarak aman menjadi solusi yang amat tepat. Standar jarak aman adalah tiga detik. Mengapa harus menjaga jarak aman dan terus fokus dan waspada?

Fakta memperlihatkan bahwa sepanjang Januari-Agustus 2013, di Jakarta dan sekitarnya tiap hari terjadi empat kasus tabrak depan belakang. Kasus tabrak depan belakang merupakan jenis kecelakaan terbanyak di antara jenis-jenis…

Lihat pos aslinya 84 kata lagi