Edo Rusyanto's Traffic

overtake

WANITA muda itu masih belum lepas dari kekecewaan. Perjalanan hidupnya bak jalan berkelok dengan sejumlah tanjakan terjal. Nestapa membawanya pada perenungan mendalam.

Tak pernah Cyntianity menduga siang itu menjadi catatan kelam dalam hidupnya. Kuda besi yang ditungganginya terhempas. Tubuhnya melayang mencium permukaan aspal. Darah menetes dari luka di kaki dan wajahnya. Dunia berputar lebih cepat. Gelap.

Hampir dua bulan dia dirawat. Pemulihan dari luka-luka akibat tabrak samping dengan kuda besi lainnya ternyata bersambung dengan perkara lain. Tuntutan pidana atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Pasal 310 Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjeratnya dalam problema hidup yang terjal. Dia dianggap lalai.

“Padahal aku yang ditabrak,” sergahnya.

Pria muda yang diajak berbincang hanya mengangguk. Bergumam.

“Bagaimana ceritanya?” Kata sang pria.

Cyntianity pun bercerita.

Siang itu, dia melaju dengan si kuda besi. Tak lebih dari 50 kilometer per jam. Di jok bagian belakang ikut sahabat…

Lihat pos aslinya 157 kata lagi

Iklan