Salam wildlife!Kali ini admin diminta untuk posting cerita perjalanan dari Cimen D’sueto. Jadi simak cerita serunya berikut ini :

P1110805

Perjalanan sueto kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Salah satu anggota sueto (firman) melakukan perjalanan backpacker menuju jogja pada bulan Oktober 2013 bersama 9 orang teman-teman kampusnya di salah satu universitas negeri di Surabaya, mereka adalah iin, ochi, orchid, lidia, dita, dila, dandy, oky, dan tutut. Perjalanan dari Surabaya menuju Jogjakarta menggunakan moda transportasi kereta api ekonomi dan pemberhentiannya di stasiun lempuyangan jogjakarta. Kami menempuh perjalanan selama 6 jam dari Surabaya pada pukul 8 pagi sampai pukul 2 siang. Sepanjang perjalanan kami selalu bercanda ria bersama sampai-sampai kita tidak sadar kalau perjalanan sudah sampai tujuan.

Setibanya di jogjakarta kami menyewa mobil untuk mengantarkan kami ke penginapan lucy di daerah sosrowijayan malioboro yang sudah kami pesan dari jauh-jauh hari dengan alasan antisipasi apabila penginapannya penuh sekaligus kami menyewa mobil untuk ke tempat  wisata keesokan harinya. Setelah kami sampai di penginapan, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak karena kami merasa lelah saat perjalanan menuju jogja menggunakan kereta api. Pada malam harinya kami mencari makan sekaligus berjalan-jalan di malioboro. Tempat makan yang kita singgahi harganya cukup mahal, tetapi karena perut kami sudah mulai lapar, kami memutuskan untuk makan ditempat itu.

P1110789

Setelah acara makan-makan usai, kami melanjutkan jalan-jalan di daerah malioboro, awalnya kami ingin menuju alun-alun pohon beringin kembar yang memiliki mitos unik, tetapi karena perjanan ke alun-alun tersebut cukup jauh apabila berjalan kaki, maka kami memutuskan untuk hunting foto di sekitar malioboro karena kami merasa kelelahan setelah perjalanan jauh dari Surabaya. Selain hunting foto ada beberapa dari kita membeli oleh-oleh ditempat perbelanjaaan sepanjang jalan  malioboro untuk keluarga, sanak saudara atau teman-temannya. Beberapa dari kita ada yang membeli pakaian, gantungan kunci, sandal, dll. Malioboro meskipun hari aktif tapi selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Terdapat juga perkumpulan para komunitas ada komunitas fotografi, komunitas lukis, komunitas sepeda, dll.

P1110811

P1110832

P1110842

Setelah puas jalan-jalan, hunting foto, dan beli oleh-oleh, sudah saatnya kami kembali ke penginapan karena hari yang sudah mulai larut malam, pertokoan mulai tutup dan kami belum membicarakan tujuan tempat wisata untuk keesokan harinya karena kami masih bingung dengan tujuan wisata kami yang kita tuju. Pada saat membicarakan rencana keesokan harinya kami semua merasa bingung karena tidak ada tujuan wisata yang kita akan tuju. Hampir selama 1 jam lebih kami berpikir, akhirnya kami telah menemukan tempat tujuan wisata yang kita tuju, terdapat 3 tempat wisata yang kita akan tuju yaitu, goa pindul, pantai kukup, dan pantai baron di daerah gunung kidul dengan menggunakan moda transportasi mobil yang kita sewa dari stasiun lempuyangan sebelumnya, karena akses untuk menuju ketiga wisata tersebut tidak ada angkutan masal jadi harus menggunakan kendaraan sewa atau kendaraan pribadi. Setelah merencanakan tempat wisata, kami memutuskan untuk beristirahat dan akan mulai melakukan perjalanan pada keesokan pagi hari pukul 6.

Pagi hari yang cerah matahari terbit dengan terangnya, kami memulai perjalanan menuju tempat wisata. Sebelum berangkat kami berkenalan dengan sopir yang mengantarkan kami ke tempat tujuan yang bernama mas jambul, beliau ternyata juga memiliki komunitas touring yaitu anggota dari byson indonesia club (Byonic). Perjalanan pertama sebelum menuju goa pindul tempat wisata pertama, kami mencari tempat makan terlebih dahulu karena perjalanan menuju goa pindul sangat jauh dan membutuhkan waktu yang lama. Kami memutuskan sarapan di angkringan depan stasiun lempuyangan dengan harga yang murah. Seusai makan kami melanjutkan perjalanan ke goa pindul di daerah gunung kidul. Kami sangat antusias menuju tempat tersebut karena ini kami pertama kalinya melakukan body rafting di goa pindul. Berikut peta perjalanan gua pindul dari arah kota Yogyakarta :

peta gua pindul

peta goa pindul

Pesona wisata susur gua,rafting,dan cave tubing di Desa Bejiharjo,KarangMojo,Gunung Kidul.

Tiba di goa pindul, kami bertemu dengan tour guide (mas dino dan simbah) yang memandu kami dalam penjelasan mulai cerita sejarah goa pindul hingga apa saja yang boleh dilakukan dan tidak diperbolehkan selama wisata di goa pindul. Goa pindul terdiri dari 3 paket wisata rafting menggunakan ban karet. Paket pertama menjelajahi goa pindul saja selama 1 jam, paket kedua wisata menelusuri sungai saja selama hampir 2 jam, atau paket wisata ketiga yaitu menjelajahi goa pindul dan menelusuri sungai selama 3 jam secara keseluruhan . Setelah tour guide menjelaskan, kami menitipkan barang di tempat penitipan dan kami melakukan persiapan memakai peralatan untuk body rafting di goa pindul karena barang-barang tidak boleh dibawa saat melakukan body rafting dan tidak lupa kami mengabadikan momen persiapan tersebut dengan berfoto bersama.

IMG_1785

IMG_1796

Perajalan pertama kami yaitu menjelajahi goa pindul dengan menggunakan ban karet. Untuk sampai di mulut goa pindul tersebut kita harus berjalan kaki dari tempat pendaftaran menuju start goa pindul. Pemandangan goa pindul yang disuguhkan sangat keren dan indah sekali. Kami saling berpegangan pada tali yang menempel pada ban karet yang kita gunakan dan oarng pertama yang menaiki ban karet akan ditarik oleh para pemandu kami untuk menjelajahi area goa pindul. Kedalaman air di goa pindul bervariasi, mulai ketinggian 3 meter sampai kedalaman 8 meter. Berbagai macam mitos di dalam goa pindul yang diceritakan oleh pemandu kami, ditengah-tengah goa kami berhenti sejenak dan kami berdoa pada saat terdapat batu goa yang memiliki mitos apabila kita memegang batu tersebut permasalahan kita dimudahkan tapi tetap dengan meminta doa kepada Allah SWT dan tempat tersebut hanyalah sebagai mitos masyarakat sekitar saja.

IMG_1794

legend pindul cave story

IMG_1807

IMG_1810

IMG_1812

IMG_1813

IMG_1845

IMG_1869

Setelah kami berdoa meminta kemudahan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan keheningan, kami melanjutkan penjelajahan sampai kita tiba di tempat yang memiliki tebing yang dapat dilakukan untuk melompat dengan ketinggian 2 meter.  Hampir semua dari kami terjun dari atas tebing yang memiliki ketinggian 2 meter dan memiliki kedalaman air 3 meter. Hanya satu orang dari kita yang tidak melompat karena takut dengan ketinggian.  Dan kami mengabadikan foto bersama sebelum melakukan loncatan dan pada saat melakukan loncatan.

IMG_1876

IMG_1880

Setelah kami berdoa meminta kemudahan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan dan keheningan, kami melanjutkan penjelajahan sampai kita tiba di tempat yang memiliki tebing yang dapat dilakukan untuk melompat dengan ketinggian 2 meter.  Hampir semua dari kami terjun dari atas tebing yang memiliki ketinggian 2 meter dan memiliki kedalaman air 3 meter. Hanya satu orang dari kita yang tidak melompat karena takut dengan ketinggian.  Dan kami mengabadikan foto bersama sebelum melakukan loncatan dan pada saat melakukan loncatan.

IMG_1888

IMG_1890

IMG_1899

IMG_1905

Setibanya di tempat tujuan kami berjalan kaki menuju tempat mulainya petualangan body rafting kami dengan menelusuri sungai.  Jarak tempuh untuk menelusuri sungai tersebut selama 2 jam. Tapi body rafting yang kedua ini sangat berbeda dengan yang pertama, karena body rafting yang kedua tempatnya outdoor sehingga panas terik sinar matahari langsung mengenai kita, sedangkan body rafting yang pertama terhindar dari teriknya sinar matahri karena tertutup oleh goa pindul. Di tengah-tengah sungai jarak tempuhnya 1 jam terdapat air terjun kecil serta jembatan setinggi 5 meter dan ada pula tempat untuk meloncat dengan ketinggian 10 meter. Di tengah-tengah pula adalah tempat peristirahatan sejenak karena panjangnya rute kami dari goa pindul sampai ke wisata menelusuri sungai terdapat tempat penjualan makanan dan minuman. Untuk sistem pembelian tersebut kita mengambil makanan atau minuman yang kita inginkan dan petugas akan mencatatnya apa yang kita beli lalu pembayarannya dilakukan di loket pendaftaran. 2 orang dari kami mencoba memacu adrenalin untuk melompat mulai dari jembatan setinggi 5 meter dan melakukan lomcatan yang memiliki ketinggian 10 Meter. Lompatan 10 Meter benar-benar membuat tubuh merasa bimbang karena begitu tingginya untuk terjun kedalam air tapi akhirnya dapat loncat dengan keberanian diri. Sedangkan yang lainnya mengabadikan momen di air terjun kecil dengan berfoto bersama bahkan bergiliran berfoto sendiri-sendiri.

IMG_1909

IMG_1921

IMG_1930

Setelah beristirahat, berfoto, dan memacu adrenalin dengan melompat, kita melanjutkan penelususran sungai sampai garis akhir. Dan setibanya di garis akhir kita kembali ke tempat pendaftaran dan tempat penitipan untuk mengambil barang-barang kami dengan menggunakan kendaraan pick up yang sudah disediakan oleh pemandu, serta kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mas dino dan simbah yang telah memandu kami selama berwisata di 2 tempat tanpa mengenal lelah dan membuat kami selalu tertawa akan candanya. Sebelum melanjutkan perjalanan kami selanjutnya, kami beristirahat dahulu sejenak untuk melakukan sholat, dan bahkan ada mandi untuk membersihkan badan. Inilah perjalanan pertama kami menjelajahi wisata goa pindol yang memiliki keindahan alam yang tiada duanya. Nantikan cerita perjalanan kami yang kedua berpetualang ke pantai kukup, pantai baron dan taman sari. Salam adventure

IMG_1894

thanks to mas gaet simbah

Cerita perjalanan ini akan dilanjutkan ke part 2. Juga video perjalanannya yang akan saya upload di edisi berikutnya. Mungkin dibawah ini bisa jadi gambaran estimasi biaya meskipun tidak terlalu spesifik plus sejarah gua pindul supaya tahu nih para pembaca.

Tarif:

Goa Pindul:

–          wisata goa pindul: 35.000

–          wisata sungai: 35.000

–          goa pindul + sungai: 70.000

–          pelajar/mahasiswa: potongan 10%

sewa mobil + sopir: 480.000 2 hari

Kebetulan Video yang part 1 sudah bisa di aksek mungkin bisa buat bahan referensi saat mau traveling ke gua pindul :

Sejarah gua pindul :

Mungkin belum banyak wisatawan yang tahu mengenai sejarah Gua Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks gua, yang oleh warga sekitar disebut sebagai Belik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa bisa disebut Belik Panguripan, ternyata berkaitan dengan leluhur dan legenda wilayah tersebut.

Sebagai salah satu obyek wisata, Gua Pindul memang menawarkan pemandangan yang eksotik. Mungkin itulah salah satu faktor mengapa Gua Pindul ini menjadi populer di kalangan para pecinta wisata susur gua. Tetapi mungkin belum banyak wisatawan yang tahu mengenai sejarah Gua Pindul, serta sebuah mata air atau mbelik yang ada di kompleks gua, yang oleh warga sekitar disebut sebagai mBelik Panguripan (Mata Air Kehidupan). Mengapa bisa disebut Mbelik Panguripan, ternyata berkaitan dengan leluhur dan legenda wilayah tersebut.
Semuanya berawal dari seorang tokoh bernama Kyai Jaluwesi yang berkonflik dengan raksasa bernama Bendhogrowong. Keduanya terlibat adu kesaktian, dengan keunggulan pada Kyai Jaluwesi. Raksasa itu kemudian mengeluarkan aji-ajinya karena merasa terdesak. Sayangnya aji-aji tersebut meleset dan mengenai seekor anjing peliharaan Widodo dan Widadi, anak kembar Kyai Jaluwesi. Anjing yang bernama Sona Langking itu cedera parah dan berlari tak karuan menuju sebuah sumber air yang ada di balik semak-semak. Kyai Jaluwesi yang mengikuti arah lari Sona Langking kaget ketika mendapat anjingnya telah pulih dari cedera parah akibat aji-aji sang raksasa.
Melihat hal itu, Kyai Jaluwesi kemudian menamai sumber air itu sebagai Mbelik Panguripan, karena mampu menyembuhkan luka parah yang diderita anjingnya. Beberapa lama setelah peristiwa itu, muncul sepasang pria dan wanita bernama Kyai dan Nyai Sejati yang ingin menguasai tanah di sekitar Gunung Bang. Mereka meminta kepada Kyai Jaluwesi untuk pindah dari tempat itu, dan Kyai Jaluwesi menyanggupinya. Meski begitu Kyai Jaluwesi menginginkan sebuah syarat, yaitu setelah kepindahannya masyarakat Gunung Bang harus mengadakan acara bersih lepen (sungai), penari ledhek (tayub), pada hari Senin Paing setiap tahun sekali. Kemudian Kyai Jaluwesi pindah ke daerah Gua Pindul, hingga moksa dan diyakini menjadi penunggu di Gua Pindul dan Mbelik Panguripan.
Tentu saja legenda tidak bisa dipercaya keakuratannya seratus persen, tetapi pembaca yang baik seharusnya mampu menangkap apa yang ada di balik tiap legenda, bukan malah menganggapnya mistis, ataupun tidak masuk akal. Gua Pindul yang saat ini sedang menjadi primadona wisata susur gua atau cave adventure memang menarik dan menawarkan sensasi yang berbeda dengan wisata-wisata yang sudah umum di Yogyakarta.