Edo Rusyanto's Traffic

SUASANA pagi itu menjadi hari yang sulit dilupakan oleh Badzian, kira-kira kita sebut saja begitu. Sebuah pagi yang cerah justeru mendadak berubah menjadi horor. Keputusan yang diambilnya saat bersepeda motor justeru berbuntut tidak menyenangkan.

Pria muda itu tak pernah membayangkan bahwa seorang pejalan kaki akhirnya menyeret dia sebagai pesakitan. Pagi itu laju si kuda besi yang ditungganginya berkisar 30-40 kilometer per jam (kpj). Dari jarak sekitar 20 meter, Badzian melihat ada pejalan kaki yang hendak menyeberang. Sontak dia mengurangi kecepatan, termasuk membunyikan klakson agar sang penyeberang jalan tadi tahu ada sepeda motor yang melintas.

Sang penyeberang tampak ragu-ragu. Gerak tubuhnya menunjukan seakan berhenti untuk tidak menyeberang. Keputusan pun diambil Badzian, dia melaju. Apa daya, situasi berubah, dalam jarak sekitar dua meter, sang pejalan kaki pun bergerak. Setang sepeda motor menyerempet sang pejalan kaki.

Kejadian selanjutnya bisa ditebak. Sang pejalan kaki terjatuh. Terluka di kepala yang cukup serius. Badzian pun terjatuh…

Lihat pos aslinya 350 kata lagi