Edo Rusyanto's Traffic

Bertanah Air Satu,
Tanah Air Tanpa Petaka di Jalan Raya

Berbangsa Satu,
Bangsa Tanpa Arogansi di Jalan Raya

Berbahasa Satu,
Bahasa Tanpa Diskriminasi di Jalan Raya

DELAPAN puluh lima tahun lalu anak-anak muda merapatkan barisan. Bergandengan tangan menyerukan satu pandangan, Indonesia Raya.

Selang tujuh belas tahun setelah ‘Soempah Pemoeda’, di kota yang sama, yakni Jakarta, anak bangsa mengepalkan tangan. Meninju kepongahan kolonialisme, mendobrak penindasan lewat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Semangat Soempah Pemoeda, yakni menyatu dengan tetap mengusung keberagaman, ditorehkan dalam lambang negara, Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi tetap satu jua.

Esensi yang mencuat pada 1928 dan 1945 nyaris sama, melawan penindasan dan menjadi bangsa yang berdaulat. Bangsa yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan untuk hidup sejahtera tanpa penindasan di semua lini kehidupan.

mudik2_fajar
Hari ini, tepat delapan puluh lima tahun lalu, fakta mengajarkan kita soal persatuan. Keutuhan Indonesia Raya banyak melewati ujian. Bahkan, masih tersisa sejumlah penindasan. Si kuat pongah pada…

Lihat pos aslinya 190 kata lagi