Archive for November 13, 2013



Edo Rusyanto's Traffic

motor bawa barang1

SEPEDA motor masih menjadi idaman banyak orang di Indonesia. Fakta itu tak bisa dipungkiri saat membanding jumlah kendaraan bermotor yang ada saat ini.

Data Korlantas Polri menunjukan, pada 2012, jumlah sepeda motor yang beredar ditaksir sekitar 69 juta unit, sedangkan mobil pribadi sekitar 15 juta unit. Belakangan, di perkotaan seperti Jakarta, ada rumah tangga yang memiliki lebih dari satu sepeda motor.

Si roda dua dianggap lebih mangkus dan sangkil jika dibandingkan kendaraan bermotor lainnya. Sekalipun mayoritas dimanfaatkan untuk angkutan orang, sesekali kita menjumpai sepeda motor yang dimanfaatkan untuk angkutan barang. Beragam yang diangkut, mulai dari sayuran, hewan, hingga barang-barang seperti makanan.

Ya. Si kuda besi tak bisa dipungkiri menjadi alat transportasi untuk mengais rezeki. Sejumlah adegan soal angkut mengangkut itu sempat saya jumpai di jalan-jalan utama Jakarta. Dua di antaranya bisa dilihat dalam artikel ini.

motor bawa barang2

Menunggang kuda besi seperti dalam potret tersebut butuh ketrampilan berbeda. Bahkan, nyali ‘khusus’. Bagaimana tidak…

Lihat pos aslinya 38 kata lagi

Iklan

Edo Rusyanto's Traffic

APA makna tewasnnya 30-an pesepeda motor per hari di Indonesia akibat kecelakaan di jalan? Lantas, kenapa muncul arogansi saat pesepeda motor berombongan di jalan raya?

Dua hal tersebut menjadi kupasan cukup hangat dalam Klinik Keselamatan Jalan (Road Safety Clinic) yang digelar Pulsarian Indonesia PRA Bekasi, Kaliber, Minggu, 10 November 2013 pagi. Klinik juga dilengkapi dengan praktik bersepeda motor yang aman dan selamat sepanjang siang hingga sore.

Kaliber yang mengajak Road Safety Association (RSA) Indonesia dalam klinik tersebut, bersinergi dengan Indofarma Bikers Club (IBC), klub sepeda motor karyawan PT Indofarma Tbk. Karena itu, klinik digelar di aula dan lapangan parkir produsen farmasi milik pemerintah tersebut. Sejak pukul 08.00 WIB sekitar 50-an peserta sudah berkumpul mengikuti pelatihan yang diawali dengan mengheningkan cipta bagi para pahlawan nasional. "Selain dari IBC, peserta juga berasal dari klub dan komunitas di sekitar Cibitung. Bahkan, ada yang dari perseorangan," kata bro Virka, salah seorang anggota Pulsarian Kaliber…

Lihat pos aslinya 370 kata lagi

%d blogger menyukai ini: