Archive for Februari, 2014



Hmmm

Edo Rusyanto's Traffic

tanpa helm di pemukiman

KALAU ada yang menganggap bersepeda motor di sekitar tempat tinggal gak perlu pakai helm karena jarak dekat, silakan pikir-pikir lagi. Atau menganggap jarak dekat gak perlu pakai helm karena ribet, juga silakan pikir ulang. Kenapa?

Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) memperlihatkan bahwa pada 2013, mayoritas lokasi kecelakaan lalu lintas jalan berada di kawasan pemukiman. Sebanyak 79% dari 100 ribuan kasus kecelakaan terjadi kawasan tersebut. Artinya, kecelakaan bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan bisa menimpa siapa saja.
Selama ini, kita dengan mudah menjumpai para pesepeda motor yang dengan entengnya berkendara tiga orang, sekaligus tanpa memakai helm. Atau, ada orang tua yang mengizinkan anak di bawah umur bersepeda motor karena alasan hanya dekat-dekat saja. Setelah melihat data Korlantas Polri tersebut semestinya kita justeru mewaspadai sekitar kita.

Lokasi pemukiman bisa jadi adalah sekitar tempat tinggal kita atau lokasi lain yang memang banyak dihuni penduduk.
Barangkali karena di kawasan…

Lihat pos aslinya 104 kata lagi

Iklan

HRM® Corp

logo-obi1

Tak terasa sudah hampir 3 tahun umur Otoblogger Indonesia (OBI), tepat 1 Maret 2014 nanti OBI genap berusia 3 tahun. Kali ini di ulang tahunnya yang ke-3 komunitas blog otomotif ini menyelenggarakan Lomba Fotoblogger 2014 bertema “SAYA dan INDONESIA“. Lomba foto ini ditujukan khusus untuk pengguna ponsel ataupun tablet, jadi untuk lomba ini pengguna kamera saku ataupun DSLR dinyatakan “haram” untuk ikut ambil bagian. Ya memang tidak dapat dipungkiri lagi sekarang, kemajuan teknologi ponsel berkamera sangat pesat, tak heran jika hasil foto yang dihasilkan kamera ponsel tak kalah dengan hasil kamera saku digital bahkan kamera DSLR. Bahkan sekarang ini sudah mulai banyak komunitas atau perkumpulan-perkumpulan penggemar fotografi ponsel yang biasa disebut phonegraphy. Dengan fakta seperti itu lah maka sebagai “tetenger” hari jadi OBI yang ke-3, OBI mengadakan Lomba Fotoblogger 2014 ini. Langsung saja untuk yang berminat dan ingin berpartisipasi di lomba ini silahkan dibaca PENGUMUMAN…

Lihat pos aslinya 489 kata lagi


petaka

Edo Rusyanto's Traffic

berponsel sambil bersepeda motor

BERPONSEL sambil berkendara bisa menggoda sang petaka jalan raya hadir menjemput. Bagaimana tidak, aktifitas berponsel amat mungkin mengganggu konsentrasi pengendara kendaraan bermotor. Kita tahu bahwa berkendara butuh konsentrasi penuh. Ada yang bilang, berkendara itu pekerjaan penuh waktu alias fulltime job.

Data Korlantas Polri pada 2013 menyebutkan bahwa aktifitas berponsel menjadi pemicu utama kecelakaan lalu lintas jalan di dalam faktor teknologi. Kepolisian tampaknya mulai mendata pemicu kecelakaan dari aspek teknologi, sekalipun kontribusinya masih di bawah 1% terhadap total kasus kecelakaan. Pada tahun-tahun sebelumnya faktor ini melebur di dalam faktor manusia.

Mengutip data tersebut, aktifitas berponsel ternyata memicu 97% kecelakaan yang disebabkan faktor teknologi. Aktifitas berponsel yang paling tinggi memicu kecelakaan adalah menerima panggilan telepon. Maksudnya, berkendara kendaraan bermotor sambil menerima panggilan telepon masuk, lalu berbincang sambil berkendara. Aspek ini menyumbang hampir 40% dari total faktor teknologi.

Aspek kedua terbesar, masih menurut data Korlantas, aktifitas menelepon sambil berkendara, yakni menyumbang sekitar 27%…

Lihat pos aslinya 266 kata lagi

Sayang Anak (nya)


yup para ortu harus memikirkan kesehatan dan keselamatan anaknya..seharusnya perlu edukasi untuk ini

Edo Rusyanto's Traffic

anak diapit tanpa helm

BAGI para orang tua, anak adalah segalanya. Segenap tenaga dicurahkan untuk membahagiakan sang anak. Kerja banting tulang, siang dan malam, demi anak tertawa bahagia.

Keceriaan dan kebahagiaan anak menjadi oase menyejukan bagi orang tua. Kepenatan hidup raib seketika saat melihat senyum dan tawa canda si buah hati. Rasa lelah seusai bekerja seharian sirna saat menatap wajah lugu si kecil tercinta.

Ada banyak cara membuat anak-anak bahagia. Bagi yang berkocek tebal bisa memilih wahana hiburan yang menguras isi dompet. Bagi yang berdompet tipis cukup riang dengan hiburan disekeliling. Kebahagiaan tak bisa diukur dengan wahana hiburan berbanderol ratusan ribu rupiah sekali main.

Hiburan yang dipilih sebisa mungkin tak mengundang risiko membahayakan bagi sang anak. Maklum, darah daging kita masih punya perjalanan panjang. Dia harus menggapai cita-citanya yang setinggi langit. Dia harus menikmati hidup yang demikian berwarna.

Mengajak anak berkeliling kampung dengan sepeda motor motor bisa menjadi salah satu wahana hiburan. Menikmati perjalanan…

Lihat pos aslinya 254 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

RISIKO berlalu lintas di jalan raya cukup rumit, jika tidak nabrak, ya ditabrak. Nah soal ditabrak, ternyata, tak selamanya yang ditabrak bebas melenggang, bisa-bisa jadi pesakitan di meja hijau.

Sepintas, hal itu terdengar terlalu mengada-ada, masa sih, sudah ditabrak, mobil rusak, keluar duit, eh masih diganjar pidana?

Tulisan ini terinspirasi atas peristiwa yang terjadi sekitar tiga tahun lalu, ketika seorang ibu muda harus berurusan dengan pengadilan. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya bolak balik dari kantor polisi hingga mengikuti persidangan. Itu belum ditambah dengan waktu yang tersita untuk mengurus perdamaian dengan pihak lain. Kecelakaan di jalan selalu merepotkan.

Kisah bermula pada suatu siang yang cerah. Ledi, kita sapa begitu saja sang ibu muda ini, baru saja usai mencuci mobil. Dia tak sendirian, di dalam mobil ada anaknya yang masih di bawah umur. Keluar dari lokasi pencucian mobil, pandangan Ledi hanya menoleh ke kiri, yakni arah yang akan dituju dalam perjalanan siang itu…

Lihat pos aslinya 302 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

S/W Ver: 85.98.90R

BERKENDARA di jalan raya bukan persoalan mudah. Kalau asal-asalan melaju di jalan yang penuh dengan berbagai karakter pengguna jalan, ujungnya cuma dua, ditabrak atau menabrak. Tapi, apa iya kita memilih diantara dua yang sulit itu? Apa tak ada pilihan yang lebih baik?

Jawabannya tentu ada pilihan lain, yakni berkendara yang aman dan selamat. Selamat bagi diri sendiri dan orang lain. Pilihan ada di tangan para pengemudi kendaraan bermotor.

Fakta memperlihatkan bahwa setiap hari ada 270-an kasus kecelakaan lalu lintas jalan. Getirnya kecelakaan tersebut berujung pada tewasnya 70-an jiwa per hari dan ratusan orang lainnya luka-luka. Setiap hari.

Komisaris Besar Polisi Chrysnanda Dwi Laksana, saat menjabat Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, dalam makalahnya di diskusi Independent Bikers Club (IBC) menyebutkan ada enam aspek soal berkendara. Keenam aspek tersebut menjadi satu kesatuan yang diharapkan bermuara pada satu tujuan tadi, yakni selamat mencapai tujuan. Tidak terjebak dalam insiden atau petaka di…

Lihat pos aslinya 336 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

ngantuk picu kecelakaan 2011 2013

PERNAH dengar kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu oleh mengantuk? Gara-gara ngantuk saat mengemudi, kendaraan jadi tidak terkendali dan berujung tabrakan maut.

Di Indonesia soal ngantuk yang memicu kecelakaan di jalan mesti menjadi perhatian serius. Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) menyebutkan, pada 2013, ngantuk sudah menyumbang 2,34% terhadap faktor manusia. Angka itu setara dengan enam kasus kecelakaan per hari.

Padahal, dua tahun sebelumnya, yakni pada 2011, sumbangan ngantuk pada faktor manusia baru 0,52%. Artinya, lonjakan aspek ngantuk yang memicu kecelakaan pada 2013 mencapai 511,43%. Luar biasa!

Melihat angka lonjakan itu bisa saja karena memang kasusnya membubung, atau kasus yang tercatat semakin banyak dibandingkan yang tercatat pada tahun sebelumnya. Apapun itu, mengutip pernyataan kolega saya dokter Andreas Prasadja, rasa kantuk akan menghilangkan konsentrasi seseoang saat mengemudi. Dan, tentu saja hal itu amat berbahaya, apapun kendaraan yang dikemudikannya. Fatal akibatnya, tabrakan alias kecelakaan lalu lintas jalan.
Dokter…

Lihat pos aslinya 252 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

bikers tertib di lamer

SIANG terus bergulir. Beragam kendaraan bermotor berhenti saat lampu pengatur lalu lintas berwarna merah. Ada yang memilih berhenti di belakang garis setop berwarna putih, tapi ada yang memilih lebih. Melibas zebra cross.
Ada pengendara yang semula berhenti di belakang garis setop, secara perlahan maju lantaran terprovokasi. Satu pengendara maju, pengendara yang lain meniru. Penumpukan pun terjadi. Mereka yang melaju melibas marka penyeberangan jalan bagi pejalan kaki itu bak tak sabar menunggu lampu berganti menjadi hijau.

Tunggu dulu, tak semua penunggang kuda besi berapi-api merangsek hak pejalan kaki. Siang itu ada tampak sebagian memilih tertib, bersabar menunggu saatnya bergerak. Di antara mereka yang memilih bersabar tampak seorang penunggang kuda besi yang mencerminkan anggota kelompok pengguna sepeda motor. Sang bikers, begitu biasanya penyebutan untuk anggota kelompok pesepeda motor, memakai atribut lengkap seperti side box dan rompi warna hitam. Berbagai stiker nama kelompok bertebaran di side box, sedangkan identitas kelompok terlihat jelas di…

Lihat pos aslinya 358 kata lagi

Menjaga Jarak Aman


Edo Rusyanto's Traffic

IMG04128-20101227-1303

SALAH satu upaya mencegah tingginya kasus kecelakaan lalu lintas jalan adalah dengan menjaga jarak aman saat berkendara. Rentang jarak tiap kendaraan mempengaruhi pada kemungkinan terjadinya tabrakan. Saat ada pengereman mendadak, bila jarak antara kendaraan terlalu dekat, apalagi hampir menempel, tidak mustahil membuat peluang tabrak belakang kian besar.

Jarak aman saat bersepeda motor adalah suatu kondisi untuk pengendara melakukan reaksi atas situasi yang terjadi di depannya. Karena itu, agar aman selalu diciptakan ruang kosong dengan rentang tiga detik. Rentang waktu tersebut juga dengan persyaratan laju sepeda motor yang konstan, artinya jika kendaraan di depan melaju 50 kilometer per jam, kendaraan yang ada di belakangnya melaju dengan kecepatan yang tidak terpaut jauh, bahkan relatif sama. Lantas jaraknya berapa meter?

Dengan asumsi melaju dengan kecepatan 50 kilometer per jam, kecepatan itu setara dengan 0,83 km/menit. Angka itu setara dengan 0,013 km/detik atau sama dengan 14 meter/detik. Bila asumsi rentang waktu yang aman adalah…

Lihat pos aslinya 326 kata lagi


waspada sajalah…trus berdoa biar ingat siapa yang nyiptain manusia

Iwanbanaran.net | Warung Otomotif

460 x 110 rev

Gunung keludBro dan sis sekalian….sebagai putra Jatim, IWB senantiasa mengikuti perkembangan status gunung Kelud. Sanak keluarga yang berada dekat lokasi membuat kegundahan yang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Btw…setelah Erupsi semalam hingga pagi tadi, kini Kelud sudah sedikit tenang. Namun…berdasarkan info yang IWB kumpulkan…letusan ternyata terbuka terjadi lagi….uk460x120(Gif)460x110-ok

Lihat pos aslinya 390 kata lagi

%d blogger menyukai ini: