nice info 🙂

Syaefudin

ImageBagi insan akademis; entah dosen atau mahasiswa pasti bersinggungan dengan yang namanya jurnal serta buku teks (text book). Dalam bertutur ilmiah, seorang akademisi memerlukan data atau acuan yang valid dan terbukti sah menurut metode ilmiah. Ya, tentu saja ini bukan monopoli insan akademisi. Bahkan, seorang politisi, pengamat, hingga masyarakat seyogyanya memiliki data yang benar dan tepat ketika berargumentasi.

Meski demikian, ada satu kendala yang sering dialami kita khususnya yang masih hidup di bumi Indonesia. Apa itu? Keterbatasan akses. Selain biaya, tak semua perguruan tinggi di Indonesia berlangganan jurnal. Untungnya, beberapa waktu lalu dikti melaunching program portal e-jurnal. Setiap perguruan tinggi yang sudah memiliki proxy bisa mendaftarkan ke dikti untuk kemudian memiliki akses jurnal internasional yang sengaja dilanggan kemdikbud (info selengkapnya bisa dibaca di http://e-journal.dikti.go.id/site).

Penyediaan layanan unduh jurnal tersebut tidak serta merta menyelesaikan masalah. Pasalnya, tidak semua universitas di Indonesia memiliki proxy sendiri. Pun, tidak semua jurnal yang dibutuhkan oleh…

Lihat pos aslinya 759 kata lagi

Iklan