Archive for Februari 24, 2014



Edo Rusyanto's Traffic

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

RISIKO berlalu lintas di jalan raya cukup rumit, jika tidak nabrak, ya ditabrak. Nah soal ditabrak, ternyata, tak selamanya yang ditabrak bebas melenggang, bisa-bisa jadi pesakitan di meja hijau.

Sepintas, hal itu terdengar terlalu mengada-ada, masa sih, sudah ditabrak, mobil rusak, keluar duit, eh masih diganjar pidana?

Tulisan ini terinspirasi atas peristiwa yang terjadi sekitar tiga tahun lalu, ketika seorang ibu muda harus berurusan dengan pengadilan. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya bolak balik dari kantor polisi hingga mengikuti persidangan. Itu belum ditambah dengan waktu yang tersita untuk mengurus perdamaian dengan pihak lain. Kecelakaan di jalan selalu merepotkan.

Kisah bermula pada suatu siang yang cerah. Ledi, kita sapa begitu saja sang ibu muda ini, baru saja usai mencuci mobil. Dia tak sendirian, di dalam mobil ada anaknya yang masih di bawah umur. Keluar dari lokasi pencucian mobil, pandangan Ledi hanya menoleh ke kiri, yakni arah yang akan dituju dalam perjalanan siang itu…

Lihat pos aslinya 302 kata lagi

Iklan

Edo Rusyanto's Traffic

S/W Ver: 85.98.90R

BERKENDARA di jalan raya bukan persoalan mudah. Kalau asal-asalan melaju di jalan yang penuh dengan berbagai karakter pengguna jalan, ujungnya cuma dua, ditabrak atau menabrak. Tapi, apa iya kita memilih diantara dua yang sulit itu? Apa tak ada pilihan yang lebih baik?

Jawabannya tentu ada pilihan lain, yakni berkendara yang aman dan selamat. Selamat bagi diri sendiri dan orang lain. Pilihan ada di tangan para pengemudi kendaraan bermotor.

Fakta memperlihatkan bahwa setiap hari ada 270-an kasus kecelakaan lalu lintas jalan. Getirnya kecelakaan tersebut berujung pada tewasnya 70-an jiwa per hari dan ratusan orang lainnya luka-luka. Setiap hari.

Komisaris Besar Polisi Chrysnanda Dwi Laksana, saat menjabat Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, dalam makalahnya di diskusi Independent Bikers Club (IBC) menyebutkan ada enam aspek soal berkendara. Keenam aspek tersebut menjadi satu kesatuan yang diharapkan bermuara pada satu tujuan tadi, yakni selamat mencapai tujuan. Tidak terjebak dalam insiden atau petaka di…

Lihat pos aslinya 336 kata lagi

%d blogger menyukai ini: