Edo Rusyanto's Traffic

anak bertiga tak helm jakarta

BELAKANGAN ini dengan mudah kita melihat anak-anak di bawah umur yang berseliweran menunggang sepeda motor di jalan pemukiman. Bahkan, dia tak sendiri. Kadang berdua, bertiga, dan ada juga yang berempat. Kini, tak hanya anak laki-laki, anak-anak perempuan pun asyik mahsyuk menggelinding di atas roda.

Pemandangan seperti itu bukan lagi monopoli warga perkotaan, di pelosok-pelosok desa pun adegan anak di bawah umur menunggang sepeda motor mudah ditemui. Lama-lama saya berpikir bahwa mereka lahir dari rahim masyarakat yang permisif. Anak-anak di bawah umur menjadi korban sistem yang ada. Mereka lahir ketika para orang tua permisif, ketika sistem transportasi umum belum maksimal, saat sekolah tak mentransformasi nilai-nilai keadaban, dan ketika para penegak hukum juga permisif. Anak-anak pun menjadi sisi kelam di jalan raya. Ironisnya, mereka bisa terjebak dalam petaka jalan raya. Di tabrak atau menabrak.

Di wilayah Polda Metro Jaya yang mencakup Jakarta dan sekitarnya, fakta memperlihatkan hal itu. Anak-anak di bawah umur…

Lihat pos aslinya 408 kata lagi

Iklan