IMG_0271xx

Salam wildlife!yup melanjutkan kembali perjalanan ke pulau gili ketapang part 2. Keesokan harinya kami dengan tim sueto yang berbeda berangkat ke p. Gili Ketapang Probolinggo. Keberangkatan dari Sidoarjo dimulai agak siang hari karena ingin mengejar sunset di pulau Gili tersebut dan perjalanan pun dimulai kurang lebih 2 jam perjalanan sempat melewati pertigaan jalan wisata Madakaripura yang cukup terkenal di jawa timur.

Akhirnya kami sampai di dermaga tanjung tembaga dan menunggu beberapa penumpang agar kapal penuh dan kemudian berangkatlah ke pulau gili di kapal menikmati ketenangan selat madura. Sampai dermaga kamipun langsung berniat menuju pantai timur “Ying” yang mempunyai keunikan tersendiri dengan wisata gua kucing. Perjalanan ke pantai timur ini “Ying”sedikit lebih dekat  jika dibandingkan dengan perjalanan menuju pantai barat ‘’Yang” Penasaran apa itu gua kucing?mungkin guanya berbentuk kucing?guanya banyak kucingnya?atau bagaimana ya..begini ceritanya :

Banyak orang asli desa Gili tahu mengenai sejarah tentang keberadaan gua tersebut. Apalagi sejarah tentang pulau Gili tersebut, bukan sebuah rahasia lagi, namun sudah banyak masyarakat yang mengetahuinya.“Konon gua ini diberi nama kucing karena disini banyak kucingnya,” katanya.

Menurut warga sekitar, kucing di gua itu tidak hanya satu ekor saja, tetapi hewan itu sangat banyak di tempat itu. Konon kucing-kucing yang berada di gua tersebut, merupakan hewan piaraan Syech Maulana Ishak.

Sebagai salah satu tokoh wali songo, Syech Maulana Ishak melakukan penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Beliau melakukan perjalanannya dari Gresik hendak ke bumi Blambangan, Banyuwangi. Sebelum sampai ke tujuan Syech Maulana Ishak mampir ke desa itu.“Ada pula yang cerita yang mengatakan kalau salah satu kucing piaraan beliau itu bertuliskan arab di atas kepalanya,” .

Karena banyak kucing di tempat itu, masyarakat kemudian menamakan gua itu menjadi gua kucing. Anehnya kucing-kucing yang konon piaraan Syech Maulana Ishak itu kini hanya sebuah tinggal cerita. Karena kucing-kucing tersebut juga meninggalkan gua sejak si empunya meninggalkan gua tersebut.

Walaupun keberadaan kucing tersebut hanya tinggal sebuah cerita, tidak sedikit warga maupun peziarah yang mendengar adanya suara kucing ghoib jika di malam hari. Suara kucing ghoib itu biasanya muncul pada malam jum’at legi.

Yup kira-kira begitu ceritanya , Sesampai di pantai timur kami pun sempat mengabadikan beberapa moment karena tipe pantai timur ‘Ying” ini memang benar-benar berbeda dengan pantai barat “Yang” dengan segala kemistisan pantai timur ini dipadu dengan keindahan alam yang sempurna pada saat itu.

Kemudian dengan lekas kamipun menyusuri pantai untuk melihat sunset di pantai Barat “Yang” sempat hampir ketinggalan momen tapi untungnya masih sempat berikut simak dokumentasi foto-fotonya :

 

sby-prb

 

IMG_0193

IMG_0202

IMG_0205

IMG_0234

IMG_0273

IMG_0277

IMG_0284

IMG_0300

 

IMG_0318

IMG_0330

IMG_0336

IMG_0349

 

Karena waktu sudah semakin malam dan kami memang tidak berniat untuk memginap maka kami memutuskan untuk bergegas kembali ke dermaga dengan pelayaran kapal terakhir sekitar habis magrib kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Surabaya dan untungnya perjalanan cukup cerah waktu itu.

Baerikut ini dokumentasi pantai Barat “Yang” saat sunset :

IMG_0355

IMG_0373

IMG_0382

IMG_0389

IMG_0391

IMG_0397

IMG_0402

IMG_0404

IMG_0407

IMG_0435

IMG_0441

Kesan :

Pulau yang bisa dibilang sangat unik banyak misteri yang ada di dalamnya sangat indah bila masyarakat bisa lebih menjaga kebersihan lagi dan menghormati lingkungan alamnya. Lautnya yang terbilang masih sangat jernih . Terutama fasilitas-fasilitas dan tarif transportasi yang masih bisa dibilang murah untuk bagpacker dan wisatawan lokal menjadi daya tarik tersendiri juga pulau banyak dikunjungi ziarawan dari berbagai kota di jawatimur. Terima kasih semoga Sueto tim bisa terus mengexplore wisata Indonesia yang indah ini.

Tarif :

Parkir motor       : 06.00-18.00 = Rp 2000,-

: 18.00-06.00 = Rp 5000,-

Perahu PP           : Rp 10.000,-/orang

Home stay          : Rp 80.000-160.000/malam(nego)

Sewa perahu private : Rp 150.000-200.000/15orang max