hmmm

Edo Rusyanto's Traffic

lawan arus bikin laka

MENCARI jalan pintas lumrah. Cerita menjadi lain ketika jalan pintas yang dipilih adalah melabrak aturan. Alih-alih memangkas waktu dan persoalan, situasi justeru menjadi lebih buruk.

Di jalan raya saat jalan pintas berbuah kecelakaan, ceritanya bisa bertumpuk-tumpuk, yakni hilang waktu, kehilangan uang, cedera atau meninggal dunia . Bahkan, bisa-bisa masuk penjara. Amit-amit deh.
Lantas, kenapa mentalitas jalan pintas begitu digandrungi di jalan raya?

Di Jakarta dan sekitarnya, menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono, dalam 183 hari, rata-rata terjadi penindakan 265 kasus melawan arus. Lagi-lagi, itu baru kasus yang ditindak, pelanggaran yang terjadi tentu bisa ditebak berapa banyak. Bisa berlipat-lipat jumlahnya.

Jawaban yang paling sering muncul ketika ditanya kenapa melawan arus adalah agar lebih cepat. Atau, males memutar karena jaraknya jauh. Buang-buang waktu. Tuh kan. Manusiawi yah alasannya?

Situasi kehidupan kita saat ini dibelit oleh jargon mencari jalan pintas. Yuk kita tengok. Saat di sekolah kita mendengar dan merasakan…

Lihat pos aslinya 681 kata lagi