Edo Rusyanto's Traffic

anak di motor lombok 1

ADA sebuah anekdot. Begini bunyinya.

“Menyederhanakan masalah berbeda dengan meremehkan masalah. Lihat aja, gak ada rumah makan remeh, yang ada rumah makan sederhana.”

Hanya senyum kecil yang hadir saat mendengar atau membaca anekdot tadi. Saat direnungi lebih dalam anekdot tadi member pembelajaran penting bagi yang menyimaknya.

Masalah yang rumit bisa disederhanakan dengan gagasan cemerlang. Kerumitan yang ada bisa dituntaskan dengan cara yang elegan. Biasanya ide trengginas hadir lewat pemerasan otak secara efektif.

Misal, 25 pesepeda motor ingin touring, namun lebih dari separuh baru pertamakali. Lalu, sebagian besar tidak bisa berkendara pada malam hari dan lebih dari separuh memakai mesin yang lebih besar. Selain itu, peserta ingin lebih banyak beristirahat di lokasi ketimbang di jalan dan tidak ingin mengganggu pengguna jalan yang lain.
Penyederhanaan masalah dengan cara memilih keberangkatan pagi hari dan keberangkatan dibagi menjadi lima kelompok.
Dari contoh di atas penyepelean masalah bisa seperti ini. Seluruh rombongan berangkat pada tengah…

Lihat pos aslinya 390 kata lagi