Archive for Juli, 2014



yup

Edo Rusyanto's Traffic

lubang di jalan jakarta 2014

SUATU ketika saya berbincang dengan akademisi yang cukup kuat penelitiannya tentang kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Perbincangan di Bandung, Jawa Barat itu mengerucut pada kondisi jalan di Indonesia yang memicu kecelakaan. Dia bilang, faktor jalan yang langsung dan tidak langsung memicu kecelakaan cukup besar di Indonesia. Apa itu faktor langsung dan tidak langsung?

Ya. Pertanyaan itu saya lontarkan kepada akademisi asal perguruan tinggi ternama di Indonesia tersebut. Dia menjelaskan. Faktor jalan yang langsung adalah kecelakaan yang terjadi karena dipicu oleh kondisi jalan seperti rusak, bergelombang, atau berlubang. Artinya, jalan yang rusak seperti itu membuat pengendara terperosok dan celaka. Bisa saja kecelakaan tunggal, tapi juga bisa memicu tabrakan depan-depan atau jenis lainnya.

Nah, kalau yang tidak langsung, kata dia, misalnya, pengemudi sedang melaju tiba-tiba ada jalan yang berlubang lalu pengendara menghindar dan tertabrak. “Jadi, kalau digabung yang langsung dan tidak langsung bisa lebih dari 10%,” ujar dia suatu pagi pada…

Lihat pos aslinya 406 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

anak diri di motor

INDONESIA disebut-sebut mendapat bonus demografi pada 2035. Negara kita kebanjiran usia produktif. Usia yang menentukan maju mundurnya kehidupan suatu bangsa, yakni rentang 15-65 tahun. Pada tahun itu komposisi usia produktif mencapai 47,5% dari total jumlah penduduk yang ditaksir menyentuh 305,6 juta jiwa.

Limpahan kelompok usia ini kuncinya ada pada kualitas sang sumber daya manusia (SDM). Namun, adakah ancaman serius terhadap generasi penerus tersebut?

Di tengah Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli 2014 yang mengambil tema ‘Aku Anak Indonesia’, kita disodori fakta tragisnya nasib anak-anak kita di jalan raya. Tulisan ini tak mengulas tentang nasib anak jalanan yang juga memprihatinkan. Saya ingin lebih masuk pada sisi kelam lain di jalan raya kita.

Sebagai bahan perenungan, data-data berikut ini barangkali bisa menjadi aspek pencerahan untuk memproteksi anak-anak kita. Menjaga tunas-tunas muda agar terus bertumbuh, tidak layu sebelum berkembang dihajar kecelakaan lalu lintas jalan.

Di Jakarta dan sekitarnya, catatan keterlibatan…

Lihat pos aslinya 392 kata lagi



Edo Rusyanto's Traffic

pesan laka anak di motor

MAJELIS Hakim Pengadilan Jakarta Timur membebaskan AQJ, 13 tahun. Anak musisi kondang, Ahmad Dhani itu oleh majelis hakim dikembalikan kepada orangtuanya. Sekitar sebelas bulan lalu, AQJ memicu kecelakaan yang menewaskan tujuh orang di jalan tol Jagorawi, persisnya pada Minggu, 8 September 2013 sekitar pukul 00.45 WIB.

Laman vivanes.com mengutip Ketua Majelis Hakim yang menyatakan, AQJ bukan anak nakal, hanya kurang perhatian, dan korban dari keadaan keluarga yang kurang harmonis. “Maka itu, majelis mengembalikan terdakwa kepada orangtuanya,” kata Ketua Majelis Hakim seperti dilansir vivanews.com, Rabu, 16 Juli 2014.

Di sisi lain, seperti dilansir tempo.co, AQJ atau Dul, terutama Ahmad Dhani dianggap sudah bertanggung jawab terhadap para korban. “Banyak yang sudah dilakukan pihak terdakwa sebagai aksi pertanggungjawaban terhadap para korban,” ujar Fetriyanti, ketua majelis hakim.

Ahmad Dhani dianggap sudah bertanggung jawab dengan mengganti semua biaya pengobatan dan pemakaman para korban. Dia juga dianggap telah menjamin pendidikan anak-anak korban tewas hingga jenjang perguruan…

Lihat pos aslinya 451 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

IMG13443-20120202-1248

SEORANG kolega saya bercerita tentang perjalanan mudiknya. Ketika sang anak masih kecil-kecil dia menyetir sendiri dari Jakarta hingga ke kampung halaman di pesisir Jawa Timur. Situasi berubah saat sang anak beranjak cukup umur.

“Saya bisa gantian dengan anak. Walaupun sanggup sendirian, tapi letihnya luar biasa kalau nyetir dua puluhan jam seorang diri,” papar kolega saya, beberapa waktu lalu.

Ceritanya belum selesai. Dia menuturkan, manajemen perjalanan dibuat sebaik mungkin. Setepat mungkin. Tujuannya agar ada waktu untuk istirahat yang cukup sehingga badan tetap bugar ketika mengendarai gerobak besi. Maklum, di dalam mobil ada seluruh anggota keluarganya. Lengah sedikit, bisa fatal akibatnya.

Ya. Pengaturan lama perjalanan dan waktu istirahat menjadi amat vital untuk menjaga stamina pengendara. Ketika arus mudik dan balik Lebaran, situasi arus lalu lintas bisa ekstrim. Maksudnya, amat mungkin terjadi kemacetan atau antrean yang luar biasa. Ketika itulah dibutuhkan stamina yang ekstra, termasuk kesabaran yang berganda.

Tahukah Anda bahwa jam paling…

Lihat pos aslinya 200 kata lagi


wew segitiga bermudanya Indonesia nih

Mysterious Thing • Conspiracy • Controversy • UFO & Alien • Archeology • Science • Universe • • • • • • • • • • • •

Misteri “Segitiga Masalembo”, Segitiga Bermuda di Wilayah Indonesia

“Segitiga Masalembo: Pulau Bawean – Kota Majene – Kepulauan Tengah, kadang terjadi arus laut dan angin yang mengalir akibat adanya perbedaan tekanan dalam siklus harian ataupun tahunan (monsoon) lalu keduanya bertemu menjadi satu mirip layaknya tornado, badai, hurricane ataupun typhoon namun dalam putaran yang lambat tapi tiba-tiba berpindah arah.”

Dua kecelakaan lalulintas pada transportasi udara dan laut di daerah Masalembu atau lebih dikenal Masalembo ini, pada beberapa tahun terakhir sangat memprihatinkan.

Tampomas-II saat tenggelam pada tanggal 27 Januari 1981 di perairan Masalembo

Yang pertama, kecelakaan lalulintas laut yang menimpa kapal laut Senopati Nusantara pada tanggal 29 Desember 2006.

Kemudian pada tanggal 1 Januari 2007 kecelakaan pesawat udara Adam Air penerbangan 574 dengan nomer ekor PK-KKW. (lihat lokasi blackbox) (lihat video Adam Air, NatGeo TV Air Crash Investigation, text bahasa Indonesia)

Dan disusul pada bulan Juli oleh kecelakaan transportasi…

Lihat pos aslinya 1.297 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

pemotor di jalan jakarta

BAGI para pesepeda motor jalan raya menjadi salah satu tempat ujian kesabaran. Khusus mereka yang wira-wiri di Jakarta dan sekitarnya uji kesabaran menjadi menu sehari-hari. Rasa sabar diuji oleh kemacetan arus lalu lintas jalan yang menggila, sekaligus oleh perilaku yang ugal-ugalan.

Di sisi lain, para pesepeda motor juga kerap dianggap sebagai penguji kesabaran oleh sesama pesepeda motor. Bahkan, dianggap sebagai penguji kesabaran bagi pengguna jalan yang lain. Baik pedestrian, pesepeda kayuh, atau pengguna mobil pribadi dan angkutan umum.

Memasuki bulan puasa atau Ramadhaan, pesepeda motor yang menjalani ibadah shaum mendapat ujian kesabaran tambahan. Saat berpuasa dari menjelang matahari terbit hingga matahari terbenam, tubuh pesepeda motor menghadapi perjuangan tersendiri. Rasa haus dan lapar yang mendera, terutama di hari-hari pertama berpuasa, bisa memengaruhi konsentrasi. Tubuh yang melemah lantaran dehidrasi, teriknya sinar matahari, kebisingan suara mesin dan knalpot kendaraan bermotor, hingga debu dan asap knalpot bersatu padu menguji kesabaran pesepeda motor.

Rasa sabar…

Lihat pos aslinya 378 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

trotoar motor_edit

MAYORITAS masyarakat memandang perlu adanya aturan di jalan raya agar lalu lintas jalan menjadi lebih aman dan selamat. Survey yang digelar Road Safety Association (RSA) Indonesia menyebutkan bahwa 97,04% masyarakat merasa perlu adanya aturan. Di sisi lain, survey yang dilakukan pada 2014 itu juga menyebutkan bahwa hanya 47,51% warga yang mengaku tahu tentang aturan yang berlaku saat ini.

Pemberlakukan aturan dianggap sebagai upaya untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat. Lihat saja, sebanyak 51,87% masyarakat berpendapat bahwa keselamatan jalan itu adalah taat aturan dan tidak tabrakan. Persepsi ini cukup relevan jika melihat fakta data Korlantas Mabes Polri tahun 2013 yang menyebutkan mayoritas pemicu kecelakaan, yakni 42% adalah perilaku tidak tertib. Perilaku seperti ini bisa disimpulkan sebagai tindakan melanggar aturan demi kepentingan diri sendiri. Ironisnya, berujung tabrakan.

Secara teori, jika peraturan ditegakkan dengan tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu, memungkinkan menyusutnya pelanggaran atas aturan. Pada gilirannya…

Lihat pos aslinya 372 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

rambu 10km

MASYARAKAT lebih mematuhi rambu lalu lintas ketimbang petugas. Survey Road Safety Association (RSA) Indonesia memperlihatkan bahwa 72,43% responden mengaku lebih mematuhi rambu lalu lintas ketimbang petugas.
Kepada 642 responden dalam survey sepanjang Januari-Mei 2014 ditanyakan mana yang lebih dipatuhi ketika ada polisi lalu lintas (polantas), petugas dinas perhubungan, dan rambu lalu lintas? Nah, mayoritas seperti ditulis di atas, lebih memilih rambu. Sedangkan sebanyak 24,92% mengaku akan mematuhi perintah polantas.

Persepsi ini bisa jadi memperlihatkan rendahnya pengetahuan publik tentang diskresi polantas. Tak heran ketika menemui instruksi polisi untuk maju hingga melibas zebra cross, esok harinya ketika tidak ada instruksi polantas, masyarakat mendiskresikan dirinya sendiri. Memprihatinkan.

Bahkan, bisa saja persepsi tersebut mencuat karena degradasi rasa hormat dan patuh terhadap petugas. Atau, kondisi yang paling buruk, sikap menghargai aturan dan petugas menyusut demi kepentingan diri sendiri dan tidak menyesal melanggar aturan sebelum merasa dirugikan atas tindakannya tersebut.

Logika berkendara atau berlalu lintas jalan…

Lihat pos aslinya 321 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

bonceng anak yogya 1

Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup mengenai teknis berkendara, terutama aspek teknis yang berpotensi memicu terjadinya kecelakaan di jalan. Saat ditanyakan mengenai cara mendahului, mayoritas menjawab dengan benar, yakni sebanyak 54,52%. Sedangkan sebanyak 44,70% menjawab keliru dan 0,78% tidak menjawab.
“Cara mendahului yang benar bisa mengurangi potensi terjadi kecelakaan lalu lintas jalan. Salah satu aspek penting soal ini adalah memastikan pergerakan kendaraan dari arah berlawanan tidak akan mengganggu proses mendahului,” ujar Lucky Subiakto, sekretaris jenderal RSA Indonesia, Minggu (29/6/2014).

Begitu juga pemahaman responden soal berbelok yang aman dan selamat. Hal itu terbukti dengan sebesar 72,90% responden menjawab dengan benar atas pertanyaan yang diajukan. Sebanyak 23,36% menjawab pertanyaan secara tidak tepat dan sebanyak 3,74% memilih untuk tidak menjawab.

Hal itu diperkuat dengan pengetahuan responden yang mayoritas, yakni 51,40% mengetahui hal-hal yang membahayakan saat berbelok. Sebanyak 44,70% responden tidak mengetahui hal yang membahayakan dan sebanyak 3,89% tidak menjawab.
Sementara itu, kata Lucky…

Lihat pos aslinya 306 kata lagi

%d blogger menyukai ini: