Archive for Agustus 3, 2014



Alternatif Liburan

Edo Rusyanto's Traffic

curug cikaso sukabumi

PENIKMAT wisata air terjun rasanya bisa menjajal Curug Cikaso, Sukabumi, Jawa Barat. Curug yang satu ini cukup memikat. Bukan lantaran ada tiga air terjun yang jatuh bersamaan dari ketinggian, tapi juga bagaimana proses mencapai curug tersebut. Tinggal pilih, mau naik perahu atau berjalan kaki.

Kawasan wisata yang satu ini terletak sekitar satu jam dari Pantai Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat. Saya biasanya menginap di Ujung Genteng barulah melancong ke curug. Maklum, penginapan lebih banyak di kawasan pantai yang terkenal dengan penangkaran penyu hijau, salah satu hewan langka di Indonesia. Di Ujung Genteng pula wisatawan bisa memilih beragam jenis penginapan. Mulai dari model rumahan, hotel, hingga resort. Tentu saja dengan tarif yang bervariasi, mulai dari yang Rp 200 ribuan per malam hingga yang mendekati Rp 1 juta per malam.

Jika wisatawan datang dari arah Sukabumi, bakal melintasi Jampang Kulon dan Surade, barulah tiba di Ujung Genteng. Nah, letak Curug Cikaso persis…

Lihat pos aslinya 553 kata lagi

Iklan

Yang Liburan

Edo Rusyanto's Traffic

WAJAH-WAJAH ceria begitu terlihat. Tua muda, pria dan wanita senyumnya mengembang. Mereka baru saja berkeliling dengan perahu nelayan, menikmati riak ombak dan semilir angin laut pada pagi hari.

“Asyik, walau sedikit menegangkan,” ujar Budi, kita sebut saja begitu saat berbincang dengan saya, Kamis (31/7/2014) pagi.

Dia tak sendirian. Bersama Budi tampak ramaja perempuan dan satu anak laki-laki. Mereka baru saja usai keliling naik perahu nelayan yang disewakan kepada wisatawan.

“Lumayanlah, tapi kurang puas,” kata seorang remaja lainnya dari perahu yang berbeda.

Kamis itu merupakan hari kedua saya menikmati pemandangan pagi hari di Pantai Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat. Air laut yang kebiruan, riak ombak, pasir putih, hingga karang yang kokoh menjadi pemandangan menyegarkan. Apalagi ditambah sinar matahari pagi yang hangat, serasa melengkapi liburan yang menyenangkan.

Pantai dengan air yang jernih begitu menggoda. Sayang rasanya bila tak mencicipi sapuan ombaknya di kaki yang menjejak di pasir pantai. Bahkan, godaan untuk sekadar…

Lihat pos aslinya 563 kata lagi


waspada

Edo Rusyanto's Traffic

jalan tol jagorawi 2014

SEMPAT kaget juga saat melintas di jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) menemui gelombang jalan yang membuat mobil sedikit terguncang. Peristiwa itu saya alami Jumat, 1 Agustus 2014 antara Cibubur-Cibinong. Kok bisa yah?
Dalam benak saya, jalan tol bisa lebih mulus dibandingkan jalan arteri. Maklum, jalan tol kan mengutip uang dari para penggunanya sehingga bisa cepat diperbaiki jika ada kerusakan disana-sini.

Saat musim mudik Lebaran, jalan tol menjadi salah satu rute andalan para penglaju. Para pengguna kendaraan bermotor mobil pribadi memilih jalan tol dengan harapan bisa lebih cepat. Walaupun pada kenyataannya, laju di jalan tol tak secepat yang dibayangkan. Coba saja lihat misalnya di jalur Jakarta-Cikampek.

Nah, pada musim mudik Lebaran 2013 ternyata kecelakaan lalu lintas di jalan tol jumlahnya melonjak drastis. Data Korlantas Mabes Polri memperlihatkan, bila pada 2012 setiap harinya ada empat kecelakaan, setahun kemudian melonjak menjadi 12 kasus. Entah apa yang membuat kecelakaan di jalan tol itu melonjak drastis…

Lihat pos aslinya 143 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

bak terbuka uG1

KAKI mereka ada yang berjuntaian. Tak ada rasa gentar, malah mencuat senyum lebar.

Itu salah satu pemandangan yang terlihat saat berpapasan dengan kendaraan bak terbuka di kawasan wisata Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, baru-baru ini. Pemandangan seperti itu kian ramai sepanjang jalur Jl Raya Sukabumi dan Jl Pelabuhan Ratu. Jalur tersebut merupakan urat nadi menuju kawasan wisata Pelabuhan Ratu dan Ujung Genteng.

Pada musim libur Lebaran pemandangan mobil bak terbuka untuk mengangkut orang seakan menjadi lumrah. Kendaraan tersebut dilengkapi dengan atap pelindung yang dibuat dadakan. Atap dibuat dari terpal plastik dengan kerangka dari kayu atau bambu. Tentu saja terpaan angin masih bisa meliuk-liuk ke dalam kendaraan roda empat itu.

Masyarakat membutuhkan angkutan. Buktinya, selain mobil jenis pick up, truk juga menjadi alternatif. Kendaraan angkutan barang itu disulap menjadi angkutan orang. Para penumpang tak hannya berdiri di dalam truk, tapi juga ada yang nangkring di atap kepala truk. Atau,duduk di sisi…

Lihat pos aslinya 169 kata lagi

%d blogger menyukai ini: