Edo Rusyanto's Traffic

jarak aman pesanlaka

SUATU siang saya dikejutkan oleh benturan kecil di bagian belakang sepeda motor saya. Rupanya seorang pesepeda motor ‘nyelonong’ mencium bemper kuda besi yang saya tunggangi. Tak ada cedera serius. Sang pesepeda motor melemparkan senyum seraya meminta maaf. Saya mengangguk dan melanjutkan perjalanan.
Saat kejadian itu, saya melaju tak lebih dari 40 kilometer per jam (kpj) karena padatnya antrean kendaraan di jalan Jakarta. Karena itu pula, benturan yang terjadi tak terlalu menimbulkan kerusakan berarti. Namun, bisa dibayangkan bila kendaraan yang mencium bemper tadi dalam kecepatan tinggi, misalnya, 70 kpj. Bisa berantakan deh.

Tabrak belakang seperti itu ternyata menjadi jenis kecelakaan ketiga terbesar di Indonesia. Pada 2013, menurut data Korlantas Polri, tabrak belakang menyumbang sekitar 17,26% terhadap total kecelakaan. Saat itu, setiap hari rata-rata ada 47 kasus kecelakaan tabrak depan belakang. Tuh kan.
Setelah mengais-ngais informasi kesana-sini, akhirnya saya memutuskan menulis artikel ini. Tulisan seputar menjaga jarak yang aman saat berkendara ini…

Lihat pos aslinya 400 kata lagi

Iklan