Archive for Oktober, 2014



Edo Rusyanto's Traffic

anak pake helm spion

PARA penunggang sepeda motor termasuk yang berisiko tinggi saat berlalu lintas jalan. Baik itu risiko ditabrak, maupun risiko menabrak. Faktanya, sekitar 71% kendaraan yang terlibat kecelakaan pada 2013 adalah sepeda motor.
Langkah yang bisa dilakukan hanya memperkecil risiko, mengingat kecelakaan bisa terjadi kapan dan dimanapun. Pengurangan risiko dari kondisi terburuk bisa dimulai dari kemampuan berkendara. Selain itu, menerapkan perilaku berkendara yang aman dan selamat, hingga sudi toleran termasuk mentaati aturan yang ada di jalan.

Fakta memperlihatkan bahwa cedera di kepala dan leher menjadi penyebab fatalitas bagi pesepeda motor. Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebutkan bahwa di negara berkembang cedera tersebut memicu hingga lebih dari 70% kematian pesepeda motor yang terlibat kecelakaan.

Ada tiga hal yang memungkinkan cedera serius di kepala, yakni tidak memakai helm, memakai helm yang kualitasnya tidak mumpuni, dan cara memakai helm yang keliru. Sekalipun, memakai helm atau tidak memakai helm kecelakaan bisa terjadi, perbedaan terletak pada…

Lihat pos aslinya 607 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

pesanlaka_sumpah

Bertanah Air Satu,
Tanah air tanpa petaka di jalan raya

Berbangsa Satu,
Bangsa tanpa arogansi di jalan raya

Berbahasa Satu,
Bahasa tanpa diskriminasi di jalan raya

PARA pemuda sebelum era kemerdekaan berjuang tanpa pamrih demi satu harapan, MERDEKA!

Ketika puluhan, bahkan mungkin ratusan pemuda pada 28 Oktober 1928 berkumpul di kawasan yang saat ini dikenal sebagai Kramat Raya, Jakarta Pusat, mereka juga punya satu harapan, persatuan yang utuh. Lahirlah saat itu apa yang kita kenal sekarang “Soempah Pemoeda”. Bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu, Indonesia!

Kini, delapan puluh enam tahun kemudian, wajah Indonesia demikian dramatis. Salah satu lekuk wajah itu terpampang di jalan raya. Sudut kelam bernama kecelakaan lalu lintas jalan begitu mudah terlihat.

Dalam lima tahun terakhir, lebih dari setengah juta anak-anak muda terjungkal di jalan raya. Mereka harapan bangsa yang harus tersungkur dalam pedihnya luka dan sebagian berujung pada kematian. Kecelakaan jalan raya mencabik-cabik generasi muda, generasi berusia…

Lihat pos aslinya 204 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

laka ngantuk tvone1

KADANG saya mendapat pertanyaan, kapan jam paling rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia? Untuk mencaritahu, saya coba bongkar-bongkar arsip data yang ada di personal computer maupun laptop. Akhirnya ketemu juga data dari Korlantas Mabes Polri.

Area waktu terjadinya kecelakaan dibagi dalam empat kelompok. Kelompok jam-jam paling rawan ternyata ada pada rentang pukul 12.00 hingga 18.00. Rentang waktu tengah hari hingga petang memasuki mala mini menempati posisi teratas dengan kontribusi sebanyak 31,74% pada 2013. Pada jam-jam ini rata-rata terjadi 87 kasus kecelakaan pada tahun lalu.

Lantas, kenapa pada jam-jam tersebut amat rawan terjadinya kecelakaan? Mari kita tengok sekitar kita. Di kota-kota besar, khususnya di Jakarta, pada rentang waktu ini banyak orang wira-wiri berlalu lintas jalan. Repotnya, menjelang pukul 18.00 jalan raya tumpah ruah oleh kendaraan bermotor yang membawa penumpangnya kembali ke tempat tinggal setelah beraktifitas seharian. Boleh jadi, ada ketergesa-gesaan, rasa lelah, atau berkurangnya konsentrasi.

Area waktu kedua terbesar…

Lihat pos aslinya 235 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

laka gresik truk motor

KECELAKAAN lalu lintas jalan membawa dampak sangat luas. Kita disodori fakta bahwa persoalan ini tak semata masalah korban luka dan meninggal dunia, tapi juga berdimensi sosial, ekonomi, bahkan masalah hukum. Tahukah Anda bahwa vonis kecelakaan tertinggi di Indonesia mencapai belasan tahun?
Nah, berikut ini lima fakta seputar kecelakaan yang mungkin belum Anda ketahui.

1. Jumlah Korban meninggal dunia

Dalam rentang sepuluh tahun terakhir, yakni sepanjang 2004 hingga 2013, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia mencapai sekitar 220 ribu jiwa. Artinya, tiap hari kita kehilangan rata-rata 60 jiwa anak bangsa.

Dalam rentang waktu tersebut, korban meninggal dunia terbesar terjadi pada tahun 2011, yakni sekitar 32 ribu jiwa. Sedangkan korban tewas terkecil terjadi pada 2004, yakni sekitar 11 ribu jiwa.

Korban tewas tersebut dampak dari sekitar 805 ribu kasus kecelakaan di jalan raya. Angka kasus kecelakaan melonjak drastis bila dibandingkan antara tahun 2004 dengan 2013. Tengok saja…

Lihat pos aslinya 477 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

adira korban laka edit

SELAMAT datang Presiden baru. Selamat datang pemerintahan baru di tangan duet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Segera setelah Presiden dilantik pada Senin, 20 Oktober 2014, publik akan disodori jajaran kabinet yang segera siap bekerja. Segudang harapan pun dilontarkan pada pemerintahan baru termasuk perlindungan keselamatan bagi para pengguna jalan.

Indonesia punya seabrek drama di jalan raya. Pada 2013, tak kurang dari 270-an kasus kecelakaan di jalan terjadi setiap hari. Ironisnya, ratusan orang terluka akibat petaka itu. Bahkan, tiap hari, sebanyak 70-an anak bangsa melayang sia-sia lantaran jagal jalan raya.

Angka itu akan menjadi miris jika kita tengok fakta tahun 2004. Saat itu, setiap hari terjadi 49 kasus kecelakaan yang merenggut 31 jiwa. Artinya, sepanjang 10 tahun terakhir demikian besar tantangan yang dihadapi Negara untuk melindungi warganya di jalan raya.

Boleh jadi banyak variabel yang membuat angka-angka itu demikian fantastis sepanjang 10 tahun terakhir. Mulai dari jumlah penduduk…

Lihat pos aslinya 446 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

upaya pemerintah turunkan kecelakaan

NEGARA harus hadir untuk melindungi warganya di jalan raya. Kewajiban negara atau pemerintah tak semata menyediakan perangkat regulasi untuk menjamin keselamatan para pengguna jalan. Langkah nyata melalui organ-organ pemerintah justru menjadi lebih vital selain segudang regulasi yang ada.

Lewat segala instrumennya, pemerintah mutlak berkewajiban menjamin keselamatan para pengguna jalan sebagai amanat Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Instrument atau perpanjangan tangan pemerintah cukup lengkap. Di lini infrastruktur ada kementerian pekerjaan umum dan dinas pekerjaan umum. Di lini transportasi publik ada kementerian perhubungan dan dinas perhubungan. Hingga di lini penegakan hukum ada jajaran kepolisian. Tinggal bagaimana pemimpin pemerintahan tertinggi memadukan instrumen yang ada menjadi sebuah gerakan yang tepat sasaran. Bukan asal-asalan, misalnya, sekadar menghabiskan anggaran.

Indonesia punya target menurunkan fatalitas kecelakaan hingga 50% sepanjang 2010-2020. Artinya, pada 2020 korban tewas akibat kecelakaan di jalan bakal menjadi sekitar 43 jiwa per hari. Beragam jurus…

Lihat pos aslinya 321 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

anak bertiga tanpa helm1

MIMIK wajahnya seperti mengiba. Nada bicaranya merendah kadang cenderung bergetar. Dia bercerita tentang keterpaksaannya menyetujui pelanggaran aturan.

Tak main-main, aturan yang dilibas itu bisa berbuntut mendekam satu tahun di balik jeruji penjara bagi sang pelanggar. “Saya malu kalau ngomong ke pak Edo, saya terpaksa mengizinkan anak saya yang kelas tiga SMP untuk bersepeda motor,” urai sang general manager di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, saat berbincang dengan saya baru-baru ini.

Dia menjelaskan bahwa situasi terpaksa itu adalah kebutuhan alat transportasi untuk di lingkungan tempat tinggal. Mobilitas sang anak tak bisa mengandalkan angkutan umum yang ada. Karena itu, kata dia, sepeda motor menjadi alternatif sekalipun sang anak belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Maklum, sang anak masih berusia 14 tahun.
“Di sisi lain, saya perlu mengajarkan sang anak mampu menghadapi risiko dalam kehidupan. Selama ini saya terlalu memanjakan anak,” tukasnya.

Namun, sambungnya, izin mengendarai sepeda motor hanya diberikan untuk aktifitas…

Lihat pos aslinya 268 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

laka beruntun di koran

KORBAN kecelakaan lalu lintas jalan terus bertumbangan di negara kita. Data Korlantas Polri menyebutkan, sepanjang 10 tahun terakhir sedikitnya 220 ribu jiwa melayang dan hampir satu juta orang menderita luka-luka. Artinya, tiap hari ada 60 korban tewas akibat kecelakaan di jalan. Miris.

Ada korban dan keluarga korban yang menganggap bahwa kecelakaan sebagai musibah dan takdir. Karena itu, kasus kecelakaan lalu lintas jalan tak seluruhnya bergulir ke meja hijau. Apalagi sampai sang korban menggugat negara atau pemerintah karena lalai dalam memberi perlindungan warga dalam berlalu lintas jalan.
Pemerintah wajib melindungi warga negara saat berlalu lintas jalan. Hal itu termuat di dalam Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Ahli hukum perdata FHK Unika Soegijapranata, Semarang, Val Suroto mengatakan, pasal 5 di dalam UU tersebut menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas LLAJ dan pembinaannya dilaksanakan oleh pemerintah.

Dia mencontohkan, negara wajib menyediakan sarana dan prasarana jalan…

Lihat pos aslinya 275 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

pesan laka anak di motor

ANAK-ANAK remaja saat ini cenderung kritis. Mereka tumbuh di tengah derasnya informasi. Pada kondisi seperti itu para orang tua mesti sigap mengimbangi dinamika yang ada. Salah mengantisipasi bisa-bisa membuat suasana menjadi kontraproduktif.

Orang tua dituntut untuk punya pendekatan yang pas dan bisa dicerna oleh anak remaja mereka. Saya sendiri termasuk yang harus bergulat menghadapi fenomena remaja. Peran keluarga dalam membekali pengetahuan ternyata tidak cukup. Komunikasi dua arah dan keterbukaan diantara anggota keluarga ternyata menjadi amat vital.

Maklum, di luar keluarga, anak remaja memiliki kehidupannya sendiri. Pergaulan dengan teman-teman sebaya memiliki kekuatan daya pengaruh yang cukup besar bagi sang anak. Banyak orang tua yang “kebobolan”, anak remajanya lebih “patuh” pada wejangan sang teman ketimbang sang orang tua. Kita sadar bahwa anak-anak bertumbuh atas campur tangan banyak sisi, baik itu sekolah, lingkungan, bahkan tentu saja keluarga itu sendiri.

Anak-anak tercipta dari sistem yang ada di sekelilingnya. Dia buah dari sistem masyarakatnya. Tentu…

Lihat pos aslinya 537 kata lagi


%d blogger menyukai ini: