Edo Rusyanto's Traffic

anak bertiga tanpa helm1

MIMIK wajahnya seperti mengiba. Nada bicaranya merendah kadang cenderung bergetar. Dia bercerita tentang keterpaksaannya menyetujui pelanggaran aturan.

Tak main-main, aturan yang dilibas itu bisa berbuntut mendekam satu tahun di balik jeruji penjara bagi sang pelanggar. “Saya malu kalau ngomong ke pak Edo, saya terpaksa mengizinkan anak saya yang kelas tiga SMP untuk bersepeda motor,” urai sang general manager di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, saat berbincang dengan saya baru-baru ini.

Dia menjelaskan bahwa situasi terpaksa itu adalah kebutuhan alat transportasi untuk di lingkungan tempat tinggal. Mobilitas sang anak tak bisa mengandalkan angkutan umum yang ada. Karena itu, kata dia, sepeda motor menjadi alternatif sekalipun sang anak belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Maklum, sang anak masih berusia 14 tahun.
“Di sisi lain, saya perlu mengajarkan sang anak mampu menghadapi risiko dalam kehidupan. Selama ini saya terlalu memanjakan anak,” tukasnya.

Namun, sambungnya, izin mengendarai sepeda motor hanya diberikan untuk aktifitas…

Lihat pos aslinya 268 kata lagi

Iklan