Edo Rusyanto's Traffic

pesanlaka_sumpah

Bertanah Air Satu,
Tanah air tanpa petaka di jalan raya

Berbangsa Satu,
Bangsa tanpa arogansi di jalan raya

Berbahasa Satu,
Bahasa tanpa diskriminasi di jalan raya

PARA pemuda sebelum era kemerdekaan berjuang tanpa pamrih demi satu harapan, MERDEKA!

Ketika puluhan, bahkan mungkin ratusan pemuda pada 28 Oktober 1928 berkumpul di kawasan yang saat ini dikenal sebagai Kramat Raya, Jakarta Pusat, mereka juga punya satu harapan, persatuan yang utuh. Lahirlah saat itu apa yang kita kenal sekarang “Soempah Pemoeda”. Bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu, Indonesia!

Kini, delapan puluh enam tahun kemudian, wajah Indonesia demikian dramatis. Salah satu lekuk wajah itu terpampang di jalan raya. Sudut kelam bernama kecelakaan lalu lintas jalan begitu mudah terlihat.

Dalam lima tahun terakhir, lebih dari setengah juta anak-anak muda terjungkal di jalan raya. Mereka harapan bangsa yang harus tersungkur dalam pedihnya luka dan sebagian berujung pada kematian. Kecelakaan jalan raya mencabik-cabik generasi muda, generasi berusia…

Lihat pos aslinya 204 kata lagi