Edo Rusyanto's Traffic

road-workers

TUAN tahu kah tuan, kita kehilangan 70-an nyawa anak bangsa. Setiap hari.

Mereka meregang nyawa bukan karena perang konvensional dengan senjata kimia. Bukan juga lantaran bom bunuh diri untuk memerangi ideologi. Mereka tumbang karena angkara murka di jalan raya. Tewas mengenaskan karena petaka bernama kecelakaan lalu lintas jalan.

Tahukah tuan, fakta data menuding kegenitan di jalan raya yang dipertontonkan lewat keangkuhan diri menjadi penggoda utama hadirnya sang petaka. Lewat atraksi labrak aturan disana-sini sang petaka terus digoda untuk hadir. Tak pandang usia, tak pandang kasta yang kita sandang, atraksi tadi bak menu makan sehari-hari. Akarnya ada di dalam arogansi.

Lantas dimana sang penjaga berada? Manakala pelanggaran aturan dianggap sebagai biang kerok terjadinya kecelakaan di jalan, mestinya dia hadir. Mencengkeram para penunggang kuda besi maupun gerobak besi yang mempertontonkan arogansi.

Kapan tuan sudi mengepalkan tangan untuk meninju sang jagal jalan raya?

Menanti hadirnya kesadaran sepenuh hati tak semudah membalikkan telapak tangan…

Lihat pos aslinya 239 kata lagi

Iklan