Archive for Juli, 2015



be cafefull bro

Edo Rusyanto's Traffic

bus laka semarang 2015_viva

KUALITAS kecelakaan lalu lintas jalan kian membuat bergidik. Mari kita buka ingatan kita. Baru-baru ini, sepanjang Juli 2015, publik disodori fakta meninggalnya satu keluarga akibat kecelakaan minibus yang bertabrakan dengan bus di jalan tol. Masih di jalan tol, kita juga disodori fakta belasan korban tewas akibat bus lepas kendali, kecelakaan tunggal.

Apa iya kualitas kecelakaan lalu lintas demikian buruk? Coba kita lihat data dua tahun terakhir.
Pada 2014, seperti dikutip dari data Korlantas Polri, dari total korban kecelakaan di jalan sebanyak 17,16% berujung pada kematian. Padahal, setahun sebelumnya, korban yang berujung kematian sebesar 15,98%.

Bagaimana dengan tahun 2015?

Marilah kita sejenak melihat data kecelakaan selama musim mudik Lebaran yang berlangsung selama 16 hari. Data Korlantas Polri memperlihatkan, pada musim mudik tahun ini sebanyak 11,63% dari korban kecelakaan berujung pada kematian. Sedangkan pada periode sama setahun sebelumnya baru sebanyak 9,93%.

Kedua data itu sama-sama memperlihatkan bahwa dampak dari kecelakaan begitu mematikan…

Lihat pos aslinya 381 kata lagi


SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :


masih liburan…

Edo Rusyanto's Traffic

kawah putih dari atas

“BAGI para pengunjung terutama yang berada di pusat kawah, harap segera naik bila merasa pusing atau telah melebih 15 menit di kawasan kawah.”

BEGITU kira-kira inti pesan suara perempuan yang keluar dari pengeras suara, Sabtu, 18 Juli 2015 sore. Pengumuman itu diputar secara berkala oleh pengelola Kawah Putih, Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat untuk mengingatkan para wisatawan. Maklum, lazimnya sebuah kawah, dia mengeluarkan uap belerang yang bisa menyesakkan dada jika menghirupnya terlalu banyak.

“Sebaiknya pakai masker pak. Ini kami jual, satunya Rp 5.000,” ujar pria muda di mulut masuk ke arah kawah saat saya melintas.

Jadilah saya merogoh kocek membeli masker yang kalau di Jakarta dilego berkisar Rp 1.500-2.000 per unit. Maskernya berwarna hijau toska.

Menuju kawasan wisata Kawah Putih dari Jakarta tidak terlalu sulit. Aksesnya cukup bagus. Dari Jakarta bisa melintas lewat jalan tol Jakarta-Cikampek, lalu masuk ke tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) dan keluar di gerbang tol (GT) Kopo. Selanjutnya…

Lihat pos aslinya 761 kata lagi


pertalite bbm ditengah-tengah prmium dan pertamax

cicakkreatip.com

Bahan-Bakar

Pertalite sudah resmi launching dengan harga promonya Rp 8.400, bahan bakar ini memiliki nilai oktan 90. Dalam tahap ujicoba pasar pertalite cuma dijual di 3 kota besar, terbilang SPBU tersebut meliputi 68 SPBU Jakarta & Bandung, 33 SPBU Surabaya.

Lihat pos aslinya 1.061 kata lagi


pertalite

cicakkreatip.com

Bahan-Bakar

Sesuai jadwal,PT Pertamina (Persero) secara resmi launching bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dengan angka oktan 90 ke pasar. Pertalite bisa dibeli dengan harga promosi Rp 8.400 per liter-nya.

Lihat pos aslinya 72 kata lagi


selalu hati-hati para orang tua

Edo Rusyanto's Traffic

poster ke-12 kopcau_anak

BANYAK cara untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta kepada si buah hati. Memberi mereka hadiah kendaraan bermotor sekaligus mengizinkannya berkendara merupakan satu contoh yang terjadi di tengah masyarakat kita saat ini. Ironisnya, jika hadiah dan izin itu ditujukan buat sang anak yang masih di bawah umur alias belum genap 17 tahun.

“Masih banyak orang tua yang bangga anak di bawah umurnya sudah bisa naik motor,” sergah seorang bapak ketika berbincang dengan saya di Jakarta, baru-baru ini.

Bapak ini mengaku dia pun pernah melakukan hal serupa, namun belakangan menjadi jera setelah melihat anak-anak yang menjadi pelaku tabrakan. Penderitaan yang dipikul sang anak di bawah umur itu berlarut-larut.

Cerita bapak yang lain menyodorkan fakta berbeda. Dia bercerita, mengizinkan sang anak mengendarai sepeda motor untuk memudahkan transportasi ke sekolah. Menggunakan sepeda motor dinilai lebih mangkus dan sangkil ketimbang naik angkutan kota (angkot). Jadilah sang anak yang masih kelas satu SMA itu setiap hari…

Lihat pos aslinya 318 kata lagi


kang emil good job

Edo Rusyanto's Traffic

ridwan kamil hukum lawan arus

WALIKOTA Bandung, Ridwan Kamil pernah bertutur bahwa ternyata kepintaran tidak berbanding lurus dengan kedisiplinan sederhana. Pernyataan itu dia lontarkan manakala mendapati salah satu pengguna jalan di Bandung melanggar aturan, yakni melawan arus.

Ketika mendapati aksi melawan arus itu sang Walikota sontak memberi sanksi berupa hukuman push up kepada sang pesepeda motor. “Pas dicek, ternyata sarjana ekonomi dari universitas ternama di Bandung,” kata sang Walikota di akun facebook-nya, Rabu, 22 Juli 2015.

Kejadian yang masih dalam suasana Lebaran itu semoga dapat menjadi pembelajaran kita semua. Sanksi moral seperti push up pernah juga dipakai oleh para polisi lalu lintas (polantas) terhadap para pelanggar aturan di Jakarta. Sanksi dibuat untuk mengingatkan para pengguna jalan agar tidak menggadaikan keselamatan dirinya dan orang lain hanya demi kepentingan sesaat.

Tindakan Walikota Bandung yang terjadi di rentang waktu musim Operasi Ketupat yang digelar Korlantas Polri, yakni H-7, H1, H2, dan H+7 mengingatkan saya pada tindakan aparat Kepolisian…

Lihat pos aslinya 144 kata lagi


banyak yang tak biasa di masyarakat kita

Edo Rusyanto's Traffic

truk orang ciwidey bdg

ANGKUTAN umum dinilai masih belum memadai. Maksudnya, jumlah angkutan umum dibandingkan dengan jumlah orang yang akan diangkut tidak seimbang. Tak heran jika kemudian orang memilih kendaraan pribadi. Bahkan, pada situasi tertentu menggunakan angkutan barang untuk mengangkut penumpang.

Pemandangan seperti itu kian mencolok ketika musim libur Lebaran seperti yang saya lihat baru-baru ini. Banyak truk angkutan barang dan mobil angkutan barang yang terpaksa digunakan untuk mengangkut penumpang. Bahkan, para penumpang luber hingga ke atap kendaraan.

Ketika melintas di kawasan wisata Ciwidey, Bandung pemandangan truk yang digunakan mengangkut orang tampak terlihat jelas. Entah mereka hendak berwisata atau sekadar beranjangsana ke keluarga. Pastinya, banyak orang berjejal di truk atau mobil pick up. Sebagian dari kendaraan tersebut dilengkapi dengan terpal penutup atap. Tampaknya agar para penumpang tidak terlalu terkena teriknya matahari atau sekadar berjaga-jaga jika tiba-tiba hujan turun.

Penggunaan angkutan barang untuk mengangkut penumpang bisa jadi karena masyarakat memaksakan diri. Maksudnya, ketika kendaraan pribadi…

Lihat pos aslinya 118 kata lagi


take care brother

Edo Rusyanto's Traffic

mudik laka 2015_antara

SEKITAR 11% korban kecelakaan musim mudik Lebaran 2015 berujung kepada kematian.
Angka itu untuk durasi waktu dari H-7 hingga H+2, yakni per Senin, 20 Juli 2015. Periode itu
setara dengan 11 hari.

Data Korlantas Polri itu juga memperlihatkan bahwa bila dibandingkan dengan periode sama
2014, fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan cukup memilukan. Pada 2014, dari total korban
kecelakaan sebanyak 9,69% berujung pada kematian.

Artinya, patut diduga kualitas kecelakaan di jalan kian meningkat bila melihat korban yang
meninggal justeru membubung dari 9,69% menjadi 11,21%.

Pada musim mudik 2015 itu rata-rata sekitar 402 orang bertumbangan menjadi korban
kecelakaan. Sedangkan korban yang meninggal dunia rerata 45 jiwa per hari, selebihnya luka
berat 77 orang per hari dan luka ringan 280 orang per hari.

Korban-korban yang bergelimpangan itu buah pahit dari sekitar 403 kecelakaan per hari. Kita
patut berduka mengingat jalan raya masih cukup mencekam bagi para pengendara, terlebih
mereka yang tidak ekstra waspada…

Lihat pos aslinya 85 kata lagi


1436H

“Seiring suara takbir yang menggema memuji dan mengangungkan nama-MU
Teriring air mata jatuh di pipi yang di liputi segala penyesalan
waktu terbuang , merasa diri berurai slah dan dosa
Ya Allah , ampunilah segala dosaku
Jadikan hari yang fitri untuk menjadi pijakan tobatku
Dan tuntunlah hamba untuk senantiasa di jalan lurus-Mu”

Mewakili segenap keluarga dan teman-teman maka suetoclub mengucapkan mohon maaf lahir batin dan selamat idul fitri 0:) dan moga bisa terus memberikan cerita-cerita perjalanan di Indonesia

oh iya sekalian mampir ke(www.suetoclub.com)

%d blogger menyukai ini: