Archive for Juli 25, 2015



masih liburan…

Edo Rusyanto's Traffic

kawah putih dari atas

“BAGI para pengunjung terutama yang berada di pusat kawah, harap segera naik bila merasa pusing atau telah melebih 15 menit di kawasan kawah.”

BEGITU kira-kira inti pesan suara perempuan yang keluar dari pengeras suara, Sabtu, 18 Juli 2015 sore. Pengumuman itu diputar secara berkala oleh pengelola Kawah Putih, Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat untuk mengingatkan para wisatawan. Maklum, lazimnya sebuah kawah, dia mengeluarkan uap belerang yang bisa menyesakkan dada jika menghirupnya terlalu banyak.

“Sebaiknya pakai masker pak. Ini kami jual, satunya Rp 5.000,” ujar pria muda di mulut masuk ke arah kawah saat saya melintas.

Jadilah saya merogoh kocek membeli masker yang kalau di Jakarta dilego berkisar Rp 1.500-2.000 per unit. Maskernya berwarna hijau toska.

Menuju kawasan wisata Kawah Putih dari Jakarta tidak terlalu sulit. Aksesnya cukup bagus. Dari Jakarta bisa melintas lewat jalan tol Jakarta-Cikampek, lalu masuk ke tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) dan keluar di gerbang tol (GT) Kopo. Selanjutnya…

Lihat pos aslinya 761 kata lagi

Iklan

pertalite bbm ditengah-tengah prmium dan pertamax

cicakkreatip.com

Bahan-Bakar

Pertalite sudah resmi launching dengan harga promonya Rp 8.400, bahan bakar ini memiliki nilai oktan 90. Dalam tahap ujicoba pasar pertalite cuma dijual di 3 kota besar, terbilang SPBU tersebut meliputi 68 SPBU Jakarta & Bandung, 33 SPBU Surabaya.

Lihat pos aslinya 1.061 kata lagi


pertalite

cicakkreatip.com

Bahan-Bakar

Sesuai jadwal,PT Pertamina (Persero) secara resmi launching bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dengan angka oktan 90 ke pasar. Pertalite bisa dibeli dengan harga promosi Rp 8.400 per liter-nya.

Lihat pos aslinya 72 kata lagi


selalu hati-hati para orang tua

Edo Rusyanto's Traffic

poster ke-12 kopcau_anak

BANYAK cara untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta kepada si buah hati. Memberi mereka hadiah kendaraan bermotor sekaligus mengizinkannya berkendara merupakan satu contoh yang terjadi di tengah masyarakat kita saat ini. Ironisnya, jika hadiah dan izin itu ditujukan buat sang anak yang masih di bawah umur alias belum genap 17 tahun.

“Masih banyak orang tua yang bangga anak di bawah umurnya sudah bisa naik motor,” sergah seorang bapak ketika berbincang dengan saya di Jakarta, baru-baru ini.

Bapak ini mengaku dia pun pernah melakukan hal serupa, namun belakangan menjadi jera setelah melihat anak-anak yang menjadi pelaku tabrakan. Penderitaan yang dipikul sang anak di bawah umur itu berlarut-larut.

Cerita bapak yang lain menyodorkan fakta berbeda. Dia bercerita, mengizinkan sang anak mengendarai sepeda motor untuk memudahkan transportasi ke sekolah. Menggunakan sepeda motor dinilai lebih mangkus dan sangkil ketimbang naik angkutan kota (angkot). Jadilah sang anak yang masih kelas satu SMA itu setiap hari…

Lihat pos aslinya 318 kata lagi


kang emil good job

Edo Rusyanto's Traffic

ridwan kamil hukum lawan arus

WALIKOTA Bandung, Ridwan Kamil pernah bertutur bahwa ternyata kepintaran tidak berbanding lurus dengan kedisiplinan sederhana. Pernyataan itu dia lontarkan manakala mendapati salah satu pengguna jalan di Bandung melanggar aturan, yakni melawan arus.

Ketika mendapati aksi melawan arus itu sang Walikota sontak memberi sanksi berupa hukuman push up kepada sang pesepeda motor. “Pas dicek, ternyata sarjana ekonomi dari universitas ternama di Bandung,” kata sang Walikota di akun facebook-nya, Rabu, 22 Juli 2015.

Kejadian yang masih dalam suasana Lebaran itu semoga dapat menjadi pembelajaran kita semua. Sanksi moral seperti push up pernah juga dipakai oleh para polisi lalu lintas (polantas) terhadap para pelanggar aturan di Jakarta. Sanksi dibuat untuk mengingatkan para pengguna jalan agar tidak menggadaikan keselamatan dirinya dan orang lain hanya demi kepentingan sesaat.

Tindakan Walikota Bandung yang terjadi di rentang waktu musim Operasi Ketupat yang digelar Korlantas Polri, yakni H-7, H1, H2, dan H+7 mengingatkan saya pada tindakan aparat Kepolisian…

Lihat pos aslinya 144 kata lagi


banyak yang tak biasa di masyarakat kita

Edo Rusyanto's Traffic

truk orang ciwidey bdg

ANGKUTAN umum dinilai masih belum memadai. Maksudnya, jumlah angkutan umum dibandingkan dengan jumlah orang yang akan diangkut tidak seimbang. Tak heran jika kemudian orang memilih kendaraan pribadi. Bahkan, pada situasi tertentu menggunakan angkutan barang untuk mengangkut penumpang.

Pemandangan seperti itu kian mencolok ketika musim libur Lebaran seperti yang saya lihat baru-baru ini. Banyak truk angkutan barang dan mobil angkutan barang yang terpaksa digunakan untuk mengangkut penumpang. Bahkan, para penumpang luber hingga ke atap kendaraan.

Ketika melintas di kawasan wisata Ciwidey, Bandung pemandangan truk yang digunakan mengangkut orang tampak terlihat jelas. Entah mereka hendak berwisata atau sekadar beranjangsana ke keluarga. Pastinya, banyak orang berjejal di truk atau mobil pick up. Sebagian dari kendaraan tersebut dilengkapi dengan terpal penutup atap. Tampaknya agar para penumpang tidak terlalu terkena teriknya matahari atau sekadar berjaga-jaga jika tiba-tiba hujan turun.

Penggunaan angkutan barang untuk mengangkut penumpang bisa jadi karena masyarakat memaksakan diri. Maksudnya, ketika kendaraan pribadi…

Lihat pos aslinya 118 kata lagi


take care brother

Edo Rusyanto's Traffic

mudik laka 2015_antara

SEKITAR 11% korban kecelakaan musim mudik Lebaran 2015 berujung kepada kematian.
Angka itu untuk durasi waktu dari H-7 hingga H+2, yakni per Senin, 20 Juli 2015. Periode itu
setara dengan 11 hari.

Data Korlantas Polri itu juga memperlihatkan bahwa bila dibandingkan dengan periode sama
2014, fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan cukup memilukan. Pada 2014, dari total korban
kecelakaan sebanyak 9,69% berujung pada kematian.

Artinya, patut diduga kualitas kecelakaan di jalan kian meningkat bila melihat korban yang
meninggal justeru membubung dari 9,69% menjadi 11,21%.

Pada musim mudik 2015 itu rata-rata sekitar 402 orang bertumbangan menjadi korban
kecelakaan. Sedangkan korban yang meninggal dunia rerata 45 jiwa per hari, selebihnya luka
berat 77 orang per hari dan luka ringan 280 orang per hari.

Korban-korban yang bergelimpangan itu buah pahit dari sekitar 403 kecelakaan per hari. Kita
patut berduka mengingat jalan raya masih cukup mencekam bagi para pengendara, terlebih
mereka yang tidak ekstra waspada…

Lihat pos aslinya 85 kata lagi

%d blogger menyukai ini: